TRIBUNNEWSMAKER.COM - Penunjukan Mufli Budi Ananda, yang dikenal publik sebagai asisten Raffi Ahmad, sebagai Komisaris PT Krakatau Posco terus menjadi sorotan dan memicu beragam tanggapan di media sosial.
Salah satu kritik datang dari psikolog Lita Gading yang mengaku mempertanyakan dasar pengangkatan Mufli ke posisi strategis tersebut.
Melalui sebuah video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Lita menyampaikan pandangannya mengenai latar belakang pendidikan serta kompetensi yang dinilai penting untuk menduduki jabatan komisaris.
Menurutnya, keputusan tersebut memunculkan tanda tanya besar di tengah banyaknya lulusan perguruan tinggi yang hingga kini masih berjuang memperoleh pekerjaan.
Lita mengaku merasa heran karena pengangkatan Mufli dianggap tidak mencerminkan kondisi dunia kerja yang dihadapi banyak pencari kerja di Indonesia.
"Tumben enggak pasang buzzer, tuh saya posting mengenai asistennya Raffi Ahmad yang jadi Komisaris Krakatau luar biasa," katanya.
Dalam pernyataannya, Lita kemudian secara terbuka mempertanyakan riwayat pendidikan Mufli sebagai salah satu alasan munculnya kritik tersebut.
"Padahal dia SMA lulus enggak ya? Atau kuliah? Kuliah aja enggak, guys. Sekarang orang yang di luar sana, yang banyak sekali S1, S2, S3, enggak ada dapat kerjaan," ucapnya.
Ucapan tersebut pun memicu perdebatan di ruang publik, dengan sebagian warganet mendukung pandangan Lita, sementara sebagian lainnya meminta agar penilaian terhadap seseorang tidak semata-mata didasarkan pada latar belakang pendidikan formal.
Baca juga: Prestasi Mufli Budi Ananda, Asisten Pribadi Raffi Ahmad Kini Tiba-tiba Jadi Komisaris Krakatau Posco
Lita juga mengaitkan pengangkatan tersebut dengan pandangannya mengenai praktik oligarki dalam proses penempatan jabatan di sejumlah posisi penting.
"Ini gara-gara oligarki guys, langsung ditempatkan di sana," katanya.
Pernyataan Lita dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan memancing beragam respons dari masyarakat yang ikut memperdebatkan soal kompetensi, rekam jejak, serta mekanisme penunjukan pejabat di perusahaan.
Hingga kini, polemik mengenai penunjukan Mufli Budi Ananda sebagai Komisaris PT Krakatau Posco masih menjadi perbincangan publik, sementara berbagai pihak terus menyampaikan pandangan mereka terkait isu tersebut.
Meski demikian, Lita menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud merendahkan profesi asisten pribadi.
Menurutnya, yang menjadi sorotan adalah kesesuaian kompetensi seseorang dengan jabatan komisaris.
"Bukankah asisten itu nenteng-nenteng tas, kerjaannya begitu ya guys? Coba-coba kasih tahu ke saya, apa aja tuh yang namanya asisten seorang artis itu," ujarnya.
"Bukan kita tidak menghargai pekerjaan dia ya, ingat bukan ya tapi kita melihat kompetensi dia sebagai komisaris di krakatau itu," lanjutnya.
Baca juga: Fakta Tersembunyi Dibalik Bantahan Raffi Ahmad di Kasus Blueray: Lapor ke Istana & DPR Sebelum Viral
Lita turut menyampaikan kritik kepada Raffi Ahmad terkait penunjukan tersebut.
Yang bener aja Raffi, kalau mau menempatkan orang sesuai kompetensinya dong memalukan tahu enggak sih kayak kamu enggak punya harga diri. Kecewa saya loh," katanya.
Sebelumnya, nama Mufli Budi Ananda menjadi sorotan setelah ditunjuk sebagai Komisaris PT Krakatau Posco.
Mufli dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad dan kerap mendampingi suami Nagita Slavina itu dalam berbagai aktivitas, termasuk mengikuti ajang World Marathon Majors di sejumlah negara.
Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), Mufli tercatat menyelesaikan pendidikan Diploma Tiga (D3) Teknik Listrik di Politeknik Bunda Kandung.
Ia juga sempat melanjutkan studi S1 di Institut Sains dan Teknologi Nasional, namun tidak menyelesaikan pendidikannya.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Raffi Ahmad, Mufli Budi Ananda, maupun PT Krakatau Posco terkait kritik yang disampaikan Lita Gading.
(Tribunnewsmaker.com/ TribunJakarta)