Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eklesia Mei
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33, Perwakilan BKKBN Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong peran aktif ayah dalam keluarga.
Hal ini ditegaskan Kepala Perwakilan BKKBN NTT, dr. Mauliwaty Bulo, M.Si saat diwawancarai POS-KUPANG.COM, Selasa (30/6/2026).
Mauliwaty mengatakan BKKBN NTT menggelar berbagai kegiatan yang menekankan pentingnya peran ayah dalam keluarga melalui tagline “Ayah Wajib Hadir”.
Adapun kegiatan itu, kata Mauliwaty, berlangsung dengan melibatkan masyarakat, keluarga, serta aparatur sipil negara (ASN) sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan keluarga dan mendukung pencegahan stunting.
Baca juga: Perkuat Program Bangga Kencana Menuju Indonesia Emas 2045,BKKBN NTT Gelar Rakorda
“Harganas tahun ini dirancang tidak hanya sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak,” kata Mauliwaty.
Mauliwaty menjelaskan, dalam pelaksanaan berbagai rangkaian kegiatan Harganas ke-33, BKKBN NTT melangsungkan apel bersama ASN Pemerintah Provinsi NTT, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah.
Kemudian, lomba memasak bagi para ayah dari enam Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB), pameran UPPKA dari lima kecamatan, serta pelayanan keluarga berencana menggunakan bus pelayanan KB.
Menurut Mauliwaty, rangkaian Harganas telah dimulai beberapa hari sebelumnya melalui kegiatan kelas parenting dan penerimaan rapor pengasuhan di TPA CP3 Lemen Care.
“Kami juga menggelar sosialisasi Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI) untuk memperkuat pemahaman para ayah mengenai peran mereka dalam keluarga,” kata Mauliwaty.
Mauliwaty menjelaskan, tema Harganas tahun ini secara khusus mengangkat peran ayah karena selama ini tanggung jawab pengasuhan masih lebih banyak dibebankan kepada ibu, terutama di wilayah Indonesia Timur.
“Melalui Gerakan Ayah Teladan Indonesia, kami ingin mendorong para ayah untuk berbagi peran domestik dalam rumah tangga. Karena itu kami sengaja mengadakan lomba memasak bagi para ayah sebagai simbol bahwa bukan hanya ibu yang mampu menyiapkan makanan bergizi, tetapi ayah juga harus memiliki kemampuan dan kepedulian yang sama terhadap kebutuhan keluarga,” jelasnya.
Mauliwaty menambahkan, keterlibatan ayah dalam menyiapkan makanan bergizi juga menjadi bagian dari upaya percepatan penurunan stunting. Di setiap Kampung Keluarga Berkualitas, BKKBN telah menjalankan program Dapur Sehat Atasi Stunting (Dashat) yang mengajarkan keluarga cara mengolah makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal.
“Melalui program Dashat, keluarga diajarkan bagaimana mengolah makanan yang bergizi sehingga menjadi kebiasaan dalam rumah tangga. Ini merupakan bagian penting dari pencegahan stunting karena keluarga memiliki peran utama dalam memenuhi kebutuhan gizi anak,” jelasnya.
Lebih lanjut, Mauliwaty menjelaskan bahwa Gerakan Ayah Teladan Indonesia memiliki sejumlah indikator keberhasilan.
Salah satunya meningkatnya jumlah ayah yang memperoleh informasi mengenai pengasuhan, tumbuh kembang anak, serta pentingnya mendukung pendidikan anak sejak dini.
“Kami ingin para ayah memahami bahwa mereka harus terlibat dalam proses tumbuh kembang anak, mendampingi istri, mengetahui perkembangan pendidikan anak, bahkan ikut mengambil peran melalui gerakan ayah mengantar anak di hari pertama sekolah maupun gerakan ayah mengambil rapor anak. Semua itu bertujuan membangun budaya pengasuhan yang lebih setara antara ayah dan ibu,” tuturnya.
Dikatakan Mauliwaty, keterlibatan ayah dalam keluarga merupakan investasi penting bagi masa depan anak sekaligus menjadi fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas.
“Kita sadar bahwa tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua. Karena itu BKKBN terus memberikan edukasi kepada keluarga agar orang tua memiliki bekal dalam mendampingi tumbuh kembang anak. Semua perubahan besar dimulai dari keluarga. Dari keluarga yang kuat, kita membangun NTT yang lebih baik dan Indonesia yang lebih maju,” tuturnya.
Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan akan segera mengeluarkan surat edaran terkait gerakan "Ayah Wajib Hadir" khusus dalam rangka mendukung program Kementerian Dukbangga/BKKBN RI dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas).
"Nanti kita akan buatkan surat edaran untuk hari pertama anak-anak masuk sekolah agar para ayah mengantarkan anak ke sekolah, baik itu SD, SMP, maupun SMA," kata Melki.
Melki menjelaskan, di dalam surat edaran tersebut nantinya para ayah diharapkan mengantar anak pada hari pertama sekolah. Selain itu juga para ayah diharapkan untuk hadir dalam setiap tumbuh kembang anak.
“Budaya orang Timur Indonesia khususnya di NTT, kehadiran seorang ayah dalam tumbuh kembang seorang anak itu sangatlah kurang. Karena itu melalui edaran jam belajar yang sudah diedarkan beberapa Waktu lalu, kita harapkan seorang ayah juga terlibat saat anak belajar ketika jam-jam belajar,” jelas Melki.
Menurut Melki keluarga adalah adalah kekuatan utama dalam tumbuh kembang anak itu sendiri, karena itu pembangunan karakter anak harus dimulai dari keluarga itu sendiri.
“Jadi Gerakan "Ayah Wajib Hadir" yang merupakan program Kemendukbangga/BKKBN RI sudah sesuai dengan program dari Pemerintah Provinsi NTT terkait melindungi anak dari berbagai pengaruh negatif gawai serta dari pengaruh terorisme,” tutupnya. (mey)