SOSOK Adinda Cresheilla: Puteri Indonesia Pariwisata 2022, Korban Pelemparan Batu di Pondok Indah
Satrio Sarwo Trengginas June 30, 2026 05:07 PM

TRIBUNJAKARTA.COM - Nama Adinda Cresheilla menjadi perhatian publik setelah mobil yang dikemudikannya menjadi sasaran pelemparan batu oleh orang tak dikenal saat melintas di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Insiden tersebut kini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. 

Di balik peristiwa tersebut, Adinda Cresheilla dikenal sebagai model, aktris, sekaligus ratu kecantikan yang telah mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

Perempuan kelahiran Surabaya, Jawa Timur, 29 Januari 1997 itu dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Pariwisata 2022.

Berkat gelar tersebut, Adinda mewakili Indonesia pada ajang Miss Supranational 2022 yang digelar di Polandia.

Dalam kompetisi tersebut, ia berhasil meraih posisi runner-up ketiga sekaligus menyabet penghargaan Supra Chat Winner, menjadikannya salah satu wakil Indonesia dengan prestasi membanggakan di ajang kecantikan dunia.

Adinda lahir dari pasangan Dodock Credenda Handogo dan Emma Sugiastuti.

Ia merupakan anak ketiga dari empat bersaudara.

Di bidang pendidikan, Adinda memiliki rekam jejak akademik yang mentereng.

Ia menyelesaikan pendidikan S-1 Ilmu Komunikasi melalui program gelar ganda Universitas Indonesia dan Deakin University, Australia.

Adinda lulus dengan predikat Summa Cum Laude dan dipercaya menjadi narawisuda.

Tak berhenti di sana, pada 2022 ia melanjutkan pendidikan magister di Sekolah Tinggi Manajemen IPMI dengan mengambil program studi Administrasi Bisnis.

Karier Adinda di dunia modeling dimulai sejak 2012 setelah bergabung dengan agensi Color Models Inc. di Malang.

Ia kemudian mengikuti berbagai kompetisi modeling, seperti Gadis Sampul, Aneka Yess!, GoGirl! Look, hingga Wajah Femina.

Meski sempat beberapa kali gagal menembus babak final, Adinda terus mengasah kemampuannya hingga akhirnya berhasil menyandang gelar Puteri Indonesia Pariwisata 2022.

Selain aktif sebagai model, Adinda juga menjajal dunia seni peran.

Ia memulai debut aktingnya melalui film Jomblo: Sebuah Komedi Cinta garapan sutradara Hanung Bramantyo pada 2017 dengan memerankan karakter Dini.

Kasus pelemparan batu

Belakangan, Adinda kembali menjadi sorotan setelah mengungkap pengalaman mencekam saat mobilnya dilempar batu ketika melintas di Jalan Metro Pondok Indah.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (24/6/2026) sekitar pukul 16.11 WIB, beberapa menit setelah Adinda meninggalkan sebuah klinik kecantikan di kawasan Pondok Indah.

Dalam perjalanan, sebuah batu tiba-tiba menghantam kaca depan mobilnya dan menancap tepat di sisi pengemudi.

"Pas kena batu itu rasanya kencang banget dan memang mengarah ke pengemudi, posisinya bukan di tengah," ungkap Adinda seperti dikutip Kompas.com, Selasa (30/6/2026).

Adinda mengaku refleks langsung memejamkan mata sesaat setelah batu menghantam kaca mobilnya.

Beruntung, serpihan kaca tidak mengenai matanya meski sempat melukai bagian pelipis.

"Alhamdulillah-nya aku merem, jadi serpihan kacanya enggak kena mata, tapi banyak banget di pelipis," ujarnya.

Awalnya, Adinda mengira suara benturan keras tersebut berasal dari material truk yang terlempar, ulah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), atau bahkan ledakan.

Namun setelah menyadari ada batu yang menancap di kaca mobil, ia segera menyalakan lampu hazard dan berusaha menepi ke sisi jalan.

Di tengah kepanikan, Adinda menghubungi sepupunya untuk meminta bantuan sambil mengarahkan kendaraan menuju pos polisi terdekat.

Sayangnya, saat tiba di pos polisi, tidak ada petugas yang berjaga.

Ia justru bertemu seorang petugas kebersihan yang menyarankan agar dirinya melapor ke Polsek Kebayoran Lama.

"Karena batunya masih nancap posisinya. Aku berharap setidaknya ada barang bukti atau sidik jari yang bisa dilacak. Ternyata bapak tukang sapu itu bilang pos polisinya lagi kosong, enggak ada polisi yang bertugas saat itu. Jadi aku harus ke polsek terdekat di Kebayoran Lama," jelas dia.

Setelah membuat laporan polisi, Adinda bersama penyidik kembali ke lokasi kejadian untuk memastikan titik pasti pelemparan batu.

Polisi kemudian berupaya mencari rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi.

Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil karena tidak terdapat kamera CCTV yang merekam kejadian.

Penyidik juga meminta rekaman CCTV dari klinik kecantikan yang sebelumnya dikunjungi Adinda.

Polisi menduga pelaku kemungkinan telah mengikuti korban sejak keluar dari lokasi tersebut.

Meski begitu, CCTV di klinik tersebut juga dilaporkan sedang tidak berfungsi.

Trauma akibat kejadian itu masih dirasakan Adinda hingga kini.

Ia mengaku belum berani kembali mengemudikan mobilnya, sementara kendaraan yang menjadi sasaran pelemparan batu masih menjalani perbaikan.

Adinda berharap polisi dapat segera mengungkap pelaku agar dirinya mengetahui motif di balik aksi tersebut.

"Jujur, aku cuma pengen tahu siapa pelakunya karena aku takut. Apakah aku diincar, atau cuma orang iseng? Aku pengen tahu alasannya kenapa," ucapnya.

"Aku enggak berniat bikin orang masuk penjara, tapi minimal tahu kenapanya. Apalagi ini di daerah Metro Pondok Indah, jalan besar, dan kejadiannya siang bolong. Berani banget," lanjutnya.

Sementara itu, Kapolsek Kebayoran Lama, Kompol Kukuh Islami, mengatakan pihaknya masih mendalami kasus tersebut dengan mengumpulkan rekaman CCTV dari sejumlah titik di sekitar lokasi.

"Ya nanti kami dalami lagi (CCTV-nya), kan karena kami ngecek di sekitar TKP. Jadi bukan kalau tidak ada CCTV tidak bisa bikin laporan, bukan. Jadi kami memastikan ada enggak CCTV di sekitar untuk mengidentifikasi pelaku," jelas dia saat dihubungi melalui telepon, Senin (29/6/2026).

Berita terkait

  • Baca juga: Tangis Puteri Indonesia Usai Mobil Dilempar Batu di Pondok Indah: "Apakah Aku Diincar?"
  • Baca juga: KAI Commuter Buka Suara soal Pria Teriak AHY dan Prabowo di Stasiun Duri Jakbar
  • Baca juga: VIRAL Pemuda Digotong Petugas di Stasiun Duri, Berteriak: Tolong Videoin, AHY, Tolong Bapak Prabowo

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.