BERITA POPULER SUMBAR: Mahasiswa Demo Kapolda, Buka Tutup Lembah anai dan Truk Laka Beruntun
Rahmadi June 30, 2026 08:01 AM

Pertama, koordinator aksi Aliansi Masyarakat Sumbar Menggugat, Taufiq, menegaskan demonstrasi yang digelar di depan Markas Polda Sumbar pada Senin (29/6/2026) merupakan bentuk desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kapolda Sumbar beserta jajarannya.

Menurut Taufiq, aksi tersebut melibatkan berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Sumatera Barat yang menilai masih banyak persoalan yang perlu mendapat perhatian serius di lingkungan Polda Sumbar.

Kedua, kemacetan di jalur Lembah Anai, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, diperkirakan masih  berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, Senin (29/6/2026).

Antrean kendaraan terjadi akibat pengerjaan pengaspalan jalan di dua titik yang disertai pembersihan material longsor.

Ketiga, kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga truk tronton terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Jorong Sungai Kemuning, Kenagarian Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (29/6/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kasat Lantas Polres Dharmasraya, Iptu Wahyuli Amra, membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan berat tersebut.

Baca selengkapnya berikut ini:

1. Mahasiswa Demo Polda Sumbar, Tuntut Kapolri Periksa Kapolda Terkait Tambang Ilegal dan Narkoba

Koordinator aksi Aliansi Masyarakat Sumbar Menggugat, Taufiq, menegaskan demonstrasi yang digelar di depan Markas Polda Sumbar pada Senin (29/6/2026) merupakan bentuk desakan agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap Kapolda Sumbar beserta jajarannya.

Menurut Taufiq, aksi tersebut melibatkan berbagai organisasi mahasiswa dan kepemudaan di Sumatera Barat yang menilai masih banyak persoalan yang perlu mendapat perhatian serius di lingkungan Polda Sumbar.

"Hari ini kami melaksanakan aksi bersama teman-teman pergerakan Sumatera Barat dan juga berbagai organisasi mahasiswa maupun pemuda yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Sumbar Menggugat. Tuntutan utama kami adalah evaluasi total terhadap Kapolda Sumbar dan jajarannya," kata Taufiq kepada wartawan.

Ia mengatakan, salah satu alasan munculnya tuntutan tersebut ialah karena Kapolda Sumbar dinilai tidak membuka ruang komunikasi dan dialog dengan elemen masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.

Menurutnya, pihak aliansi telah beberapa kali menyampaikan aspirasi melalui aksi demonstrasi, namun hingga kini belum memperoleh kesempatan berdialog langsung dengan Kapolda Sumbar.

"Kami melihat tidak adanya keterbukaan untuk berdialog dengan elemen masyarakat. Padahal Sumatera Barat memiliki tradisi intelektual yang mengedepankan dialog," ujarnya.

Baca juga: APINDO UMKM Merdeka Cetak Wirausaha Muda Lewat Program Magang Mahasiswa di Payakumbuh

Soroti Dugaan Pembiaran Tambang Ilegal dan Narkoba

Selain persoalan komunikasi, Taufiq juga menyoroti dugaan pembiaran terhadap praktik tambang ilegal dan peredaran narkoba di Sumatera Barat.

Ia menilai penegakan hukum terhadap dua persoalan tersebut belum berjalan maksimal sehingga memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat.

Menurutnya, aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat telah memberikan dampak serius terhadap lingkungan, termasuk berpotensi mengancam cadangan air bersih masyarakat.

"Ini bukan lagi persoalan tambang rakyat. Yang kami lihat sudah menggunakan alat berat dan dampaknya terhadap lingkungan sangat besar. Persoalan seperti ini harus menjadi perhatian aparat penegak hukum," katanya.

Dalam pernyataannya, Taufiq juga menyampaikan adanya dugaan pembiaran terhadap berbagai persoalan tersebut oleh oknum di lingkungan kepolisian. Pernyataan tersebut merupakan pandangan dari pihak aliansi.

Ia juga mempertanyakan belum dilaksanakannya pergantian Kapolda Sumbar meski, menurutnya, telah beredar informasi mengenai keputusan mutasi.

