Curhat Shireen Sungkar Putrinya Didiagnosa Autisme, Sering Nangis hingga Ditegur Ustaz, Kini Ikhlas
Fadhila Rahma June 30, 2026 02:27 PM

 

SRIPOKU.COM - Artis Shireen Sungkar mengalami masa-masa sulit saat mengetahui putri bungsunya, Cut Shafiyyah, didiagnosis autisme.

Istri Teuku Wisnu itu kerap menangis saat melihat  tumbuh kembang sang buah hati yang berbeda dari anak-anak seusianya.

Namun, di tengah kondisi tersebut, Shireen mengatakan dirinya mendapat kekuatan dari nasihat seorang ustaz yang mengubah cara pandangnya dalam menerima takdir.

Dalam podcast bersama sang suami, Teuku Wisnu, Shireen mengungkapkan bahwa pada awalnya ia sering dihantui rasa khawatir terhadap masa depan putrinya.

Ia juga merasa sedih ketika melihat anak-anak seusia Cut Shafiyyah sudah mampu berbicara dan bermain bersama teman-temannya.

"Aku ngomong sama ustaz, gimana ya supaya saya bisa menerima, saya mau fight, enggak sedih terus, enggak baper lihat anak-anak seusianya sudah ngomong, sudah bisa main, kok anak saya beda," ujar Shireen dikutip dari YouTube The Sungkars, Selasa (30/6/2026).

Mendengar keluhannya, sang ustaz memberikan nasihat yang hingga kini masih diingat oleh Shireen.

Menurutnya, anak berkebutuhan khusus merupakan amanah sekaligus ladang pahala yang Allah titipkan kepada orang tuanya.

"Ustaz bilang, 'Allah kasih kamu surga di depan mata. Kenapa kamu harus pusing sama masa depan anak? Kamu sebagai ibu cuma bisa berjuang supaya anaknya tumbuh. Masa depannya itu urusan Allah,'" tutur Shireen mengulang pesan yang diterimanya.

Shireen mengatakan nasihat tersebut membuat dirinya perlahan mengubah cara berpikir. Ia menyadari selama ini lebih banyak mempertanyakan keadaan dibanding menerima takdir yang telah ditetapkan Allah.

"'Harusnya kamu bersyukur, bukan sedih. Ini ladang pahala kamu yang besar,' itu yang ustaz bilang ke aku. Waktu dengar itu, aku langsung merasa selama ini lebih fokus marah sama kondisi daripada percaya kalau Allah itu baik," ungkapnya.

Tak hanya itu, Shireen juga mengaku pernah mencurahkan isi hatinya kepada ulama. Saat itu ia mengaku masih sering merasa overthinking memikirkan masa depan putrinya, terutama jika suatu hari dirinya sudah tidak ada.

"Beliau cuma bilang, 'Dia itu jannah kamu, sudah enggak usah pusing.' Itu bikin aku sadar kalau selama ini aku terlalu overthinking," katanya.

Menurut Shireen, ucapan tersebut membuatnya semakin yakin bahwa Allah tidak pernah salah dalam menetapkan takdir kepada setiap hamba-Nya.

Ia juga mulai melihat bahwa merawat anak berkebutuhan khusus merupakan kesempatan untuk terus belajar sabar dan bersyukur.

"Allah itu ngasih pintu surga di depan mata. Kenapa kita malah protes? Padahal Allah kasih surga kalau kita mensyukuri dan bisa menjalani hal itu," ujarnya.

Kini, meski mengaku masih memiliki momen-momen sedih, Shireen berusaha terus memperbaiki cara pandangnya setiap kali menghadapi ujian dalam kehidupan.

Ia menilai dukungan keluarga, guru, dan lingkungan menjadi hal yang sangat penting agar seseorang tidak merasa sendirian saat menghadapi cobaan.

"Selama ini berarti aku masih kurang ilmu. Aku butuh guru, butuh support system, butuh lingkungan yang benar-benar membuka mata aku supaya melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda," tuturnya.

Di akhir podcast, Shireen turut menyemangati para orang tua yang sedang merawat anak berkebutuhan khusus maupun anggota keluarga yang sakit agar tetap kuat menjalani ujian hidup.

"Semangat. Walaupun berat, aku yakin Allah itu enggak akan pernah salah menakdirkan sesuatu dan nanti pasti akan indah pada waktunya," tutup Shireen.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.