Mahasiswa Teknik Sipil UTU Bangun Kemandirian Air Bersih di Desa Pasi Birah Woyla
Saifullah June 30, 2026 09:23 PM

 

Laporan Wartawan Serambi Indonesia Saifullah | Aceh Barat

SERAMBINEWS.COM, MEULABOH – Komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat kembali ditunjukkan oleh mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Teuku Umar (FT UTU).

Melalui Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), Himpunan Mahasiswa Teknik Sipil (HMTS) UTU melaksanakan sosialisasi program pengelolaan air terpadu di Desa Pasi Birah, Kecamatan Woyla, Kabupaten Aceh Barat, Kamis (25/6/2026).

Kegiatan yang diikuti lebih dari 30 warga tersebut menjadi langkah awal pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat yang mengintegrasikan teknologi filtrasi air, bioengineering, serta digitalisasi pemantauan kualitas air.

Program ini juga mendapat pendampingan dari dosen pembimbing lapangan dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, serta pemerintah desa setempat.

Ketua PPK Ormawa HMTS UTU, Fahri Dwi Alfi menjelaskan, bahwa program ini lahir dari hasil identifikasi kebutuhan masyarakat pascabencana hidrometeorologi yang melanda Desa Pasi Birah pada November 2025.

Bencana tersebut menyebabkan sebagian besar sumber air warga tercemar sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.

Baca juga: FT UTU Gelar Seminar Bertema Insinyur Berintegritas, Sekda Aceh Barat Jadi Narasumber

"Hasil survei kami menunjukkan sekitar 90 persen sumur warga terdampak banjir mengalami pencemaran," ungkap Fahri.

"Air menjadi keruh, berubah warna, dan menimbulkan bau yang tidak sedap sehingga tidak layak digunakan untuk kebutuhan rumah tangga," ujarnya.

Selain persoalan air bersih, tim juga menemukan ancaman lain berupa erosi pada kawasan permukiman yang berada di sepanjang bantaran sungai.

Kondisi tersebut mendorong mahasiswa untuk menyusun program yang tidak hanya berfokus pada penyediaan air bersih, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana di masa mendatang.

Didampingi Dosen Pembimbing Lapangan, Ir Cut Suciatina Silvia, ST, MT, IPM, Fahri menuturkan, bahwa pendekatan yang digunakan mengedepankan pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki Desa Pasi Birah.

Menurutnya, keberadaan rumpun bambu di sepanjang bantaran sungai dapat dimanfaatkan sebagai upaya konservasi untuk mengurangi risiko erosi. 

Baca juga: Pascabanjir Bandang, Relawan Perluas Pengeboran Sumur untuk Atasi Krisis Air Bersih di Aceh Tamiang

Di sisi lain, semangat gotong royong masyarakat serta keterlibatan generasi muda yang cukup adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi modal penting dalam membangun sistem pengelolaan air yang berkelanjutan.

"Program ini tidak hanya menawarkan solusi teknis, tetapi juga berupaya membangun kapasitas masyarakat agar mampu mengelola sumber daya air secara mandiri dan lebih siap menghadapi bencana," jelasnya.

Selama empat bulan pelaksanaan, tim PPK Ormawa HMTS UTU menargetkan sejumlah capaian, di antaranya pembangunan lima unit sistem filtrasi air yang terintegrasi dengan teknologi pemanenan air hujan.

Kemudian, penanaman 500 batang bambu di 12 titik sepanjang sempadan sungai sebagai penguat tebing alami, serta pemasangan lima sensor digital untuk memantau kualitas air, meliputi tingkat keasaman (pH), kekeruhan, dan debit air secara berkala.

Selain pembangunan infrastruktur, program ini juga akan membentuk kelembagaan masyarakat bernama ‘Sigap Air’ yang terdiri atas 10 kader terlatih.

Kelompok tersebut diharapkan mampu mengelola fasilitas yang dibangun sekaligus menjadi motor penggerak edukasi mengenai pengelolaan air bersih dan mitigasi bencana di tingkat desa.

Dalam kegiatan sosialisasi, narasumber dari BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald Nehdiansyah, SP, MIL menekankan, bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dibangun sebelum bencana terjadi.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami potensi risiko di wilayahnya, memiliki sistem peringatan dini, jalur evakuasi yang jelas, serta kemampuan melakukan respons awal secara mandiri ketika terjadi keadaan darurat.

Ia mengapresiasi inisiatif mahasiswa Teknik Sipil UTU yang dinilai mampu menggabungkan aspek penyediaan air bersih dengan pengurangan risiko bencana.

Menurutnya, pendekatan tersebut merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan desa secara menyeluruh.

Sementara itu, perwakilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Barat, Rizki Bachtiar, SKM, MKM mengingatkan, bahwa akses terhadap air bersih merupakan salah satu faktor utama dalam menjaga kesehatan masyarakat, terutama setelah terjadi bencana.

Ia menilai, program ‘Sigap Air’ tidak hanya menghadirkan inovasi teknologi, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat agar lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan dan kualitas sumber air.

Edukasi yang diberikan diharapkan mampu meningkatkan kesadaran warga mengenai pentingnya penggunaan air yang aman bagi kesehatan keluarga.

Sebagai bentuk komitmen keberlanjutan, kegiatan tersebut ditutup dengan kesepakatan kolaborasi antara Fakultas Teknik UTU, Program Studi Teknik Sipil, BPBD Aceh Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Barat, Pemerintah Desa Pasi Birah, serta tim PPK Ormawa HMTS UTU.

Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh program dapat berjalan secara berkesinambungan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat, Desa Pasi Birah diharapkan dapat berkembang menjadi desa percontohan yang tangguh terhadap bencana, mandiri dalam pengelolaan air bersih.

Serta menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Aceh Barat dalam membangun ketahanan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat.

Mengusung semangat "Bersama Membangun Desa Pasi Birah yang Tangguh dan Mandiri Air," program ini menjadi bukti bahwa kontribusi mahasiswa tidak hanya hadir di ruang kelas.

Tetapi juga mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi masyarakat melalui inovasi, kolaborasi, dan pengabdian.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.