Baca juga: Nestapa Nelayan Pantai Purus Padang: Tak Melaut Akibat Cuaca Buruk, Jumadi Pusing Biaya Sekolah Anak

Mahasiswa Ancam Tingkatkan Eskalasi Aksi

Taufiq mengatakan demonstrasi yang digelar kali ini baru merupakan langkah awal. Ia menyebut aksi tersebut dipersiapkan dalam waktu singkat, namun berhasil menghimpun berbagai elemen mahasiswa dan pemuda di Sumatera Barat.

Ke depan, kata dia, aliansi akan terus menggalang dukungan dari berbagai kelompok masyarakat apabila tuntutan mereka tidak mendapat respons.

"Kami tetap berkomitmen untuk meningkatkan eskalasi gerakan. Kami akan mengakomodasi lebih banyak elemen masyarakat agar berbagai persoalan yang kami anggap sebagai bentuk ketidakadilan ini mendapat perhatian," ujarnya.

Dalam aksi tersebut, massa membentangkan sejumlah spanduk bertuliskan "Evaluasi Total Polda Sumbar", "Polda Buta", dan "Polda Busuk". Mereka juga membakar ban bekas di depan Mapolda sehingga sempat mengganggu arus lalu lintas.

Aksi sempat diwarnai saling dorong antara massa dan aparat saat petugas berupaya memadamkan api dari ban yang dibakar. Namun situasi kembali kondusif dan penyampaian aspirasi dilanjutkan secara damai.

Dalam demonstrasi itu, massa menyampaikan tiga tuntutan kepada Mabes Polri, yakni mendesak pemeriksaan terhadap Kapolda Sumbar atas dugaan kelalaian dalam menjalankan tugas, mengusut tuntas aktor intelektual di balik dugaan pabrik narkoba di Kota Padang, serta membentuk tim khusus untuk memberantas praktik tambang ilegal di Sumatera Barat beserta dugaan keterlibatan pihak-pihak yang melindunginya. 

2. Polisi Berlakukan Buka Tutup, Kemacetan di Jalur Lembah Anai Berpotensi Sampai Malam

Kemacetan di jalur Lembah Anai, Kecamatan Sepuluh Koto, Kabupaten Tanah Datar, diperkirakan masih akan berlangsung hingga pukul 17.00 WIB, Senin (29/6/2026).

Antrean kendaraan terjadi akibat pengerjaan pengaspalan jalan di dua titik yang disertai pembersihan material longsor.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot membenarkan kemacetan yang terjadi di jalur Lembah Anai sejak siang hingga menjelang sore.

"Benar, kemacetan terjadi siang menjelang sore di jalur Lembah Anai, tepatnya di Kilometer 66.700," ujar AKP Pifzen saat dikonfirmasi.

Ia menjelaskan, pengaspalan jalan sedang berlangsung di Kilometer 63.500 dan Kilometer 65.200. Sementara di Kilometer 66.700, petugas masih melakukan pembersihan material longsor yang terjadi beberapa hari lalu.

Akibat dua kegiatan tersebut, kepolisian menerapkan sistem arus buka tutup agar kendaraan tetap dapat melintas.

Baca juga: Semen Padang FC Gelar Latihan Perdana, Sejumlah Pemain Baru Menyusul Awal Juli

"Arus buka tutup kita berlakukan dari portal atas dan bawah secara bergiliran selama 30 menit di jalur Lembah Anai," jelasnya.

Menurut AKP Pifzen, pengerjaan pengaspalan jalan diperkirakan selesai hingga pukul 17.00 WIB. Dengan demikian, kepadatan kendaraan masih berpotensi terjadi hingga pekerjaan tersebut rampung.

Sementara itu, pembersihan material longsor belum memiliki batas waktu dan akan terus dilakukan hingga seluruh material berhasil dibersihkan.

"Untuk pembersihan material kita belum bisa pastikan waktunya, intinya sampai bersih," tutupnya.

AKP Pifzen menambahkan, ujung kemacetan kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi sudah sampai kafe i Bumi.

"Sedangkan dari arah Bukittinggi menuju Padang, ekor kemacetan terpantau di depan Mako Brimob Padang Panjang," tambahnya.

Baca juga: Pengaspalan Lembah Anai Picu Macet Parah Padang-Bukittinggi, Polisi Berlakukan Buka Tutup Jalan

Pengendara Diminta Sabar

Pengendara yang melintasi Jalur Lembah Anai, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar) Minggu (28/6/2026), diimbau untuk bersabar.

Pasalnya, proses pengaspalan di dua titik jalan membuat arus lalu lintas diberlakukan sistem buka tutup sehingga antrean kendaraan mengular dari kedua arah.

Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengatakan perbaikan jalan saat ini masih berlangsung di dua lokasi yang berada di ruas nasional Padang-Padang Panjang.

"Dua titik. Satu di Kilometer 63, tepat di bawah lokasi jalan putus, dan satu lagi di kawasan Jembatan Kembar atau rel kereta api lama," kata AKP Pifzen Finot saat dikonfirmasi TribunPadang.com.

Ia menjelaskan, selama pekerjaan berlangsung, arus kendaraan tidak ditutup sepenuhnya. Petugas menerapkan sistem buka tutup agar kendaraan dari dua arah tetap dapat melintas secara bergantian.

Baca juga: Jalur Padang-Solok Tersendat Pagi Ini, Arus Lalin di Sitinjau Lauik Padat hingga Terjadi Antrean

Pengerjaan Dilakukan Setiap Hari hingga Sore

AKP Pifzen Finot menjelaskan, pekerjaan pengaspalan dimulai setiap hari pukul 08.00 WIB dan berakhir sekitar 17.00 WIB.

Selama rentang waktu tersebut, kendaraan yang melintas harus mengikuti pengaturan petugas karena jalur hanya dapat dilalui secara bergantian.

"Mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Selama pengerjaan diberlakukan sistem buka tutup," ujarnya.

Hingga saat ini belum ada kepastian kapan pekerjaan akan selesai.

Menurutnya, penyelesaian proyek sangat bergantung pada kondisi cuaca di kawasan Lembah Anai.

"Belum bisa diprediksi sampai kapan. Kalau hujan turun, pekerjaan otomatis dihentikan. Jadi sangat bergantung pada cuaca," katanya.

Baca juga: Mandi di Pantai Gasan Gadang Padang Pariaman, Remaja 13 Tahun Asal Pekanbaru Tewas Terseret Ombak

Antrean Kendaraan Mengular dari Dua Arah

Akibat sistem buka tutup, kepadatan kendaraan terjadi dari arah Kota Padang maupun Padang Panjang.

AKP Pifzen Finot mengatakan antrean kendaraan dari arah Kota Padang bahkan mencapai kawasan Kayu Tanam.

Sementara itu, dari arah Padang Panjang, antrean kendaraan mengular hingga Jembatan Kembar.

Meski demikian, petugas Satlantas Polres Padang Panjang tetap disiagakan untuk mengatur arus lalu lintas.

Menurutnya, personel ditempatkan secara mobile karena pada hari yang sama arus kendaraan juga meningkat di kawasan Pasar Koto Baru yang bertepatan dengan akhir pekan dan aktivitas pasar.

"Ada petugas yang standby, tetapi sifatnya mobile karena kami juga mengantisipasi kepadatan di Pasar Koto Baru. Hari ini libur akhir pekan dan besok hari pasar sehingga arus kendaraan memang mulai meningkat," ujarnya.

Pengendara Diminta Bersabar dan Tidak Menyerobot Jalur

AKP Pifzen Finot mengimbau masyarakat agar mempersiapkan perjalanan dengan baik sebelum melintasi Jalur Lembah Anai.

Selain harus mengantisipasi antrean akibat sistem buka tutup, pengendara juga diminta memperhatikan kondisi cuaca karena kawasan tersebut masih memiliki potensi gangguan apabila hujan deras terjadi.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar saat mengantre di Lembah Anai. Jika nanti turun hujan lebat atau cuaca memburuk, sebaiknya menahan diri terlebih dahulu sampai dipastikan jalur aman dilalui," katanya.

Baca juga: Ogah Merogoh Kocek Lebih untuk Pertamax, Pemotor di Padang Bertahan Pilih Pertalite demi Hemat

Ia juga meminta pengendara tidak mengambil jalur lawan arah atau menyerobot antrean karena tindakan tersebut justru akan memperparah kemacetan.

"Silakan mengantre dengan tertib. Jangan menyerobot ke kanan karena itu akan memperlambat arus. Nanti kendaraan akan kami lewatkan secara bergantian melalui sistem buka tutup," ujarnya.

Meski demikian, AKP Pifzen Finot memastikan kondisi jalur Lembah Anai saat ini masih aman.

"Untuk saat ini kondisi aman terkendali dan cuaca juga cukup cerah," katanya.

