Profil DR TD Pardede, Konglomerat Batak Pertama Menteri Berdikari Era Soekarno
Array A Argus June 30, 2026 10:27 AM

TRIBUN-MEDAN.COM,- Warga di Sumatera Utara tentunya sudah tidak asing dengan nama DR TD Pardede.

Nama lengkapnya adalah DR Tumpal Dorianus Pardede.

Ia dikenal sebagai konglomerat Batak pertama di Sumatera Utara.

Pada era tahun 1980-an, harta kekayaan TD Pardede ditaksir mencapai Rp 550 miliar.

Baca juga: Profil Dandim Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, Jebolan Akmil 2006

Jika dikalkulasikan dengan nilai uang sekarang, kemungkinan harta kekayaannya tembus triliunan rupiah.

Tidak hanya dikenal sebagai konglomerat Batak pertama, ia juga sempat menjadi Menteri Berdikari di Kabinet Dwikora pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.

Ia dipercaya Soekarno menjadi Menteri Berdirikari karena dianggap sebagai sosok nasionalis, yang memegang teguh prinsip berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari) dan percaya pada kemampuan bangsa sendiri.

Setelah wafat, DR TD Pardede dibangunkan sebuah monumen.

Sosok Pengusaha TD Pardede yang dikenal sebagai konglomerat Batak pertama di Sumatera Utara.
Sosok Pengusaha TD Pardede yang dikenal sebagai konglomerat Batak pertama di Sumatera Utara. (Istimewa/Kolase Tribunmedan)

Baca juga: Profil Antonius Devolis Tumanggor, Anggota DPRD Medan yang Dilapor Gebuki Tetangga Hartanya Rp 4,6 M

Monumennya ada di Jalan Medan-Binjai KM 10,8 Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

Namun, pagar di monumen TD Pardede sempat dirusak diduga dicuri maling.

Pada Juni 2026, kabar dugaan pencurian pagar monumen TD Pardede ini pun viral.

Terlepas dari hal itu, TD Pardede banyak memberikan sumbangsih bagi Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

Ia dikenal sebagai tokoh olahraga yang sempat membangun tim sepak bola Pardedetex, Harimau Tapanuli, dan PSMS Medan.

Baca juga: Disebut Roy Suryo Sebagai Termul, Sosok Suhadi Ajukan Intervensi Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi

Profil DR TD Pardede

DR TD Pardede awalnya dikenal sebagai pengusaha sukses asal Balige, Tapanuli Utara.

Ia lahir pada 16 Oktober 1916 dan wafat pada 18 November 1991.

Semasa hidupnya, TD Pardede dikenal sebagai konglomerat Batak karena memiliki sejumlah bisnis, mulai dari tekstil, perhotelan, perkebunan, dan berbagai perusahaan lain.

Baca juga: Profil Boy Arnez Arabi, Atlet Voli Labuhanbatu Peraih 2 Penghargaan AVC Mens 2026

Dari catatan Tribun-medan.com, TD Pardede tidak langsung kaya begitu saja.

Anak dari Willem Pardede dan Toing Joanna br. Tambunan ini memulai usahanya dari bawah.

Suami dari Hermina br. Napitupulu ini mengawali usahanya dengan membuka kedai tuak.

Ia mengembangkan usahanya dengan berdagang kain dari kampung ke kampung, berjualan hasil bumi.

Putri TD Pardede, Indriany Pardede pernah mengisahkan perjuangan sang ayah.

Baca juga: Profil Kombes Pol Mohammad Rendra Salipu, Dansat Brimob Polda Sumut Berpengalaman di Wilayah Konflik

Ketika pendudukan Jepang, ayahnya pernah menjadi pedagang gula Batak untuk daerah Tapanuli, yang tidak memiliki banyak saingan. 

Dari sana, TD Pardede terus membangun usaha, hingga kemudian dilirik oleh Presiden Soekarno untuk dijadikan Menteri Berdikari.

Kiprah dan Jasa

Meski dikenal sebagai sosok kaya raya pada zamannya, hal itu tak membuat TD Pardede berlaku sombong/

Ia justru aktif di lingkungan gereja, pendidikan, dan organisasi ekonomi.

Bahkan, ayah dari 9 anak ini pernah berkutat di dunia olahraga, khususnya sepak bola.

Karena kecintaannya pada dunia sepak bola, TD Pardede mendirikan sejumlah klub sepak bola.

Baca juga: Profil Mahyaruddin Salim Batubara, Wali Kota Tanjung Balai Harta Kekayaan Rp 7, 1 Miliar

Di awal kejayaannya, ia sempat mendirikan Pardedetex, hingga Harimau Tapanuli.

