TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penjualan energi listrik PLN Indonesia Power (PLN IP) sepanjang 2025 mencapai 82,17 Terawatt-hour (TWh) atau sekitar 109 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2025.
Sementara itu, PLN IP Equivalent Availability Factor (EAF) Non-Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) mencapai 93,18 persen, atau melampaui target RKAP di 90,52 persen.
Perseroan juga telah menambah kapasitas pembangkit baru sebesar 2.060 Megawatt (MW) dengan mengoperasikan tiga unit pembangkit baru sepanjang tahun 2025.
Baca juga: PLN Berhasil Memulihkan Listrik, Namun Belum Tentu Memulihkan Kepercayaan Publik
Wakil Direktur Utama PLN Yusuf Didi Setiarto mengatakan, PLN IP memiliki peran strategis dalam mendukung pencapaian target PLN Group.
Yusuf mendorong PLN IP untuk memastikan seluruh program dalam RKAP dan RUPTL berjalan sesuai rencana melalui penguatan keandalan operasional, peningkatan efisiensi, serta eksekusi yang disiplin dan terukur.
"Dengan komitmen yang kuat, sinergi seluruh insan perusahaan, serta fokus pada operational excellence dan agenda transformasi, saya meyakini target RKAP dan program strategis dalam RUPTL dapat tercapai secara optimal," ungkap Yusuf dikutip dari Kontan, Selasa (30/6/2026).
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta menjelaskan, kinerja bisnis Beyond kWh PLN IP mencapai 156?ri target RKAP.
Hasil ini didukung oleh pertumbuhan layanan Operation & Maintenance (O&M) serta Maintenance, Repair & Overhaul (MRO) Jasa Kelistrikan.
"Sepanjang tahun 2025, PLN Indonesia Power membukukan kinerja yang melampaui target RKAP pada berbagai indikator utama," papar Bernadus.
Ke depan, Bernadus menegaskan bahwa PLN IP akan terus memperkuat perannya sebagai subholding generation company melalui peningkatan keandalan pembangkit, pengembangan energi baru dan terbarukan, inovasi teknologi, serta penguatan bisnis yang berkelanjutan.
"Kami akan terus memperkuat operational excellence, mempercepat eksekusi program-program dalam RUPTL, dan mendorong transformasi hijau secara berkelanjutan agar PLN Indonesia Power dapat terus memberikan nilai tambah bagi negara dan masyarakat," imbuh Bernadus.
Sementara itu, Komisaris Utama PLN Indonesia Power Arief Budiman menegaskan, Dewan Komisaris akan terus mengawal implementasi strategi perusahaan agar setiap program transformasi berjalan secara terukur, akuntabel, dan memberikan manfaat yang optimal bagi perusahaan maupun para pemangku kepentingan.
"Kinerja yang telah dicapai menjadi modal penting bagi PLN Indonesia Power untuk terus bertumbuh," ujar Arief.