Bripka Simeon Abadikan Semangat Ketahanan Pangan dalam Buku Tunas di Tanah Kering
Oby Lewanmeru June 30, 2026 11:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG. COM, Alexandro Novaliano Demon Paku

POS-KUPANG. COM, OELAMASI - Personel Seksi Humas Polres Kupang, Bripka Simeon Sion H.S. Kom, menuangkan semangat ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui sebuah buku berjudul Tunas di Tanah Kering.

Buku setebal 75 halaman tersebut menjadi bentuk apresiasi terhadap upaya membangun optimisme masyarakat melalui sektor pertanian. 

Sebelumnya, buku itu telah diserahkan langsung kepada Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko, S.I.K., M.Si., saat Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026 di Desa Tuatuka, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Sabtu (16/5/2026).

Dalam keterangannya yang diterima Pos Kupang, Selasa (30/6/2026), Bripka Simeon mengatakan buku tersebut lahir dari kegelisahan sekaligus kekagumannya terhadap perubahan yang mulai dirasakan masyarakat sejak program ketahanan pangan dijalankan secara serius.

Baca juga: Terapi USEFT Warnai Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Kupang

"Sebagai putra daerah Flobamora, saya tahu betul bagaimana kerasnya alam NTT. Tanah kering dan musim yang tidak menentu sering membuat masyarakat kehilangan harapan. Namun melalui gerakan yang dibangun Bapak Kapolda NTT, masyarakat mulai percaya bahwa tanah ini tetap bisa memberi kehidupan," ujarnya.

Menurut Simeon, Tunas di Tanah Kering bukan sekadar buku tentang pertanian, tetapi juga merekam kisah harapan, pengabdian, dan kepemimpinan yang hadir di tengah masyarakat.

Di dalam buku tersebut, Irjen Pol. Dr. Rudy Darmoko digambarkan sebagai sosok pemimpin yang mendorong penguatan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, melalui sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dinas pertanian, hingga Perum Bulog.

Ia juga menilai kehadiran personel Polri di tengah para petani telah memberikan dampak positif, bukan hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga melalui pendampingan, motivasi, dan dukungan kepada masyarakat untuk terus mengembangkan lahan pertanian.

Menurutnya, kolaborasi yang dibangun bersama berbagai pemangku kepentingan telah menumbuhkan optimisme baru bagi masyarakat dalam mengelola lahan yang selama ini dikenal kering dan tandus.

Melalui buku Tunas di Tanah Kering, Bripka Simeon berharap semangat kolaborasi dan kepedulian terhadap masyarakat terus terjaga serta menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk ikut membangun NTT.

"Buku ini saya persembahkan sebagai bentuk penghormatan atas ketulusan Bapak Kapolda NTT dalam membangun harapan masyarakat. Saya percaya harapan bisa tumbuh bahkan di tanah yang paling kering sekalipun," tutupnya. (nov)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.