Pola Asuh di Era Digital, Kunci Kehadiran Orang Tua Bagi Tumbuh Kembang Anak
Poetri Hanzani June 30, 2026 01:34 PM

Nakita.id -Setiap orang tua tentu menginginkan anaknya dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, bahagia, dan mampu berkembang secara optimal. Untuk mewujudkannya, diperlukan perhatian yang tidak hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga pada kualitas pengasuhan yang diberikan sejak dini.

Seiring dengan perubahan zaman, cara mendampingi anak pun terus berkembang sehingga orang tua perlu memahami berbagai faktor yang dapat memengaruhi proses tumbuh kembang anak secara menyeluruh.

Anak-anak saat ini tumbuh dalam lingkungan yang berbeda dan terus berubah. Perkembangan teknologi memberikan berbagai peluang bagi anak untuk belajar dan eksplorasi hal-hal baru, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru bagi orang tua dalam menjaga kualitas interaksi, membangun kedekatan emosional, serta memastikan anak mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan keinginan dan memenuhi kebutuhannya.

Tantangan pengasuhan saat ini tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan fisik anak, melainkan juga bagaimana keluarga dapat menciptakan lingkungan yang membuat anak merasa aman, percaya diri, dan memiliki kesempatan untuk mengenali potensinya sejak dini.

Perhatian terhadap aspek emosional juga semakin menjadi bagian penting dalam pembahasan tumbuh kembang anak. Berdasarkan hasil pemeriksaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, 10 persen atau sekitar 700 ribu dari 7 juta anak yang mendapatkan pemeriksaan terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi.

Temuan ini menjadi pengingat bahwa kesehatan anak perlu dipahami secara menyeluruh, termasuk aspek kesehatan emosional dan peran keluarga sebagai lingkungan terdekat mereka.

Dalam proses pertumbuhan anak, perhatian tersebut diberikan sejak awal kehidupannya. Kondisi kesehatan ibu selama masa kehamilan menjadi salah satu faktor penting yang turut berperan dalam kesiapan ibu mendampingi tumbuh kembang anak.

Spesialis Kebidanan dan Kandungan (Obgyn), dr. Erfenes, Sp.OG, menjelaskan, “Investasi kesehatan ibu dan bayi perlu dimulai sejak awal, karena kondisi ibu yang sehat secara fisik dan emosional menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Dukungan dan keterlibatan aktif ayah sejak pra-kehamilan hingga pasca melahirkan turut berperan dalam membantu ibu menjalani setiap tahap dengan lebih optimal, mengurangi stres, mendukung keberhasilan ASI eksklusif, mencegah risiko komplikasi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sejak dini.”

Setelah lahir, untuk mengembangkan kemampuan, karakter dan potensi anak penting bagi orang tua memberikan stimulasi yang sesuai dengan usia serta kesempatan bagi anak untuk bereksplorasi. Orang tua memiliki peran dalam memberikan ruang bagi anak untuk mencoba hal baru, berekspresi dan membangun kepercayaan dirinya.

Spesialis anak (Pediatri), dr. S. Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A. menambahkan, “Mengoptimalkan perkembangan anak bukan hanya tentang memastikan kondisi fisiknya sehat, melainkan juga tentang memberikan stimulasi yang sesuai dengan tahap pertumbuhannya. Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk bermain, bergerak, mencoba, dan belajar dari lingkungannya. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat berkembang lebih percaya diri dan menemukan potensinya sejak dini.”

Melihat kebutuhan tersebut, Konicare melalui Happy Kids Academy 2026 menghadirkan ruang interaksi bagi anak dan orang tua dengan tema “Tumbuh Hebat Bersama Konicare” yang diselenggarakan pada 27-28 Juni 2026, di Mini Atrium Gandaria City, Jakarta.

Program ini dirancang untuk mendukung proses tumbuh kembang anak melalui tiga aspek penting, yaitu edukasi bagi orang tua, ruang bagi anak untuk berekspresi, serta aktivitas yang memperkuat hubungan keluarga.

Melalui sesi edukasi bersama dokter obgyn, dokter anak, dan psikolog, orang tua mendapatkan pemahaman mengenai kesehatan ibu dan anak, stimulasi anak sesuai tahap perkembangannya, dan pentingnya membangun hubungan emosional yang positif dengan anak.

Sebagai rangkaian kegiatan menuju Konicare Happy Kids Academy 2026, Konicare telah menjalankan school engagement program di sejumlah sekolah dasar.

Inisiatif ini memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi bakat dan potensinya melalui berbagai aktivitas kreatif, seperti kompetisi menyanyi dan tari modern, sekaligus mendorong keberanian serta rasa percaya diri untuk tampil di depan publik.

Pada acara utama Konicare Happy Kids Academy 2026, keluarga dapat menikmati berbagai aktivitas interaktif seperti Kids Play Zone, Counselling Session, Color Analysis, Face Painting, serta Meet and Greet bersama Densu Family sebagai Brand Ambassador Konicare untuk menciptakan pengalaman kebersamaan yang lebih bermakna.

Tidak hanya melalui pengalaman langsung, Konicare juga memperluas inisiatif bonding keluarga melalui peluncuran E-Book Seri ke-2 “101 Dongeng Pilihan dari 7 Benua”, setelah seri sebelumnya diperkenalkan pada Mei 2026.

Melalui inisiatif ini, Konicare mengajak orang tua menjadikan aktivitas membaca dan mendongeng sebagai kebiasaan sederhana untuk membangun komunikasi, mempererat ikatan emosional, dan menciptakan waktu berkualitas bersama anak.

“Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima dan didukung. Ketika hubungan antara anak dan orang tua terbangun melalui interaksi yang positif, anak akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba hal baru. Bonding bukan hanya tentang durasi waktu yang dihabiskan bersama, melainkan tentang bagaimana kualitas hubungan yang terbentuk. Pendampingan tersebut tentu berawal dari orang tua yang mampu menjalankan perannya dengan baik. Karena itu, happy kids berawal dari happy parents,” ujar Ajeng Raviando, Psi, Psikolog.

Sebagai brand yang telah lama mendampingi kebutuhan kesehatan dan perawatan keluarga Indonesia, Konicare hadir tidak hanya melalui produk yang mendukung keseharian ibu dan anak, tetapi juga melalui berbagai edukasi dan program keluarga yang memberikan dampak positif. Melalui pendekatan ini, Konicare ingin membantu orang tua dalam menciptakan lingkungan yang mendukung anak tumbuh sehat, percaya diri, dan berkembang sesuai potensinya.

“Kami percaya dukungan bagi tumbuh kembang anak dapat dibangun dari berbagai hal sederhana, mulai dari perawatan sehari-hari, edukasi, hingga interaksi positif antara orang tua dan anak. Bagi kami, anak hebat bukan berarti harus selalu menjadi juara, melainkan anak yang berani mencoba, berani memilih, berani berekspresi, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dengan hati yang happy. Melalui Konicare Happy Kids Academy, kami ingin selalu menemani perjalanan keluarga dalam membangun kedekatan, menciptakan momen bermakna, serta mendukung untuk tumbuh kembang anak secara optimal,” pungkas Silvyati K Putri, Senior Brand Manager Konicare.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.