TRIBUNGORONTALO.COM – Universitas Terbuka (UT) kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang terbuka, inklusif, dan berkualitas bagi masyarakat Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Rektor Universitas Terbuka, Prof. Dr. Ali Muktiyanto, S.E., M.Si., saat Wisuda Universitas Terbuka Tahun Akademik 2025/2026 Genap Tahap I dan Tahap II.
Pada prosesi tersebut, sebanyak 1.753 wisudawan mengikuti wisuda secara langsung dari total 42.793 lulusan yang telah ditetapkan Universitas Terbuka dari berbagai program studi dan jenjang pendidikan.
Dalam sambutannya, Ali Muktiyanto mengatakan wisuda bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi bukti perjuangan para mahasiswa yang mampu menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai tantangan.
Menurutnya, banyak mahasiswa UT merupakan pekerja, aparatur sipil negara, anggota TNI dan Polri, orang tua, hingga ibu rumah tangga yang tetap mampu menuntaskan studi karena memiliki semangat belajar sepanjang hayat.
"UT memberikan fasilitas, memberikan kesempatan kepada semua orang untuk bisa mencapai cita-citanya melalui jalur akademik, meningkatkan kualifikasi, kompetensi, reskilling, dan upskilling hingga semua batas dapat dilampaui," katanya dihadapkan wisudawan.
Dirinya mengatakan UT hadir sebagai rumah bagi seluruh masyarakat yang ingin meningkatkan kapasitas diri tanpa harus meninggalkan pekerjaan maupun tanggung jawab keluarga.
"UT adalah rumah kita semua untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas diri," Ungkapnya.
Lanjut, Ali mengungkapkan keberhasilan para wisudawan menjadi bukti bahwa keterbatasan jarak dan waktu bukan lagi penghalang untuk memperoleh pendidikan tinggi.
Katanya dengan sistem pembelajaran yang diterapkan UT memungkinkan masyarakat dari berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil, tetap memperoleh layanan pendidikan yang berkualitas.
Ia mengungkapkan transformasi yang dilakukan UT juga membuat kampus tersebut berkembang pesat.
Saat ini, Universitas Terbuka tidak lagi hanya dikenal sebagai penyelenggara pendidikan terbuka dan jarak jauh.
"Universitas Terbuka hari ini bukan sekadar alternatif, tetapi pilihan cerdas bagi masyarakat Indonesia di mana pun berada," katanya.
Ali menjelaskan UT telah bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang mengusung sistem pembelajaran terbuka, fleksibel, digital, dan berbasis teknologi sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.
Baca juga: Program Magang Nasional 2026 Dibuka, Peserta Dapat Gaji UMP hingga Kesempatan Jadi Karyawan Tetap
Menurutnya, kualitas tata kelola dan sistem akademik Universitas Terbuka juga semakin diakui di tingkat nasional maupun internasional.
Ia mengaku UT menjadi bagian dari ASEAN Association of Open Universities dalam memperkuat sistem penjaminan mutu.
Selain itu, Universitas Terbuka juga memperoleh pengakuan dari International Council for Open and Distance Education sebagai lembaga yang menjamin kualitas pendidikan terbuka dan jarak jauh.
Ali mengatakan capaian tersebut turut diperkuat dengan masuknya Universitas Terbuka ke kelompok peringkat 800–1000 perguruan tinggi terbaik dunia versi Times Higher Education.
"Pengakuan publik terhadap kualitas UT saat ini sudah tidak diragukan lagi," katanya.
Dalam kesempatan itu, Ali juga menyinggung kehadirannya bersama jajaran pimpinan Universitas Terbuka di hadapan Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu.Pertemuan tersebut dilakukan untuk memberikan penjelasan mengenai sistem pendidikan, tata kelola, serta mekanisme pengawasan mutu yang diterapkan Universitas Terbuka.
Ia menyebutkan, berbagai penjelasan yang disampaikan diterima dengan baik oleh anggota DPR RI sehingga memperkuat pemahaman mengenai kualitas penyelenggaraan pendidikan di Universitas Terbuka.
"Di hadapan para anggota Komisi X DPR RI, kami memaparkan fakta aktual mengenai bagaimana UT mengelola ratusan ribu mahasiswa dengan kontrol kualitas yang ketat, transparan, dan akuntabel," ujarnya.
Ali menegaskan sejak awal Universitas Terbuka dirancang agar mampu menghadirkan pendidikan tinggi tanpa dibatasi ruang dan waktu.
Masyarakat tidak harus datang setiap hari ke ruang kuliah untuk memperoleh pendidikan yang berkualitas.
Melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, pendidikan dapat menjangkau masyarakat hingga ke berbagai pelosok Indonesia.
Ia membeberkan model pembelajaran tersebut juga menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang ingin terus belajar tanpa meninggalkan pekerjaan maupun aktivitas sehari-hari.
Pada kesempatan itu, Ali turut memberikan apresiasi kepada sejumlah wisudawan yang berasal dari instansi strategis.
Di antaranya berasal dari Badan Pemeriksa Keuangan, Kementerian Sekretariat Negara, hingga PT Pertamina.
Katanya, keberhasilan mereka menyelesaikan pendidikan menjadi bukti bahwa kesibukan dalam menjalankan tugas negara maupun tanggung jawab di dunia kerja bukan menjadi penghalang untuk terus belajar.
"Keberhasilan saudara-saudara menyelesaikan studi di tengah kesibukan mengemban tugas negara dan korporasi merupakan bukti nyata kekuatan komitmen diri," katanya.
Ali juga menyebut beberapa wisudawan inspiratif yang mengikuti prosesi wisuda kali ini, di antaranya Direktur Penunjang Bisnis PT Pertamina Mohamad Eri Sugiharto yang menyelesaikan Program Studi Ilmu Hukum.
Selain itu terdapat Direktur Pemeriksaan IC Badan Pemeriksa Keuangan Ida Irawati yang lulus pada Program Studi Doktor Administrasi Publik.
Kemudian Kepala Pusat Analisis Kebijakan Pemeriksaan Keuangan Negara BPK Selvia Vivi Devianti yang menyelesaikan Program Studi Ilmu Hukum.
Turut diwisuda pula Wakil Rektor Bidang Keuangan Universitas Terbuka Adrian Sutawijaya.
Ali mengatakan para lulusan tersebut menunjukkan bahwa semangat belajar tidak mengenal usia, jabatan, maupun profesi.
Menurutnya, Universitas Terbuka terus menjadi pilihan berbagai kalangan yang ingin meningkatkan kompetensi melalui pendidikan tinggi.
Ia mengungkapkan saat ini Universitas Terbuka memiliki sekitar 768 ribu mahasiswa aktif dan lebih dari 2,3 juta alumni yang tersebar di seluruh Indonesia hingga mancanegara.
Jumlah tersebut menunjukkan besarnya kontribusi UT dalam memperluas akses pendidikan tinggi sekaligus mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Ali berharap seluruh lulusan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh dengan menjunjung tinggi integritas, semangat kebangsaan, serta dedikasi untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
"Prosesi wisuda hari ini menjadi simbol bahwa harapan dapat diwujudkan melalui kerja keras, disiplin, dan semangat belajar sepanjang hayat," tutupnya. (*)