Kelak, klub tersebut berubah menjadi PSMS Medan.

Namun, kecintaannya akan dunia sepak bola sempat membuatnya kecewa.

Ia kecewa setelah melihat kondisi persepakbolaan Indonesia yang penuh suap dan "main sabun".

Pada awal dekade 1980-an, Pardedetex dibubarkan dan mundur dari kompetisi Galatama.

9 Anak TD Pardede

Dari pernikahan TD Pardede dengan Hermina Napitupulu, mereka dikaruniai 9 orang anak.

Baca juga: Profil Boby Arianto, Camat Bermasalah Dapat Promosi Bakal Ditenggelamkan ke Laut Jika Buat Ulah Lagi

Ke 9 anak TD Pardede diantaranya:

Sariaty Pardede, lahir 23 Maret 1938, Balige

Emmy Pardede, lahir 16 Januari 1940, Dolok Ilir

Drs. Rudolf M. Pardede, lahir 4 April 1942, Balige

Anny Pardede, lahir 8 Agustus 1947, Balige

Mery Pardede, lahir 7 Agustus 1949, Balige

Hisar Pardede, lahir 6 Juni 1952, Medan

Johny Pardede, lahir 24 April 1954, Medan

Reny Pardede, lahir 15 Oktober 1955, Medan

Indriany Pardede, lahir 23 Oktober 1960, Medan

Perusahaan Milik TD Pardede di antaranya:

Hotel Danau Toba International Medan

Pardede International Hotel Medan

Rumah Sakit Umum Herna Medan

Universitas Darma Agung Medan

Institut Sains dan Teknologi T.D Pardede Medan

Gedung Pardede Hall Medan

Akademi Keperawatan Herna Medan

PT Salomo Berkat Real Estate

Danau Toba Motel Medan

Sekolah Pardede Binjai (SD, SMP, SMA, SMK)

Pabrik Tekstil TD.Pardede Medan (produksi Selimut dan Bantal)

Hotel Danau Toba International Parapat

Danau Toba Cottage Parapat

Darma Agung Beach Hotel Parapat

Hotel Danau Toba International Berastagi

Perkebunan Kelapa Sawit Pardede Rantau Prapat

Balai Hermina Jakarta

Surat Kabar Perjuangan Medan

Villa & Cottage Hermina Bogor

Lapangan Sepak Bola TD.Pardede (Gelora Pardede) Binjai

PT J.Surya Sakti Fishery & Cold Storage Belawan, Sibolga, dan Banda Aceh

Mutiara Holiday Travel & Tour Medan

Hotel Hermina Jakarta

Danau Toba Cottages Berastagi

Yayasan Abdi Mulia Sidikalang

Rumah Parsaktian TD Pardede Balige

Perkebunan Karet TD Pardede Labuhan Batu,Sumut

TD Pardede Royal Apartemen Medan

Mess TD PARDEDE Laguboti

Radio Suara Nafiri Medan (50 persen saham kepemilikan milik TD.Pardede)

Danau Toba Cottages Belawan

Baca juga: Sosok Johny Pardede di Mata Eks Pemain Harimau Tapanuli, Colly Misrun

Riwayat Karier

Wakil Ketua Majelis Indonesia (MII)

Ketua Gabungan Perajutan Sumatera Utara

Wakil Ketua |Majelis Perniagaan dan Perusahaan (MPP)

Ketua IV Dewan Ekonomi Indonesia Pusat di Jakarta

Anggota Majelis Pusat Gereja HKBP

Ketua Dewan Keuangan Umum HKBP

Ketua Dewan Pimpinan Yayasan Universitas HKBP Nommensen

Anggota Dewan Penyantun Universitas Sumatera Utara

Penasehat Menteri Perindustrian Rakyat

Anggota Badan Pekerja Lengkap DGI (Dewan Gereja gereja Indonesia)

Wakil Menteri Menko Deperindra urusan Berdikari

Ketua Umum Bamunas Pusat

Rektor Universitas HKBP Nommensen

Anggota DPR/MPR RI melalui pemilu

Ketua Pelaksana Panitia Konferensi Executive Gereja Luther Sedunia (LWF)

Ketua Umum Konsultasi Pendidikan Theologia Sumut

Ketua Umum PSSI

Rektor Universitas Darma Agung

Ketua Yayasan Universitas Darma Agung

Ketua Harian Pengurus Sepak Bola Galatama

Menteri Berdikari Republik Indonesia

(ray/tribun-medan.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.