Tribunlampung.co.id, Kendal - Kecelakaan maut di Kendal, pemuda tewas usai motor yang dikendarainya menabrak truk yang terparkir dipinggir jalan.
Baca Juga: Motor dan Innova Terlibat Kecelakaan di Tangerang, Satu Orang Tewas
Lokasi kecelakaan di Jalan Tentara Pelajar, atau jalan tembus Desa Purwokerto Kecamatan Patebon Kabupaten Kendal, Senin (29/6/2026) pukul 05:00 WIB.
Korban diketahui Imdad Maulani, warga Johorejo RT 04 RW 02 Kecamatan Gemuh Kabupaten Kendal.
Kerasnya benturan, membuat kepala korban mengalami luka serius dan patah tulang kaki.
"Korban meninggal dunia karena mengalami luka serius," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro saat dihubungi.
Heru menerangkan kronologi kecelakaan, bermula saat korban yang mengendarai motor BeAt berplat nomor H-4382-BMD melaju dari arah Semarang.
Korban diduga kurang konsentrasi dan langsung menabrak bagian belakang truk bernomor polisi L-8190-UU yang sedang terparkir.
"Diduga kurang konsentrasi dan menabrak bagian belakang truk," sambungnya.
Heru menambahkan, saat ini sopir truk asal Kendal bernama Ahmad Mudhor masih menjalani pemeriksaan.
Menurutnya, truk tersebut parkir di lokasi yang dilarang parkir.
"Sopir masih kami periksa," ujarnya.
Motor yang mengalami adu banteng yakni Honda Supra X 125 bernomor polisi H 2739 NL dengan motor N Max bernomor polisi H 4209 XU.
Pengendara motor Supra X 125, Kispono (38) warga Desa Penyangkringan RT 02 RW 14 Kecamatan Weleri Kabupaten Kendal meninggal usai mengalami benturan keras dalam kecelakaan itu.
Begitu juga dengan pengendara motor NMax, Johan Lawalata (46) warga Desa Kebongembong RT 04 RW 02 Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal.
Korban meninggal seusai mengalami insiden adu banteng maut tersebut.
"Kejadian sekira pukul 12.00, dua korban meninggal," ujar Kanit Gakkum Satlantas Polres Kendal, Ipda M Heru Ardiantoro, Minggu (22/3/2026).
Diterangkannya, kedua korban yang sama-sama berboncengan itu hendak menyambung tali silaturahmi ke sanak saudara saat momentum Idulfitri.
Namun nasib berkata lain, maut terlebih dahulu menjemput sebelum keduanya tiba di tempat tujuan.
"Korban meninggal saat dalam perjalanan menuju RSI Weleri Kendal untuk mendapatkan pertolongan," terangnya.
Untuk kronologi bermula saat pengendara Supra, Kispono diduga hendak bermanuver saat melaju dari arah selatan, tepatnya dari Sukorejo menuju arah Weleri.
Setiba di Jalan Desa Penyangkringan, motor yang dikendarai Kispono melaju terlalu ke kanan dengan kecepatan sedang.
Kispono yang tak sadar ada motor NMax yang dikendarai Johan Lawalata melaju dari arah berlawanan, langsung menghantam motor itu dengan cukup keras.
"Dikarenakan jarak sudah dekat, kedua pengendara tidak dapat menghindar," paparnya.
Diteruskannya, pemotor Supra diduga gagal saat hendak mencoba bermanuver di kontur jalan yang lurus tersebut.
Sedangkan pemotor NMax dari arah berlawanan tak sempat menghindar motor Kispono yang terlanjur masuk ke jalur arah berlawanan.
"Berdasarkan keterangan saksi dan petugas, pengendara NMax sudah betul jalurnya, yang Supra diduga bermanuver tapi gagal," paparnya.
Selain merenggut dua nyawa sekaligus, kecelakaan ini juga membuat pembonceng dua motor mengalami luka-luka.
Keduanya masih mendapatkan perawatan di RSI Weleri Kendal.
Mereka ialah Munzil Risyda (28) warga Desa Penyangkringan RT 02 RW 14 Kecamatan Weleri, pembonceng dari Kispono.
Pembonceng NMax yakni Wiwit Puspitaningsih (51) warga Desa Kebongembong RT 04 RW 02 Kecamatan Pageruyung Kabupaten Kendal.
Dalam video yang beredar luas, terlihat keempat korban sempat tergeletak di lokasi seusai insiden maut itu.
Sumber: TribunJateng.com