Pengendara Sebut Lalu Lintas Tetap Bergerak

Sementara itu, salah seorang pengendara, Qadri, mengatakan dirinya melintasi Jalur Lembah Anai sekitar pukul 11.30 WIB.

Menurutnya, kendaraan memang tampak padat dari kedua arah. Namun arus lalu lintas masih terus bergerak karena sistem buka tutup berjalan dengan baik.

Baca juga: Antre Sejam Asal Tangki Penuh Solar, Sopir Truk: Daripada di Tengah Jalan Pusing dan Mengantre Lagi

"Saat saya lewat memang padat, tetapi tidak macet total. Kendaraan masih terus bergerak bergantian," ujarnya.

Ia menyebut antrean kendaraan dari arah Padang mencapai kawasan Air Terjun Lembah Anai, sedangkan dari arah Padang Panjang mengular hingga Gerbang Mifan.

Menurut Qadri, titik perlambatan berada di sekitar Jembatan Kembar rel kereta api lama, tepatnya di dekat bekas Pemandian Mega Mendung, yang menjadi lokasi pekerjaan pengaspalan sehingga kendaraan harus bergantian melintas.

3. Tiga Truk Tronton Laka Beruntun di Jalinsum Dharmasraya, Diduga Sopir Tak Jaga Jarak

Kecelakaan lalu lintas beruntun yang melibatkan tiga truk tronton terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Jorong Sungai Kemuning, Kenagarian Sungai Rumbai, Kecamatan Sungai Rumbai, Kabupaten Dharmasraya, Sumatera Barat (Sumbar), Senin (29/6/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kasat Lantas Polres Dharmasraya, Iptu Wahyuli Amra, membenarkan adanya kecelakaan yang melibatkan tiga kendaraan berat tersebut.

"Iya benar, telah terjadi kecelakaan lalu lintas yang melibatkan tiga kendaraan truk di Jalan Lintas Sumatera wilayah Sungai Rumbai," katanya saat dikonfirmasi.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun seluruh kendaraan mengalami kerusakan dan sudah diamankan di Polres Dharmasraya," tambahnya.

Baca juga: Truk Rusak di Sitinjau Lauik Picu Macet Panjang, Sistem Buka Tutup Diterapkan

Bermula Saat Truk Tangki Mengerem

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), kecelakaan bermula saat sebuah truk tangki Hino Tronton yang dikemudikan Agung Arista melaju dari arah Muaro Bungo menuju Kota Padang dengan kecepatan sedang.

Sesampainya di lokasi kejadian, pengemudi truk tangki terkejut karena di depannya terdapat dump truck Hino Tronton yang dikemudikan Masrizal.

Untuk menghindari tabrakan, pengemudi truk tangki langsung melakukan pengereman.

Namun, pada saat bersamaan, dari arah belakang melaju dump truck Hino Tronton lainnya yang dikemudikan Surya Efendi.

Baca juga: Semen Padang FC Resmi Datangkan Mantan Gelandang Malut United, Alwi Slamat Pulang ke Ranah Minang

Diduga karena kurang memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya dan jarak kendaraan yang sudah terlalu dekat, pengemudi dump truck tidak mampu mengendalikan laju kendaraannya sehingga menabrak bagian belakang truk tangki.

Benturan keras tersebut membuat truk tangki terdorong ke depan hingga menghantam dump truck yang berada di depannya.

Akibatnya, kecelakaan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan berat pun tidak dapat dihindari.

Ketiga Kendaraan Rusak Parah

Akibat kecelakaan tersebut, seluruh kendaraan mengalami kerusakan yang cukup parah. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden tersebut.

Iptu Wahyuli Amra mengatakan seluruh kendaraan yang terlibat telah diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Baca juga: Mulai 18 Juli 2026, CFD Katapiang Bakal Jadi Ikon Baru Wisata Akhir Pekan Padang Pariaman

"Petugas telah menerima laporan, mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP, mendokumentasikan kondisi di lokasi, serta mengamankan kendaraan yang terlibat guna proses penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Ia juga mengimbau seluruh pengguna jalan, khususnya pengemudi kendaraan angkutan barang, agar selalu menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan serta meningkatkan kewaspadaan saat melintas di ruas Jalan Lintas Sumatera yang memiliki arus lalu lintas padat.

"Kami mengimbau para pengemudi untuk selalu berkendara dengan hati-hati, menjaga jarak aman, dan tetap fokus saat mengemudikan kendaraan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi," tutupnya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.