Profil Suhardiman Amby, Bupati Kuansing yang Menghilang Usai OTT KPK Terkait Jual Beli Jabatan
Pipit Maulidya June 30, 2026 08:32 PM

 

SURYA.CO.ID - Nama Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Dr. H. Suhardiman Amby, M.M., tengah menjadi sorotan publik.

Bukan karena prestasi pembangunannya, melainkan karena keberadaannya yang hingga kini masih menjadi misteri usai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di wilayah Kuansing pada Senin (29/6/2026).

KPK tengah memburu Suhardiman Amby dan Sekretaris Daerah (Sekda) Zulkarnaen yang diduga terlibat dalam praktik rasuah pengisian jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuansing.

Sosok dan Jejak Karier Suhardiman Amby

Suhardiman Amby bukanlah orang baru di panggung politik Riau.

Lahir di Pulau Panjang Hilir pada 16 Juli 1969, pria bergelar Doktor ini memiliki rekam jejak organisasi dan politik yang panjang.

Sebelum menjabat sebagai orang nomor satu di Kuansing, ia merupakan legislator kawakan yang pernah duduk sebagai Anggota DPRD Provinsi Riau selama dua periode (2004-2009 dan 2014-2019).

Di level partai, ia tercatat pernah memimpin berbagai bendera politik, mulai dari Ketua DPC Partai Hanura Kuansing (2019-2020) hingga saat ini menjabat sebagai Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Kuansing.

Kariernya sebagai kepala daerah memuncak saat dilantik menjadi Bupati Kuansing pada 14 Juli 2023. Ia kemudian kembali terpilih dan dilantik untuk periode kedua oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025, berpasangan dengan H. Muklisin.

Baca juga: Imbas Kematian Ruly ASN Bangkalan Masih Misterius, Bupati Lukman Hakim Desak Pelaku Segera Diungkap

Menghilang dari Radar KPK

KPK mengaku kehilangan jejak Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnaen sesaat setelah operasi senyap dimulai.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengimbau agar kedua pejabat teras tersebut menyerahkan diri untuk memperlancar proses hukum.

"Untuk informasi detil lokasi yang bersangkutan, sampai saat ini kami belum menemukan. Sehingga memang kami dalam hal ini mengimbau agar yang bersangkutan kemudian bisa kooperatif dan menyerahkan diri," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026) dikutip dari Tribunnews.com.

KPK menegaskan tidak akan segan mengambil langkah represif jika imbauan tersebut diabaikan.

Koordinasi dengan pihak kepolisian pun telah dilakukan untuk melacak persembunyian mereka.

"Ya tentu KPK akan melakukan upaya-upaya untuk menemukan yang bersangkutan. Dan dalam hal ini KPK juga secara intens berkoordinasi dengan jajaran Polda Riau untuk melakukan pencarian kepada yang bersangkutan," tegas Budi.

Dugaan Skandal Jual Beli Jabatan

Kasus yang menyeret nama Suhardiman Amby ini diduga berkaitan dengan praktik jual beli jabatan untuk posisi Sekretaris Daerah.

Dalam operasi tersebut, KPK telah mengamankan 10 orang, di mana 5 di antaranya telah dibawa ke Jakarta untuk pemeriksaan intensif.

Selain menangkap sejumlah pihak, tim KPK juga menyegel enam ruang kerja di Pemkab Kuansing dan satu ruangan milik Ketua DPRD Kuansing. Barang bukti berupa dokumen transaksi elektronik dan satu unit mobil turut disita sebagai instrumen suap.

Saat ini, status perkara telah dinaikkan ke tahap penyidikan.

"Dalam proses atau tahap penyidikan ini, KPK kemudian nanti akan menetapkan para pihak sebagai tersangkanya," pungkas Budi Prasetyo.

Biodata Singkat Suhardiman Amby

Nama Lengkap: Dr. H. Suhardiman Amby, M.M.

Tempat Tanggal Lahir: Pulau Panjang Hilir, 16 Juli 1969.

Jabatan Saat Ini: Bupati Kuantan Singingi (Periode 2025-2030).

Jabatan Partai: Ketua DPC Partai Gerindra Kuansing.

Riwayat Organisasi: Sekretaris DPD KNPI Riau (2008-2011), Ketua Umum LSM AMAR (1990-2000).

Riwayat Politik: Anggota DPRD Riau (2004-2009, 2014-2019).

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.