Paul Scholes, legenda Manchester United, menyerukan kepada Thomas Tuchel untuk membuat keputusan seleksi yang tegas dengan mencadangkan Declan Rice dalam kampanye babak gugur Piala Dunia Inggris. Mantan gelandang tersebut menilai bahwa The Three Lions perlu menerapkan pendekatan taktis yang lebih agresif jika ingin menyaingi tim-tim besar seperti Prancis dan Argentina.
Seruan Scholes untuk perubahan taktik
Meskipun Inggris memuncaki Grup L dengan tujuh poin, Scholes mengaku belum terkesan dengan performa tim asuhan Tuchel. The Three Lions membuka turnamen dengan kemenangan 4-2 atas Kroasia, namun kemudian kesulitan dalam hasil imbang tanpa gol melawan Ghana dan kemenangan 2-0 yang tidak meyakinkan atas Panama. Scholes menilai pendekatan hati-hati di lini tengah membuat Inggris tertahan dan gagal mencapai standar permainan elit yang dibutuhkan untuk menjuarai turnamen.
Dampak Rice dalam sorotan
Declan Rice absen pada laga terakhir fase grup melawan Panama karena cedera betis, namun ia diperkirakan akan kembali bermain pada babak 32 besar menghadapi Republik Demokratik Kongo. Meski begitu, Scholes mempertanyakan apakah bintang Arsenal tersebut mampu memberikan dorongan serangan yang cukup untuk tim Inggris saat ini.
Berbicara dalam podcast The Good, The Bad & The Football, Scholes mengatakan: "Inggris tidak perlu memainkan dua gelandang bertahan pada pertandingan berikutnya. Tanpa bermaksud meremehkan Kongo, tapi dalam pertandingan seperti itu, Anda harus menurunkan sebanyak mungkin pemain menyerang. Menurut saya, ini harus menjadi persaingan langsung antara Declan Rice dan Elliot Anderson, dan saya akan memilih Anderson."
Mantan pemain Manchester United itu menambahkan: "Saya pikir dia (Anderson) akan lebih banyak mengalirkan bola ke depan. Lihat Rice di Arsenal… dia pemain hebat dan pemimpin yang luar biasa, saya paham itu, dan kebanyakan waktu Anda ingin dia ada di tim Anda. Tapi Arsenal juga tidak bermain dengan baik musim lalu, bukan? Rice tidak mampu membuat [Martin] Odegaard terlibat dalam permainan, jadi mungkin hal itu terbawa ke Inggris. Saya rasa hal itu tidak akan terjadi dengan Anderson."
Perbandingan dengan favorit juara Piala Dunia
Scholes memberikan penilaian jujur mengenai peluang keseluruhan Inggris, dengan menyebut bahwa mereka masih tertinggal jauh dari juara bertahan Argentina dan finalis 2022, Prancis. Kurangnya kelancaran permainan di fase grup membuat sang mantan playmaker khawatir terhadap tantangan berat yang akan dihadapi di babak gugur.
"Itu bukan penampilan yang bagus, bukan?" ujar Scholes soal kemenangan atas Panama. "Selama tiga pertandingan, saya belum melihat tim yang bisa memenangkan Piala Dunia. Permainan mereka belum bagus, tapi mereka bisa saja berkembang karena mereka tetap menang, dan saya pikir mereka punya pemain-pemain yang bisa menentukan hasil. Saya hanya merasa mereka belum berada di level Prancis atau Argentina."
Perbedaan pandangan soal jangkar lini tengah
Sementara Scholes mendorong agar Anderson diberi kesempatan, yang kabarnya tengah mendekati kepindahan senilai £116 juta ke Manchester City, mantan rekan setimnya, Nicky Butt, memiliki pandangan berbeda. Butt sepakat bahwa Tuchel sebaiknya hanya menurunkan satu gelandang bertahan, namun menegaskan bahwa Rice adalah pemain yang tidak boleh dicadangkan.
Butt menjelaskan: "Anda tidak bisa memainkan dua gelandang bertahan melawan tim yang hampir tidak akan menguasai bola. Saya pasti akan memainkan Declan Rice di laga berikutnya, jadi saya akan mencadangkan Elliot Anderson. Saya pikir dia luar biasa dan pemain top, itulah alasan Manchester City berani membayar £120 juta untuknya, [namun] saya tetap merasa Anda tidak bisa meninggalkan Declan Rice. Dia adalah salah satu pemain yang tidak bisa Anda singkirkan begitu saja."