Menutup Juni 2026 Anjlok 3,05 Persen, IHSG Masih Rawan Koreksi 
Vito June 30, 2026 11:14 PM

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Tren pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berlanjut hingga menutup perdagangan Juni.

Pada perdagangan Selasa (30/6), IHSG anjlok 3,05 persen atau terkoreksi 177,6 poin ke level 5.643,19. 

Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas, Alrich Paskalis Tambolang mengatakan, pelemahan IHSG sudah berlangsung cukup dalam sepanjang Semester I/2026. 

“IHSG tercatat melemah 34,7 persen secara year to date (ytd/sepanjang tahun) dengan total net sell investor asing lebih dari Rp 70 triliun,” katanya, kepada Kontan, Selasa (30/6). 

Menurut dia, tekanan semakin terlihat pada Juni 2026 dengan pelemahan IHSG sebesar 7,9 persen secara bulanan.

Bahkan, IHSG mencatatkan return bulanan negatif selama 6 bulan berturut-turut, yang belum pernah terjadi dalam 10 tahun terakhir. 

Dari sisi teknikal, Alrich menilai, pergerakan IHSG masih belum menunjukkan sinyal pemulihan.

“Histogram MACD mulai mengecil dan berpotensi terjadi death cross. Sementara stochastic RSI berada di area pivot dan cenderung melanjutkan pelemahan,” bebernya. 

Dengan kondisi itu, IHSG diperkirakan berpotensi menguji level support di area 5.500 dalam waktu dekat. 

Senada, Head of Retail Research MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana mengatakan, pergerakan IHSG masih berada dalam tren turun. 

“IHSG masih berada di fase downtrend, dan saat ini pergerakannya masih dipengaruhi oleh outflow asing yang cukup besar,” ucapnya. 

Ia mencatat, dalam sepekan terakhir terjadi arus keluar dana asing sekitar Rp 3,2 triliun. Di sisi lain, nilai tukar rupiah juga masih berada dalam tekanan dan melemah terhadap dolar AS ke level Rp 17.953. 

Selain faktor eksternal tersebut, Herditya menuturkan, pelaku pasar juga masih mencermati sejumlah sentimen ekonomi, baik global maupun domestik. 

“Investor masih menanti rilis data tenaga kerja AS dan data inflasi Indonesia. Selain itu, terdapat kekhawatiran terhadap kajian lembaga pemeringkat asing terhadap Indonesia,” jelasnya. 

Untuk perdagangan Rabu (1/7), Herditya memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan level support di 5.619 dan resistance di 5.722.

Ia merekomendasikan sejumlah saham yang dapat dicermati, antara lain AADI, DSSA, dan RAJA. (Kontan/Muhammad Alief Andri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.