Tekan Ancaman Demam Berdarah Pascabencana, SPPG Tukka & Dinkes Tapteng Fogging Lingkungan Masyarakat
Azis Husein Hasibuan June 30, 2026 09:27 AM

TRIBUN-MEDAN.com , TAPTENG — Tingginya angka penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mendorong Mitra SPPG Kecamatan Tukka bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Tengah melakukan langkah pencegahan melalui kegiatan fogging (pengasapan) di sejumlah titik rawan, Senin (29/6/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya memutus rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti, terutama pascabencana yang menyebabkan munculnya sejumlah titik berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.

Pelaksanaan fogging dipimpin Mitra SPPG Kecamatan Tukka, Putra Sitompul, didampingi Koordinator Kecamatan Mitra SPPG Tukka Rizky Sibuea dan Kepala Mitra SPPG Kecamatan Tukka Cindy Nofisa Tambunan.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Dinas Kesehatan melalui PJ Pengelola Program DBD Puskesmas Tukka, Tiulinda Sitompul.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Trantib Kelurahan Hutanabolon Henri Anto Panggabean, Ketua LPM Kelurahan Hutanabolon Awak Lukdin Panggabean, serta masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam proses pengasapan lingkungan.

Putra Sitompul menyampaikan bahwa kegiatan fogging merupakan bentuk kepedulian Mitra SPPG Kecamatan Tukka terhadap kesehatan masyarakat sekaligus langkah preventif untuk mengurangi risiko penyebaran DBD di wilayah Tukka.

“Fogging ini merupakan langkah pencegahan agar masyarakat dapat terhindar dari ancaman demam berdarah. Kami berharap kegiatan ini dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan aman,” ujar Putra.

Ia menjelaskan, Kecamatan Tukka menjadi salah satu wilayah prioritas karena masih terdapat sejumlah lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti genangan air, tumpukan kayu, material pasir, hingga saluran drainase yang kurang terawat pascabencana.

Berdasarkan informasi penanganan DBD di Tapteng, tercatat sebanyak 251 warga terjangkit DBD dengan 4 orang meninggal dunia. RSUD Pandan juga telah menangani ratusan pasien akibat peningkatan kasus penyakit tersebut.

Penanganan saat ini difokuskan di 20 kecamatan, dengan prioritas wilayah berisiko tinggi seperti Kecamatan Pandan, Tukka, Badiri, dan Pinangsori. Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah melalui Dinas Kesehatan juga terus mengintensifkan fogging, penyelidikan epidemiologi, serta mengaktifkan kembali gerakan 3M Plus untuk memutus siklus perkembangbiakan nyamuk.

PJ Pengelola Program DBD Puskesmas Tukka, Tiulinda Sitompul, mengapresiasi langkah Mitra SPPG Kecamatan Tukka yang ikut membantu pemerintah dalam upaya pencegahan penyebaran DBD.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, dan warga sangat penting dalam menghadapi peningkatan kasus DBD.

Apresiasi juga disampaikan warga Lingkungan III Kelurahan Tukka, M Yusuf Damanik. Ia mengaku berterima kasih atas kepedulian Mitra SPPG Kecamatan Tukka yang turun langsung melakukan pengasapan di lingkungan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Mitra SPPG Kecamatan Tukka yang telah peduli membantu masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran demam berdarah pascabencana. Semoga langkah ini memberikan manfaat besar untuk pencegahan ke depan,” ungkap Yusuf.

Melalui kegiatan fogging tersebut, diharapkan populasi nyamuk penyebab DBD dapat ditekan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat agar terus menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan menghilangkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

(*/ Tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.