Puluhan Bandit Digulung, Angka Kriminalitas di Bali Turun Drastis 56 Laporan, Ini Pesan Kapolda
Putu Dewi Adi Damayanthi June 30, 2026 10:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolda Bali, Irjen Pol Daniel Adityajaya, mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh jaringan pelaku kejahatan jalanan pasca operasi besar-besaran Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polda Bali.

Ketegasan ini disampaikan Kapolda Bali menyusul keberhasilan kepolisian dalam menggulung puluhan bandit yang kerap meresahkan masyarakat dan wisatawan.

"Kami dari Polda Bali menyampaikan kepada kita semua, masyarakat bahwa di Bali bukan tempat aman untuk pelaku tindak pidana," tegas Irjen Pol Daniel Adityajaya dalam konferensi pers di Mapolda Bali, Senin 29 Juni 2026.

Menurut Irjen Pol Daniel, seluruh jajaran Polda Bali berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk kriminalitas tanpa kompromi.

Baca juga: Jambret Spesialis WNA di Bali Ditangkap di Banyuwangi, Residivis 6 Kali Masuk Penjara

Selain kejahatan jalanan, polisi juga membidik pelanggaran hukum terkait barang subsidi dan sumber daya alam demi melindungi kesejahteraan masyarakat luas.

"Setiap tindak pidana tentunya akan kita tangani secara prosedural profesional," ujarnya.

Menyikapi situasi kamtibmas yang kian terkendali, Polda Bali meminta masyarakat untuk tidak ragu melapor jika menjadi korban kejahatan jalanan (4C), baik pencurian biasa, curat, curas, maupun curanmor.

Warga dapat memanfaatkan layanan darurat via telepon di nomor 110 agar Tim URC bisa langsung bergerak melakukan pengejaran di tempat kejadian perkara.

Bagi warga yang merasa kehilangan barang bawaan atau kendaraan, Kapolda Bali juga mengundang mereka untuk mendatangi kantor polisi terdekat.

"Silakan datang langsung ke kantor polisi untuk mengidentifikasi barang bukti yang telah diamankan, tapi dengan membawa dokumen kepemilikan atau bukti pendukung lain," kata Irjen Pol Daniel Adityajaya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol Lintar Mahardhono, mengungkapkan bahwa masifnya pergerakan Tim URC sukses menekan angka kriminalitas secara drastis dalam satu bulan terakhir.

Langkah ofensif dari Korps Bhayangkara ini terbukti membuahkan hasil signifikan di lapangan.

"Dari bulan kemarin, total di Polda Bali terjadi penurunan kurang lebih 56 laporan polisi dalam kurun waktu satu bulan," ungkap Kombes Pol Lintar Mahardhono.

Kombes Pol Lintar menjelaskan bahwa penurunan laporan polisi ini terjadi karena ruang gerak para pelaku langsung dipotong melalui pengejaran intensif.

Saat ini, polisi terus mendalami rekam jejak para tersangka yang sudah tertangkap untuk mengusut keterlibatan mereka pada kasus-kasus terdahulu.

"Pelaku-pelaku yang ditangkap ini saat ini masih dikembangkan oleh rekan-rekan Polda dan jajaran untuk dikembangkan ke LP-LP (Laporan, -Red) sebelumnya, apakah dia melakukan berulang atau tidak," jelasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.