TRIBUNNEWS.COM - Kejutan besar langsung menghiasi babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah Jerman harus mengakhiri perjalanan mereka lebih cepat usai disingkirkan Paraguay melalui drama adu penalti, Selasa (30/6/2026).
Hasil tersebut seakan menegaskan bahwa fase gugur Piala Dunia memang tidak mengenal status unggulan maupun tim kuda hitam karena segala kemungkinan dapat terjadi selama 90 menit hingga babak tos-tosan.
Jerman yang tampil meyakinkan sepanjang fase grup pun akhirnya merasakan kerasnya persaingan di fase gugur ketika Paraguay berhasil menjegal langkah Der Panzer menuju babak 16 besar.
Kekalahan itu sekaligus menjadi bukti bahwa performa impresif di penyisihan grup tidak selalu menjadi jaminan bagi tim elite untuk melaju jauh di turnamen empat tahunan tersebut.
Fenomena tersebut sebelumnya juga sempat disinggung dalam podcast Super Taktik Tribunnews Solo yang diproduksi di Karanganyar, Jawa Tengah.
Football Enthusiast Agung Iqbal Ramadhan menilai faktor nonteknis seperti keberuntungan kerap memiliki peran yang jauh lebih besar ketika sebuah pertandingan memasuki fase gugur.
"Kalau sudah fase gugur itu, di atas kertas tim elite Eropa memang diunggulkan, tetapi di atas lapangan faktor keberuntungan itu penting di sepak bola," kata Agung Iqbal Ramadhan.
Ia menilai pertandingan sistem gugur membuat seluruh prediksi dan hitung-hitungan statistik menjadi jauh lebih sulit untuk diterapkan dibanding fase grup.
"Memang secara taktikal Jerman bisa menang 7-1 di fase grup, tetapi di fase gugur apa pun bisa terjadi," tambahnya.
Ucapan tersebut pada akhirnya terbukti ketika Paraguay berhasil memulangkan salah satu raksasa Eropa sekaligus kandidat juara Piala Dunia 2026.
Paraguay memastikan tiket menuju babak 16 besar setelah menang 4-3 atas Jerman melalui adu penalti menyusul hasil imbang 1-1 sepanjang waktu normal dan perpanjangan waktu.
Dalam pertandingan yang berlangsung di Foxborough Stadium, Boston, Paraguay sempat unggul lebih dahulu melalui gol Julio Enciso pada menit ke-42 babak pertama.
Jerman kemudian mampu menyamakan kedudukan lewat Kai Havertz pada menit ke-54 sehingga pertandingan harus berlanjut hingga babak adu penalti.
Baca juga: Paraguay Perlebar H2H Tim Amerika Selatan Lawan Wakil Eropa di Piala Dunia 2026
Pada momen penentuan tersebut, penampilan gemilang penjaga gawang Orlando Gill menjadi pembeda sekaligus mengantarkan Paraguay menciptakan salah satu kejutan terbesar di Piala Dunia 2026.
Pelatih Paraguay Gustavo Alfaro pun tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya setelah anak asuhnya berhasil bertahan dari tekanan dan menyingkirkan tim unggulan.
"Kami memiliki hati yang tidak pernah menyerah dan sebelum pertandingan saya mengatakan kepada para pemain bahwa saya ingin melihat 26 prajurit menyanyikan lagu kebangsaan serta meninggalkan stadion sebagai legenda," ujar Alfaro mengutip El Grafico.
Alfaro juga melontarkan candaan ketika membahas duel udara melawan para pemain Jerman yang memiliki postur tubuh lebih tinggi dibanding anak asuhnya.
"Mereka terus memasukkan pemain-pemain tinggi sehingga kami membutuhkan dua pemain untuk menjaga satu orang dan bahkan harus memanjat bahu mereka agar bisa menghentikannya," canda Alfaro.
Pelatih berusia 63 tahun tersebut mengaku sejak awal hanya memikirkan pertandingan melawan Jerman tanpa menoleh terlalu jauh ke babak berikutnya.
Menurutnya, sepak bola adalah tentang fokus pada masa kini dan bukan sibuk memikirkan apa yang akan terjadi setelah pertandingan selesai dimainkan.
"Saya bukan seseorang yang mati bersama sepak bola saya, melainkan seseorang yang hidup bersama sepak bola saya karena hidup berarti berubah," ucap Alfaro.
Meski merayakan kemenangan bersejarah tersebut, Alfaro tetap mengingatkan agar sepak bola Paraguay tidak terlena dengan hasil sesaat dan melupakan pembangunan jangka panjang.
Ia menilai sepak bola Paraguay terlalu sering terpaku pada hasil instan sehingga berpotensi menghambat perkembangan dalam jangka panjang.
Menutup konferensi persnya, Alfaro berharap seluruh masyarakat Paraguay dapat menikmati momen bersejarah tersebut setelah pemerintah setempat menetapkan libur sementara pascakemenangan atas Jerman.
"Saya berharap seluruh rakyat Paraguay menikmati momen ini sepenuhnya karena inilah pencapaian yang sesungguhnya," tutup Alfaro.
(Tribunnews.com/Niken)