Sebelum Ditemukan di Hutan Bukit Maras, 4 Remaja Sungailiat Sempat Minta Jemput dan Kirim Pesan WA
Ardhina Trisila Sakti June 30, 2026 10:03 AM

BANGKAPOS COM, BANGKA -- Niat empat remaja asal Sungailiat untuk menghabiskan waktu libur sekolah dengan berwisata ke Air Terjun Meruyan, Desa Berbura, berubah menjadi pengalaman traumatis.

Mereka sempat dilaporkan hilang dan tersesat di tengah lebatnya hutan Bukit Maras, Desa Berbura, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka, Minggu (28/6/2026) siang.

​Perjalanan yang awalnya direncanakan sebagai petualangan ceria berubah menjadi perjuangan bertahan hidup, setelah mereka kehilangan arah saat hendak turun dari lokasi air terjun.

​Keempat remaja tersebut berangkat dari Sungailiat pada pukul 09.30 WIB. Sempat menikmati keindahan Air Terjun Meruyan.

Suasana berubah mencekam saat mereka sadar tidak lagi menemukan jalur pendakian yang benar.

Kepanikan melanda saat hari mulai beranjak gelap, Rama orang tua salah satu remaja bernama Keanu, menuturkan rasa cemasnya saat sang anak tak kunjung pulang hingga malam hari. Upaya menghubungi ponsel anaknya sempat sia-sia.

​"Sekitar pukul 18.00 WIB, pesan WhatsApp saya hanya ceklis satu. Sepuluh menit kemudian, Keanu membalas dan meminta tolong dijemput tim SAR karena mereka tersesat," ungkap Rama kepada Bangkapos.com, Senin (29/6/2026).

​Mendengar kabar tersebut, Rama segera bergegas mencari bantuan. Setelah melalui proses koordinasi yang cukup menegangkan, tim gabungan yang melibatkan relawan Laskar Sekaban dan tim pencari dari Belinyu segera melakukan operasi penyisiran ke dalam hutan Bukit Maras.

​Pencarian yang dilakukan sepanjang malam akhirnya membuahkan hasil pada Senin dini hari. Sekitar pukul 04.25 WIB, keempat remaja tersebut ditemukan dalam kondisi selamat namun kelelahan.

​"Mereka sempat berputar-putar di dalam hutan hingga akhirnya memutuskan beristirahat dan tidur di sana. Saat tim melakukan pencarian, anak-anak ini mendengar suara peluit dan langsung membalasnya," tambahnya.

​Proses evakuasi pun tak kalah menantang. Keanu, yang sempat terjatuh saat tersesat, mengalami cedera sehingga tidak bisa berjalan normal.

Mengingat medan Bukit Maras yang sangat terjal dan berat, tim penyelamat harus berjuang ekstra keras dengan menggendong korban secara bergantian hingga sampai ke titik penjemputan.

​Setelah berhasil turun dengan selamat, keempat remaja tersebut langsung dilarikan ke RSUD Depati Bahrin, Sungailiat, untuk menjalani pemeriksaan medis intensif.

​Hasil pemeriksaan memastikan kondisi keempat remaja tersebut aman. Rama pun mengambil hikmah dari kejadian ini, mengingat saat kejadian, mereka tidak sempat melapor ke pos penjagaan karena penjaga sedang tidak berada di tempat.

​"Alhamdulillah semua aman. Mereka diminta untuk tetap menghormati kearifan lokal dan kedepannya wajib melalui jalur resmi serta melapor ke pos pendakian," teranya.

Keempat remaja telah kembali ke pelukan keluarga masing-masing,  setelah menjalani pengalaman yang tak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.

(Bangkapos.com/Adi Saputra)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.