Mufli Budi Ananda Asisten Raffi Ahmad Viral, Kini Nama-nama Komisaris Tak Ada di Web Krakatau Posco
Talitha Daren June 30, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Nama Mufli Budi Ananda tengah menjadi sorotan setelah dikabarkan menduduki posisi komisaris di PT Krakatau Posco.

Sosok yang selama ini dikenal sebagai asisten pribadi Raffi Ahmad itu mendadak menjadi perbincangan karena latar belakang pendidikannya yang disebut hanya berijazah Diploma III (D3).

Penunjukannya di salah satu perusahaan baja terbesar di Indonesia pun memicu polemik di tengah masyarakat.

Mufli sempat tercantum dalam jajaran komisaris PT Krakatau Posco, perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dan perusahaan baja asal Korea Selatan, POSCO.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari perusahaan terkait status maupun penunjukan dirinya.

Di tengah ramainya perdebatan publik, nama Mufli bahkan disebut sudah tidak lagi tercantum dalam daftar komisaris di situs resmi perusahaan.

Kondisi tersebut turut menjadi sorotan warganet dan memunculkan berbagai spekulasi.

Penunjukan Mufli sendiri menuai reaksi keras karena banyak pihak menduga posisinya berkaitan dengan kedekatannya dengan Raffi Ahmad.

Dugaan tersebut semakin ramai diperbincangkan di media sosial dan memicu pertanyaan mengenai proses penunjukan komisaris di perusahaan tersebut.

Baca juga: Diduga Jadi Komisaris PT Krakatau Posco, Mufli Budi Ananda Dulu Kerap Temani Raffi Ahmad Maraton

Nama-nama Komisaris Tak Ada di Web Krakatau Posco

Akun X 2waskitaadijarto mendapati kini sudah tidak ada nama-nama komisaris di web Krakatau Posco.

"Daftar komisaris Krakatau Posco dihapus dari situs web resminya. Kok ada yang gerah begini ya," tulisnya.

Penunjukan Mufli asisten Raffi Ahmad menjadi komisaris menuai reaksi keras.

Banyak publik beranggapan posisi yang ditempati Mufli sekarang berkat kedekatan Raffi Ahmad dengan penguasa.

Pasalnya Mufli merupakan lulusan D3.

"Warganet pun langsung mengaitkan ini dengan efek "Privilege Lingkaran Sultan". Banyak yang berasumsi kalau kedekatan dengan figur besar jauh lebih 'sakti' dibanding IPK 4.0 atau ijazah luar negeri sekali pun. It’s not about WHAT you know, but WHO you know?" tulis akun Thread Adista Pattisahusiwa.

Baca juga: Profil PT Krakatau Posco, Mufli Budi Ananda Asisten Raffi Ahmad Komisarisnya, Pabrik Baja Terpadu

ASISTEN RAFFI AHMAD - Profil PT Krakatau Posco, Mufli Budi Ananda, asisten Raffi Ahmad jadi komisarisnya (Tribun Trends/Instagram @krakatauposco dan krakatauposco.co.id)

Sosok Mufli Budi Ananda

Informasi yang dihimpun TribunnewsBogor.com, Mufli menempuh pendidikan Diploma Teknik Listrik dari Politeknik Bunda Kandung tahun 2007.

Dia lulus diploma tiga atau D3 Teknik Listrik.

Berdasarkan data dari Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) Mufli tercatat pernah menempuh pendidikan sarjana di Institut Sains dan Teknologi Nasional (ISTN) 2012.

Namun ia tidak lulus.

Mufli tercatat mengundurkan diri pada tahun akademik 2018/2019.

Dengan begitu artinya Mufli hanya mengantongi ijazah D3.

"Tahun 2012, beliau masuk ISTN ambil Teknik Industri. Setelah 5 tahun bertahan, statusnya: Mengundurkan Diri (2017).

Belum menyerah, tahun 2018 daftar lagi di kampus yang sama. Hasilnya? Lagi-lagi mengundurkan diri. S1-nya gak selesai." tulis Adista di Thread.

Baca juga: Dituding Pansos oleh Pihak Ressa, Intip Potret Kehidupan Dini Kurnia, Jadi Istri Mufli Dalilu Rahman

Mufli Budi Ananda, asisten Raffi Ahmad yang kabarnya jadi komisaris PT Krakatau Posco.
Mufli Budi Ananda, asisten Raffi Ahmad yang kabarnya jadi komisaris PT Krakatau Posco. (Tribun Trends/Instagram @raffinagita1717 dan krakatauposco.co.id)

Profil PT Krakatau Posco

PT Krakatau Posco bukan merupakan perusahaan yang dimiliki oleh satu individu maupun satu perusahaan tunggal. 

Ini merupakan perusahaan patungan antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan POSCO, perusahaan asal Korea Selatan.

Kerja sama tersebut resmi diwujudkan melalui pendirian PT Krakatau Posco pada 26 Agustus 2010. 

Kolaborasi dua perusahaan besar itu bertujuan memperkuat industri baja nasional sekaligus meningkatkan kapasitas produksi baja dalam negeri agar mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik maupun regional. 

(TribunTrends/TribunnewsBogor.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.