TRIBUNMANADO.CO.ID - Babak 32 besar Piala Dunia 2026 Amerika Serikat, Kanada dan Meksiko telah dimulai.
Demam bola kian terasa di provinsi Sulawesi Utara (Sulut).
Amatan Tribun Manado, Selasa (30/6/2026), sejumlah tempat nonton bareng Piala Dunia di Kota Manado dipadati warga.
Di Pasar Bersehati Manado, warga memenuhi setengah lokasi food court yang menggelar nonton bareng pertandingan antara Belanda Vs Maroko.
Satu dua penonton memakai jersey Belanda berwarna oranye.
Ada pula yang pakai jersey Brazil dan Argentina.
Di saat permainan berlangsung lamban karena kedua tim intip intipan, para pengunjung menyesap kopi serta santap nasi jaha.
Mereka bisa tiba tiba berteriak saat bola digiring dekat gawang.
Kopi dan nasi jaha merupakan menu andalan rumah kopi di Pasar Bersehati.
Harganya murah meriah.
Rp 10000 untuk kopi dan Rp 5000 untuk nasi jaha.
Pasar Bersehati berlokasi di Kelurahan Calaca, Kelurahan Wenang.
Pasar ini hanya berjarak 200 meter dari Pelabuhan Manado.
Dari bandara Sam Ratulangi berjarak sekitar 9 kilometer.
Pasar bernuansa pariwisata dengan adanya food court yang menghadap ke jembatan Sukarno serta selat Manado.
Di salah satu rumah kopi di Sarapung, kegirangan pecah saat eksekutor dari Belanda gagal mencetak gol dari penalti dan Maroko menang.
Sudah merupakan bagian dari sifat manusia untuk bersimpati pada si underdog.
Demikianlah, pengunjung rumah kopi itu yang sesungguhnya tidak pro Maroko tapi merayakan kekalahan Belanda.
"Wah luar biasa perjuangan Maroko," kata Arif seorang pengunjung.
Arif datang bersama rekannya.
Mereka mampir karena ada bola.
"Kami tak ada rencana mampir tapi disini ramai, makanya kami singgah, disini saya minum kopi sambil nonton bola," katanya.
Di Bitung, ratusan pendukung Brazil menggelar konvoi menyambut kemenangan Brazil atas Jepang 2-1.
Konvoi dimulai dari pusat kota hingga tugu Cakalang.
Pesta digelar di tugu Cakalang.
Para pendukung Brazil memanjat tugu tersebut lantas mengibarkan bendera Brazil.
Di sisi lain, para fans Jerman meratapi kekalahan adu penalti atas Paraguay.
"Sedih sekali rasanya," kata Bill, pengemar Jerman dari Minut.
Bill memasang bendera Jerman depan rumahnya sejak sepekan sebelum piala Dunia.
Ia memutuskan menurunkannya Selasa pagi usai pertandingan Jerman Vs Paraguay.
Rupanya banyak fans Jerman yang meniru Bill dengan menurunkan bendera Jerman.
Alhasil sejumlah wilayah bersih dari bendera Jerman.
Padahal bendera tersebut menurut keterangan sejumlah penjual bendera, adalah yang paling laku setelah Argentina.
(TribunManado.co.id/Art)