Ratusan Massa Geruduk DPRD dan Kantor Gubernur Bali, Suarakan Program MBG dan Isu Sampah
Putu Kartika Viktriani June 30, 2026 02:39 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Kawasan Renon, Denpasar mendadak ramai oleh kedatangan ratusan massa dari lintas komunitas pada Selasa 30 Juni 2026.

Menggelar aksi damai di depan Kantor DPRD dan Kantor Gubernur Bali, demonstran menyuarakan dukungannya terhadap program-program strategis Presiden Prabowo Subianto, sembari menyelipkan pesan kritis terkait isu lingkungan di Pulau Dewata.

Aksi dimulai sejak pukul 10.00 WITA. Massa terlebih dahulu memadati area timur Lapangan Renon dengan membentangkan berbagai spanduk dukungan, salah satunya bertuliskan “Kami Bersama Prabowo”.

Mereka kemudian melakukan long march menuju gedung DPRD Bali untuk berorasi, sebelum akhirnya bergeser ke arah Kantor Gubernur Bali.

Namun, setibanya di pusat pemerintahan Provinsi Bali tersebut, massa tertahan di luar.

 

Gerbang utama Kantor Gubernur tampak tertutup rapat dan tidak ada satu pun pejabat berwenang yang keluar untuk menemui para peserta aksi.

I Ketut Artawal, selaku Koordinator Lapangan Denpasar Utara, menegaskan bahwa pergerakan ini murni dilakukan untuk mengawal kepemimpinan nasional di bawah Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di Bali.

Baca juga: VIDEO Motor Raib di Peliatan Ubud Bali, Pelaku Terekam CCTV Diduga Manfaatkan Kunci Masih Menempel

Salah satu fokus utama yang mereka dukung adalah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai sangat menyentuh kebutuhan pelajar.

“Tujuan kami memberikan dukungan kepada Bapak Prabowo Subianto. Kami juga ingin Bali tetap aman dan kondusif. Selain itu kami berharap program MBG tetap berlanjut dan tata kelolanya semakin baik,” ujarnya usai aksi.

Meski mendukung penuh, Artawal menggarisbawahi bahwa implementasi program MBG di tingkat daerah masih memiliki rapor merah yang harus dibenahi.

Aspek jalur distribusi logistik makanan menjadi poin krusial agar hidangan yang sampai ke tangan siswa tidak mengalami penurunan kualitas.

Menurutnya, pembenahan ini penting agar target peningkatan gizi anak sekolah dapat terealisasi secara maksimal.

Bukan hanya urusan perut anak bangsa, massa juga membawa isu lokal yang krusial yakni darurat pengelolaan sampah di Bali.

Pemerintah daerah didesak untuk memutar otak lebih keras dalam membenahi tata kelola limbah.

Pasalnya, jika terus dibiarkan tanpa penanganan serius, masalah sampah dikhawatirkan bakal mencoreng wajah Bali di mata internasional sebagai destinasi wisata kelas dunia.

“Harapan kami persoalan sampah bisa dikendalikan dengan baik oleh pemerintah daerah. Bali adalah daerah pariwisata sehingga kebersihan harus menjadi prioritas,” katanya.

Artawal menjelaskan bahwa ratusan massa yang memadati jalanan Renon ini merupakan gabungan dari berbagai elemen, termasuk komunitas yang bergerak dalam Program Makan Bergizi Gratis (SPPG MBG) serta perwakilan kelompok masyarakat dari sejumlah wilayah di Bali.

Kendati aspirasi mereka tidak disambut langsung oleh pejabat di Kantor Gubernur, aksi unjuk rasa ini berjalan dengan sangat kondusif.

Di bawah penjagaan ketat dari aparat kepolisian, massa akhirnya membubarkan diri secara tertib setelah seluruh poin aspirasi selesai disuarakan.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.