TRIBUN-MEDAN.COM,- Warga di Sumatera Utara tentunya sudah tidak asing dengan nama DR TD Pardede.
Nama lengkapnya adalah DR Tumpal Dorianus Pardede.
Ia dikenal sebagai konglomerat Batak pertama di Sumatera Utara.
Pada era tahun 1980-an, harta kekayaan TD Pardede ditaksir mencapai Rp 550 miliar.
Baca juga: Profil Dandim Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, Jebolan Akmil 2006
Jika dikalkulasikan dengan nilai uang sekarang, kemungkinan harta kekayaannya tembus triliunan rupiah.
Tidak hanya dikenal sebagai konglomerat Batak pertama, ia juga sempat menjadi Menteri Berdikari di Kabinet Dwikora pada masa pemerintahan Presiden Soekarno.
Ia dipercaya Soekarno menjadi Menteri Berdirikari karena dianggap sebagai sosok nasionalis, yang memegang teguh prinsip berdiri di atas kaki sendiri (Berdikari) dan percaya pada kemampuan bangsa sendiri.
Setelah wafat, DR TD Pardede dibangunkan sebuah monumen.
Baca juga: Profil Antonius Devolis Tumanggor, Anggota DPRD Medan yang Dilapor Gebuki Tetangga Hartanya Rp 4,6 M
Monumennya ada di Jalan Medan-Binjai KM 10,8 Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.
Namun, pagar di monumen TD Pardede sempat dirusak diduga dicuri maling.
Pada Juni 2026, kabar dugaan pencurian pagar monumen TD Pardede ini pun viral.
Terlepas dari hal itu, TD Pardede banyak memberikan sumbangsih bagi Indonesia, khususnya Sumatera Utara.
Ia dikenal sebagai tokoh olahraga yang sempat membangun tim sepak bola Pardedetex, Harimau Tapanuli, dan PSMS Medan.
Baca juga: Disebut Roy Suryo Sebagai Termul, Sosok Suhadi Ajukan Intervensi Praperadilan Kasus Ijazah Jokowi
DR TD Pardede awalnya dikenal sebagai pengusaha sukses asal Balige, Tapanuli Utara.
Ia lahir pada 16 Oktober 1916 dan wafat pada 18 November 1991.
Semasa hidupnya, TD Pardede dikenal sebagai konglomerat Batak karena memiliki sejumlah bisnis, mulai dari tekstil, perhotelan, perkebunan, dan berbagai perusahaan lain.
Baca juga: Profil Boy Arnez Arabi, Atlet Voli Labuhanbatu Peraih 2 Penghargaan AVC Mens 2026
Dari catatan Tribun-medan.com, TD Pardede tidak langsung kaya begitu saja.
Anak dari Willem Pardede dan Toing Joanna br. Tambunan ini memulai usahanya dari bawah.
Suami dari Hermina br. Napitupulu ini mengawali usahanya dengan membuka kedai tuak.
Ia mengembangkan usahanya dengan berdagang kain dari kampung ke kampung, berjualan hasil bumi.
Putri TD Pardede, Indriany Pardede pernah mengisahkan perjuangan sang ayah.
Baca juga: Profil Kombes Pol Mohammad Rendra Salipu, Dansat Brimob Polda Sumut Berpengalaman di Wilayah Konflik
Ketika pendudukan Jepang, ayahnya pernah menjadi pedagang gula Batak untuk daerah Tapanuli, yang tidak memiliki banyak saingan.
Dari sana, TD Pardede terus membangun usaha, hingga kemudian dilirik oleh Presiden Soekarno untuk dijadikan Menteri Berdikari.
Meski dikenal sebagai sosok kaya raya pada zamannya, hal itu tak membuat TD Pardede berlaku sombong/
Ia justru aktif di lingkungan gereja, pendidikan, dan organisasi ekonomi.
Bahkan, ayah dari 9 anak ini pernah berkutat di dunia olahraga, khususnya sepak bola.
Karena kecintaannya pada dunia sepak bola, TD Pardede mendirikan sejumlah klub sepak bola.
Baca juga: Profil Mahyaruddin Salim Batubara, Wali Kota Tanjung Balai Harta Kekayaan Rp 7, 1 Miliar
Di awal kejayaannya, ia sempat mendirikan Pardedetex, hingga Harimau Tapanuli.
