Paraguay Tetapkan Libur Nasional setelah Mengalahkan Jerman di 32 Besar Piala Dunia 2026
Drajat Sugiri June 30, 2026 02:25 PM

TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan Paraguay menyingkirkan Jerman pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 rupanya tidak hanya dirayakan para pemain di lapangan, tetapi juga oleh seluruh rakyat di negaranya, Selasa (30/6/2026).

Euforia langsung menyelimuti berbagai sudut negara Amerika Selatan tersebut setelah tim berjuluk La Albirroja memastikan tiket menuju babak 16 besar.

Paraguay sebelumnya sukses menundukkan Jerman dengan skor 4-3 melalui adu penalti setelah kedua tim bermain imbang 1-1 hingga perpanjangan waktu.

Hasil tersebut sekaligus menjadi salah satu kejutan terbesar yang lahir pada fase gugur Piala Dunia 2026.

Keberhasilan Paraguay menyingkirkan salah satu raksasa sepak bola Eropa juga kembali membuka pembahasan mengenai kekuatan tim-tim Amerika Selatan di pentas dunia.

Hal tersebut sebelumnya sempat disinggung oleh Football Enthusiast Agung Iqbal Ramadhan dalam podcast Super Taktik Tribunnews yang bertajuk: Babak Baru Piala Dunia 2026: Eropa Saling Jegal, Argentina Mulus?.

"Untuk saat ini bisa dikatakan tim Eropa menjadi kiblat sepak bola, tetapi sering kali juara-juara di Piala Dunia seperti ini justru datang dari Amerika Selatan seperti Brasil hingga Argentina," kata Agung.

Ucapan tersebut terasa relevan dengan apa yang diperlihatkan Paraguay pada Piala Dunia 2026 kali ini.

Sebagai wakil Amerika Selatan, Paraguay mampu menunjukkan bahwa status unggulan tidak selalu menjamin kemenangan di fase gugur.

La Albirroja justru berhasil meredam permainan Jerman sebelum akhirnya keluar sebagai pemenang melalui babak adu penalti.

Keberhasilan tersebut sekaligus memperpanjang tradisi tim-tim Amerika Selatan yang kerap menghadirkan kejutan di panggung Piala Dunia.

Kemenangan atas Jerman Berujung Libur Nasional

Besarnya arti kemenangan atas Jerman membuat pemerintah Paraguay mengambil langkah yang tidak biasa.

Presiden Paraguay, Santiago Pena, menetapkan Selasa (30/6/2026) sebagai hari libur nasional.

Baca juga: Apresiasi untuk Gustavo Alfaro: Ilmuwan, Pujangga, dan Pelatih Bersejarah Paraguay di Piala Dunia

Keputusan tersebut diambil agar masyarakat Paraguay dapat menikmati dan merayakan pencapaian tim nasional mereka.

Santiago Pena mengumumkan keputusan tersebut melalui media sosial X/Twitter dengan mengunggah foto dirinya saat menandatangani dekret resmi.

"Hari ini seluruh negeri merayakan (kemenangan Paraguay)," tulis Pena dalam unggahannya.

Menurut Pena, kemenangan tersebut bukan hanya sekadar hasil pertandingan sepak bola biasa bagi masyarakat Paraguay.

"Kemenangan ini mewakili bagian terdalam dari identitas kita yaitu ketabahan, keyakinan, dan kekuatan dari orang-orang yang tidak pernah menyerah," lanjutnya.

Pemerintah Paraguay juga menilai pencapaian tersebut layak mendapatkan perayaan dalam skala nasional.

Dalam isi dekret yang turut dibagikan kepada publik, pemerintah menyebut kemenangan Paraguay melampaui batasan olahraga semata.

"Pemerintah tidak dapat tetap acuh tak acuh terhadap pencapaian luar biasa ini," bunyi sebagian isi dekret tersebut.

"Perlu untuk memfasilitasi berkumpulnya seluruh warga Paraguay dalam perayaan hari bersejarah ini," lanjut isi dekret itu.

Paraguay Ikuti Jejak Ekuador

Paraguay bukan menjadi negara Amerika Selatan pertama yang menetapkan hari libur nasional karena pencapaian di Piala Dunia 2026.

Sebelumnya, Daniel Noboa juga mengambil keputusan serupa di Ekuador.

Presiden Ekuador tersebut menetapkan hari libur nasional setelah negaranya mengalahkan Jerman dengan skor 2-1 pada fase Grup E.

Kemenangan tersebut mengantarkan Ekuador lolos ke fase gugur sekaligus memicu gelombang perayaan besar di negaranya.

Kini Paraguay mengikuti jejak tersebut setelah sukses menghadirkan kejutan yang lebih besar lagi dengan memulangkan Jerman dari Piala Dunia.

Bagi masyarakat Paraguay, kemenangan atas juara dunia empat kali tersebut akan menjadi momen yang sulit dilupakan.

Tidak berlebihan jika kemenangan itu pada akhirnya dirayakan bukan hanya sebagai keberhasilan sepak bola, tetapi juga sebagai kebanggaan nasional.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.