Jemaah Haji Asal Ciamis Meninggal di Madinah, Sempat Koma dan Dirawat Intensif Selama Dua Pekan
Dedy Herdiana June 30, 2026 11:19 AM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Kabar duka datang dari Tanah Suci. Seorang jemaah haji asal Kabupaten Ciamis, Abdul Mubarok (67), yang tergabung dalam Kloter KJT 31 Embarkasi Kertajati, meninggal dunia di Madinah, Arab Saudi.

Abdul Mubarok mengembuskan napas terakhir pada Minggu (28/6/2026) pukul 18.10 Waktu Arab Saudi (WAS) setelah menjalani perawatan intensif selama kurang lebih dua pekan di King Fahd Hospital, Madinah.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Ciamis, H. Nana Supriatna, menyampaikan belasungkawa atas wafatnya jemaah haji asal Ciamis tersebut.

"Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Abdul Mubarok. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberi kesabaran dan keikhlasan," ujar Nana, Selasa (30/6/2026).

Baca juga: 2 Haji Asal Ciamis Belum Bisa Pulang ke Tanah Air, 411 Jemaah Tiba Tadi Malam

Berdasarkan sertifikat kematian yang diterbitkan Misi Medis Indonesia di Arab Saudi, almarhum meninggal akibat syok hipovolemik (hypovolemic shock) yang dipicu heat stroke atau serangan panas.

Selain itu, almarhum juga memiliki riwayat hipertensi sebagai penyakit penyerta.

Dari dokumen kronologis jemaah wafat, Abdul Mubarok diketahui masuk kategori jemaah risiko tinggi karena memiliki riwayat penyakit jantung iskemik dan pembesaran jantung (cardiomegaly).

Kondisi kesehatannya mulai menurun pada 14 Juni 2026 setelah menempuh perjalanan dari Makkah menuju Madinah. 

Saat itu, almarhum mengalami penurunan kesadaran dan langsung mendapat penanganan medis sebelum dirujuk ke King Fahd Hospital.

Sehari kemudian, kondisi kesehatannya semakin memburuk hingga mengalami koma dengan nilai Glasgow Coma Scale (GCS) 3. 

Tim medis kemudian melakukan perawatan intensif di ruang ICU dengan bantuan ventilator dan tindakan hemodialisis atau cuci darah.

Baca juga: Kemenhaj Kota Tasikmalaya Catat Ada Lima Jemaah Haji Wafat di Tanah Suci 

Pada 16 Juni 2026, kondisi kesadaran almarhum sempat menunjukkan perbaikan dengan nilai GCS meningkat menjadi 10. 

Namun beberapa hari berikutnya, kesehatannya kembali menurun sehingga harus mendapatkan perawatan lanjutan di ruang isolasi ICU.

Setelah menjalani perawatan intensif hingga akhir Juni, kondisi Abdul Mubarok terus mengalami penurunan. 

Pada 28 Juni 2026 pukul 18.10 WAS, almarhum mengalami henti jantung dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.

Selama menjalankan ibadah di Tanah Suci, Abdul Mubarok diketahui telah menunaikan satu kali umrah wajib dan tujuh kali umrah sunah sebelum kondisi kesehatannya memburuk.

Usai proses pemulasaraan selesai, almarhum dimakamkan di Pemakaman Baqi atau Jannatul Baqi, Madinah. 

Kompleks pemakaman tersebut berada di sebelah timur Masjid Nabawi dan menjadi tempat peristirahatan ribuan sahabat Nabi Muhammad SAW, keluarga Rasulullah SAW, serta penduduk Madinah sejak masa awal Islam.

Nana Supriatna mengingatkan seluruh jemaah haji, terutama yang lanjut usia dan memiliki penyakit penyerta, agar selalu menjaga kondisi kesehatan selama berada di Tanah Suci.

"Cuaca ekstrem di Tanah Suci menjadi tantangan tersendiri sehingga kepatuhan terhadap arahan petugas kesehatan sangat penting demi kelancaran pelaksanaan ibadah haji," pungkasnya.(*)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.