TRIBUNPAPUABARAT.COM, PEGAF - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), Papua Barat, Ever Dowansiba, mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat I Angkatan LXVIII Tahun 2026 yang digelar di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Administrasi Negara (LAN) Republik Indonesia ini merupakan angkatan ketiga yang dilaksanakan sepanjang tahun 2026.
Ever Dowansiba hadir bersama 44 peserta lainnya yang berasal dari kementerian, lembaga, pemerintah daerah, serta kepolisian.
Dalam keterangannya, Ever Dowansiba menyebutkan bahwa pelatihan ini bertujuan membentuk pemimpin publik strategis yang mampu menjawab tantangan pembangunan.
“Pelatihan ini penting untuk memperkuat birokrat daerah dalam hal tata kelola pemerintahan yang demokratis dan adaptif. Sebagai perwakilan Pemda Papua Barat, saya bangga bisa terlibat dalam program strategis ini,” ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Baca juga: Pegunungan Arfak Terima 14 Tenaga Kesehatan dari Kemenkes, Ada 1 Dokter
Pesan Kepala LAN
Pada pembukaan kegiatan, Kepala LAN Dr. Muhammad Taufiq, DEA, menegaskan bahwa PKN Tingkat I bukan sekadar ritual demokrasi, melainkan strategi kelangsungan hidup birokrasi melalui jalur cepat (fast-track survival strategy).
“Bapak dan Ibu bukan sekadar kumpulan pejabat tinggi, melainkan mesin penggerak utama republik ini,” kata Taufiq, Senin (29/6/2026).
Ia menjelaskan bahwa tema PKN Tingkat I tahun 2026 adalah “Kepemimpinan Strategis Nasional dalam Mewujudkan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan Berdaya Saing Global.”
Menurutnya, kepemimpinan strategis nasional harus menjadi kekuatan pendobrak dan orkestrator agar koperasi Indonesia mampu bersaing di tingkat global.
Sebagai perbandingan, ia menyebut 300 koperasi terbesar dunia mampu menghasilkan omzet lebih dari 2,4 triliun dolar AS.
Baca juga: Koperasi Desa Merah Putih Perkuat Ekonomi Kampung di Tanah Papua
Namun, Indonesia masih menghadapi kendala paradigma konvensional, seperti skala mikro, simpan pinjam, dan keterbatasan adaptasi digital.
Taufiq menekankan perlunya harmonisasi kebijakan lintas sektor, mulai dari pajak, logistik, teknologi, industri, hingga diplomasi dagang.
Agenda Pelatihan
PKN Tingkat I berlangsung selama 113 hari dengan metode blended learning, memadukan pembelajaran tatap muka dan daring. Kurikulum mencakup empat agenda utama:
Agenda tersebut diperkuat dengan program coaching dan mentoring untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan strategis serta mendorong transformasi budaya kerja birokrasi.