TRIBUNMANADO.CO.ID.MANADO - Belakangan di Kota Manado, Sulawesi Utara banyak kejadian penganiayaan menggunakan senjata tajam.
Bermacam bentuknya dipamerkan dalam kegiatan konferensi pers capaian kinerja penanganan serta pengungkapan tindak pidana konvensional di aula Tribrata Mapolda Sulut di jalan Bethesda Kelurahan Sario, Kecamatan Sario, kota Manado, Sulut, Senin (29/6/2026).
Ada panah wayer dengan tali bagian belakang berwarna merah dan hijau.
Baca juga: Pria Diduga Bawa Senjata Tajam Berhasil Ditangkap Polisi, Suasana Area Mantos Kembali Kondusif
Kemudian penarik panah wayer yang bentuknya mirip ketapel.
Ada pula aneka pisau tikam, berukuran kecil, sedang hingga panjang.
Direskrimum Polda Sulut Kombes Pol Suryadi menuturkan, aparat keamanan bekerja keras dalam mengatasi kejahatan yang meningkat di Manado.
Para pelaku penganiayaan menggunakan senjata tajam.
Para pembuat panah wayer juga diburu.
"Aparat kepolisian di Manado tengah memburu pembuat panah wayer," kata dia.
Diketahui panah wayer menjadi satu di antara barang yang digunakan pelaku kekerasan di Manado.
Barang ini marak karena proses pembuatannya tak ribet.
Hanya butuh keahlian pertukangan dasar.
Para pelaku panah wayer dikategorikan pembawa sajam dan mereka dapat dikenakan UU Darurat no 12 tahun 1951.
Pelakunya bisa dipenjara 10 tahun.
Suryadi menyebut aparat kini melakukan tindakan tegas dan terukur pada para pelaku kejahatan yang membahayakan nyawa.
"Aparat harus melakukan tindakan tegas," katanya.
DPRD SULUT DUKUNG TINDAKAN TEGAS
Maraknya aksi kriminalitas di kota Manado, provinsi Sulut, menuai sorotan luas.
Salah satunya dari anggota DPRD Sulut Amir Liputo.
Dirinya menyoroti peran yang dapat dimainkan pemerintah kota Manado.
Amir mengusulkan agar siskamling diaktifkan kembali.
"Siskamling dapat diaktifkan kembali, serta razia sajam juga dapat dilakukan," kata dia di kantor DPRD Sulut, Kamis (25/6/2026).
Menurut Amir, ketua lingkungan dapat lebih dilibatkan dalam penanganan aksi kriminalitas.
Juga para tokoh agama.
Amir juga mengusulkan agar aparat menggelar razia sajam.
"Harus ada razia sajam," katanya di depan pendemo.
Menurut dia, predikat Manado sebagai kota yang penuh kejahatan bisa berimbas pada pariwisata dan investasi.
Karena itu harus ada upaya untuk mengatasi kejahatan.
Berorasi di tangga depan lobby kantor DPRD Sulut, Amir mengenakan kameja lengan pendek berwarna biru tua dan celana hitam.
Jam tangan coklat melekat di lengan kirinya.
Amir mendukung langkah tegas aparat dalam menindak para pelaku kejahatan.
"Saya dukung penuh," katanya.
Ungkap dia, cara lebih tegas perlu dilakukan jikalau cara persuasif tidak mempan. (ART)