Kelak, klub tersebut berubah menjadi PSMS Medan.
Namun, kecintaannya akan dunia sepak bola sempat membuatnya kecewa.
Ia kecewa setelah melihat kondisi persepakbolaan Indonesia yang penuh suap dan "main sabun".
Pada awal dekade 1980-an, Pardedetex dibubarkan dan mundur dari kompetisi Galatama.
Dari pernikahan TD Pardede dengan Hermina Napitupulu, mereka dikaruniai 9 orang anak.
Baca juga: Profil Boby Arianto, Camat Bermasalah Dapat Promosi Bakal Ditenggelamkan ke Laut Jika Buat Ulah Lagi
Ke 9 anak TD Pardede diantaranya:
Sariaty Pardede, lahir 23 Maret 1938, Balige
Emmy Pardede, lahir 16 Januari 1940, Dolok Ilir
Drs. Rudolf M. Pardede, lahir 4 April 1942, Balige
Anny Pardede, lahir 8 Agustus 1947, Balige
Mery Pardede, lahir 7 Agustus 1949, Balige
Hisar Pardede, lahir 6 Juni 1952, Medan
Johny Pardede, lahir 24 April 1954, Medan
Reny Pardede, lahir 15 Oktober 1955, Medan
Indriany Pardede, lahir 23 Oktober 1960, Medan
Hotel Danau Toba International Medan
Pardede International Hotel Medan
Rumah Sakit Umum Herna Medan
Universitas Darma Agung Medan
Institut Sains dan Teknologi T.D Pardede Medan
Gedung Pardede Hall Medan
Akademi Keperawatan Herna Medan
PT Salomo Berkat Real Estate
Danau Toba Motel Medan
Sekolah Pardede Binjai (SD, SMP, SMA, SMK)
Pabrik Tekstil TD.Pardede Medan (produksi Selimut dan Bantal)
Hotel Danau Toba International Parapat
Danau Toba Cottage Parapat
Darma Agung Beach Hotel Parapat
Hotel Danau Toba International Berastagi
Perkebunan Kelapa Sawit Pardede Rantau Prapat
Balai Hermina Jakarta
Surat Kabar Perjuangan Medan
Villa & Cottage Hermina Bogor
Lapangan Sepak Bola TD.Pardede (Gelora Pardede) Binjai
PT J.Surya Sakti Fishery & Cold Storage Belawan, Sibolga, dan Banda Aceh
Mutiara Holiday Travel & Tour Medan
Hotel Hermina Jakarta
Danau Toba Cottages Berastagi
Yayasan Abdi Mulia Sidikalang
Rumah Parsaktian TD Pardede Balige
Perkebunan Karet TD Pardede Labuhan Batu,Sumut
TD Pardede Royal Apartemen Medan
Mess TD PARDEDE Laguboti
Radio Suara Nafiri Medan (50 persen saham kepemilikan milik TD.Pardede)
Danau Toba Cottages Belawan
Baca juga: Sosok Johny Pardede di Mata Eks Pemain Harimau Tapanuli, Colly Misrun
Wakil Ketua Majelis Indonesia (MII)
Ketua Gabungan Perajutan Sumatera Utara
Wakil Ketua |Majelis Perniagaan dan Perusahaan (MPP)
Ketua IV Dewan Ekonomi Indonesia Pusat di Jakarta
Anggota Majelis Pusat Gereja HKBP
Ketua Dewan Keuangan Umum HKBP
Ketua Dewan Pimpinan Yayasan Universitas HKBP Nommensen
Anggota Dewan Penyantun Universitas Sumatera Utara
Penasehat Menteri Perindustrian Rakyat
Anggota Badan Pekerja Lengkap DGI (Dewan Gereja gereja Indonesia)
Wakil Menteri Menko Deperindra urusan Berdikari
Ketua Umum Bamunas Pusat
Rektor Universitas HKBP Nommensen
Anggota DPR/MPR RI melalui pemilu
Ketua Pelaksana Panitia Konferensi Executive Gereja Luther Sedunia (LWF)
Ketua Umum Konsultasi Pendidikan Theologia Sumut
Ketua Umum PSSI
Rektor Universitas Darma Agung
Ketua Yayasan Universitas Darma Agung
Ketua Harian Pengurus Sepak Bola Galatama
Menteri Berdikari Republik Indonesia
(ray/tribun-medan.com)