TRIBUNJATIMTIMUR.COM, Lumajang - Becak milik warga Dusun Krajan, Desa Banjarwaru, Kecamatan Lumajang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, hilang dicuri, Senin (29/6/2026) dini hari. Pencurian becak milik Supeno yang kini telah berusia itu terekam kamera CCTV milik warga.
Dalam rekaman CCTV, terlihat seorang pria berjalan kaki sambil membawa karung melintasi jalan desa menuju rumah Supeno. Beberapa saat kemudian, pelaku masuk ke teras rumah korban dan menarik mundur becak kayuh yang terparkir.
Supeno mengaku baru mengetahui becaknya hilang sekitar pukul 05.00 WIB saat keluar rumah.
Ia menjelaskan, sekitar pukul 02.00 WIB becak itu masih berada di tempat biasanya. Setelah memastikan kondisi rumah, ia masuk untuk beristirahat.
"Setelah itu saya masuk ke rumah, untuk tidur. Saat saya bangun pagi becak itu sudah tidak ada. Kira-kira pukul 05.00-an becaknya sudah tidak ada. Dan ganjelnya sudah ada di sebelah timur," ujarnya, Selasa (30/6/2026).
Baca juga: Viral Penampakan Mobil Kopdes Merah Putih Parkir di Tempat Wisata Lumajang, Tuai Pro Kontra
Menyadari becaknya hilang, Supeno sempat menanyakan kepada istrinya. Namun, tidak ada anggota keluarga yang mengetahui keberadaan kendaraan tersebut sehingga ia melaporkan kejadian itu kepada pemerintah desa.
"Lalu saya laporan ke pak tinggi (kepala desa)," katanya.
Menurut Supeno, pencurian diduga terjadi karena becaknya tidak dikunci. Ia mengaku biasanya selalu mengunci kendaraan tersebut, namun pada malam kejadian lupa melakukannya.
"Biasanya saya kunci becaknya, tapi pas kejadian saya kok lupa pas tidak kunci," katanya.
Becak itu memiliki nilai penting bagi Supeno karena telah menjadi alat mencari nafkah selama puluhan tahun, bahkan sejak sebelum menikah.
"Ketika hilang, ya saya tidak bisa mbecak. Nganggur, turu gitu aja tok wes," imbuhnya.
Baca juga: Gunung Semeru Erupsi 25 Kali dalam 12 Jam, BPBD Lumajang Imbau Penambang Hentikan Aktivitas
Tak hanya becak yang hilang, pada pagi yang sama tetangga Supeno, Rohani, juga kehilangan seekor kambing betina bunting.
Rohani mengetahui ternaknya hilang sekitar pukul 06.00 WIB saat hendak memberi pakan. Meski kambing raib, pintu kandang masih dalam kondisi terkunci.
"Bangun tidur, mau makani kambing. Kambingku sudah tidak ada. Tapi saya lihat pintu kandang kok masih terkunci lagi," ungkapnya.
Karena kehilangan tersebut terjadi pada waktu yang hampir bersamaan, Rohani kemudian meminta pemerintah desa membuka rekaman CCTV di sekitar lokasi.
"Terus pak tinggi bawa HP, dan saya minta agar dibukakan rekaman CCTV di depan rumah saya juga. Karena kambing saya hilang," ujarnya.
Menurut informasi yang diperoleh warga, becak milik Supeno diduga digunakan pelaku untuk mengangkut kambing milik Rohani.
Sebelum hilang, kambing betina yang sedang bunting itu disebut pernah dua kali ditawar pembeli dengan harga Rp 3 juta. Namun Rohani memilih tidak menjualnya.
Baca juga: Tiga Jemaah Haji Asal Lumajang Masih Tertahan di Madinah Arab Saudi
Kepala Desa Banjarwaru, Samsul Arifin, mengatakan hingga kini kasus tersebut belum dilaporkan ke kepolisian. Menurutnya, kedua korban masih berharap becak dan kambing mereka dapat ditemukan serta dikembalikan.
"Makanya video CCTV itu kami share ke publik, sekiranya ada tahu informasi pelaku. Baik keluarga maupun saudaranya sekiranya bisa dimediasi secara kekeluargaan," katanya.