BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Bupati Bangka, Fery Insani memberikan pernyataan tegas terkait proses lelang jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) di Pemerintah Kabupaten Bangka.
Ia menjamin proses seleksi dilakukan secara terbuka dan transparan, tanpa ada intervensi atau titipan dalam proses lelang jabatan Sekda, Selasa (30/6/2026).
"Silakan saja, kita terbuka untuk umum. Kita serahkan saja kepada mekanisme yang ada," tegas Fery Insani.
Ia menegaskan pihaknya berkomitmen untuk menjalankan prosedur sesuai dengan aturan yang berlaku, mengenai adanya calon-calon tertentu yang diunggulkan.
Fery mengaku sebagai manusia, tentu memiliki preferensi pribadi. Namun ia menegaskan hal tersebut tidak akan mempengaruhi proses seleksi yang sedang berjalan.
"Kita fokusnya kepada bagaimana kita how to manage the finance, bagaimana kita mengelola keuangan dengan baik," ucapnya.
Fokus utamanya saat ini adalah mendapatkan sosok yang memiliki kemampuan mumpuni, terutama dalam tata kelola keuangan daerah.
Dirinya juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak semata-mata mencari keuntungan (profit), melainkan memiliki tanggung jawab sosial yang besar.
"Pemerintah daerah tidak semata-mata mencari profit, bukan hanya profit oriented, tetapi juga ada motif sosial di dalamnya," ujarnya.
Fery menjelaskan dalam menjalankan roda pemerintahan, terdapat empat tipe pusat pertanggungjawaban dan mencakup unit-unit yang berfokus pada perolehan laba, unit yang fokus pada pengelolaan biaya serta unit yang memerlukan investasi untuk kemajuan daerah.
"Dalam perangkat daerah, ada empat tipe pusat pertanggungjawaban. Ada yang betul-betul profit, ada yang betul-betul biaya dan ada yang perlu investasi. Yang terpenting, bagaimana pemerintah bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat," ungkapnya.
(Bangkapos.com/Adi Saputra)