Laporan Wartawan TribunSolo.com, Tri Widodo
TRIBUNSOLO.COM, BOYOLALI – Polisi masih memburu tujuh terduga pelaku penganiayaan dan perusakan sebuah bengkel kaki-kaki mobil di Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Peristiwa tersebut terjadi saat konvoi pengesahan warga baru salah satu perguruan silat pada Senin (29/6/2026) dini hari.
Akibat kejadian itu, dua karyawan bengkel menjadi korban penganiayaan.
Selain itu, tiga mobil milik pelanggan dan kaca bangunan bengkel juga mengalami kerusakan.
Kasat Reskrim Polres Boyolali, AKP Indrawan Wira Saputra, mengatakan korban telah melaporkan kejadian tersebut ke Polres Boyolali.
Saat ini, penyidik masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas para pelaku.
"Sampai saat ini korban sudah membuat laporan ke Polres, kemudian Satreskrim Polres Boyolali juga sedang melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut," kata Wira, Selasa (30/6/2026).
Menurut Wira, laporan yang diterima polisi mencakup dugaan tindak pidana penganiayaan dan perusakan.
Sementara itu, nilai kerugian materiil masih dalam proses pendataan oleh pihak korban.
"Total kerugian saat ini masih dihitung oleh korban," ujarnya.
Baca juga: Tiga Mobil Pelanggan Rusak Akibat Lemparan Batu Ricuh Konvoi Pendekar di Boyolali, Rugi Rp40 Juta
Kasi Humas Polres Boyolali, AKP Winarsih, mengatakan hasil penyelidikan sementara mengarah kepada sekitar tujuh orang yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan tersebut.
"Dari hasil penyelidikan sementara, ada sekitar tujuh orang terduga pelaku yang melakukan penganiayaan dan pemukulan terhadap dua karyawan bengkel. Kemudian para pelaku juga memecahkan kaca tiga mobil dan kaca jendela bangunan bengkel," jelas Winarsih.
Hingga kini, polisi masih mendalami motif di balik penyerangan tersebut karena penyebab aksi itu belum diketahui.
Baca juga: Ricuh Konvoi Pendekar di Boyolali, Bengkel Spesialis Shockbreaker Dihujani Batu, Tiga Mobil Rusak
Sebelumnya, pemilik bengkel bernama Ardi mengungkapkan bahwa kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp40 juta.
Tiga mobil milik pelanggan mengalami kerusakan pada kaca belakang setelah terkena lemparan batu.
Selain itu, kaca jendela bengkel juga pecah akibat aksi perusakan.
Tidak hanya kerugian materiil, dua karyawan bengkel turut menjadi korban penganiayaan.
Salah satunya, Adam, mengaku dipukul pada bagian pelipis dan kepala saat berada di bengkel bersama rekannya.
Ardi mengaku tidak memiliki persoalan dengan siapa pun.
Ia berharap aparat kepolisian segera menangkap para pelaku dan mengusut tuntas kasus tersebut agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
(*)