PT HATI Raih Penghargaan dari BPOM, Perkuat Kepercayaan terhadap Makanan Siap Saji untuk Jemaah Haji
Irwan Wahyu Kintoko June 30, 2026 11:35 PM

 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Halalan Tayyiban Indonesia (HATI), produsen makanan siap saji (Ready to Eat/RTE) untuk jemaah haji Indonesia, menerima penghargaan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Penghargaan itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi perusahaan dalam menerapkan Program Manajemen Risiko (PMR) di industri pangan.

Penghargaan tersebut sekaligus pengakuan atas komitmen PT HATI dalam menjaga keamanan pangan sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap produk makanan siap saji bagi jemaah haji.

Owner PT HATI, Puspo Wardoyo, bersyukur atas apresiasi yang diberikan BPOM.

Baca juga: Pramono Anung Bagikan Ribuan Paket Makanan Siap Saji dari BPJS Ketenagakerjaan kepada Korban Banjir

Menurutnya, penghargaan tersebut menjadi penyemangat bagi perusahaan yang selama hampir lima tahun terakhir mengembangkan makanan siap saji untuk kebutuhan ibadah haji.

"Alhamdulillah, kami sudah hampir lima tahun menyediakan makanan untuk haji, banyak tantangannya, terutama mengubah persepsi masyarakat terhadap makanan siap saji," kata Puspo Wardoyo, Selasa (30/6/2026).

Ia menjelaskan, tantangan terbesar bukan terletak pada proses produksi, melainkan mengedukasi masyarakat bahwa produk Meal Ready to Eat (MRE) berbeda dengan makanan siap saji pada umumnya.

"Imej makanan siap saji selama ini dianggap tidak enak dan memakai pengawet, padahal produk kami tanpa bahan pengawet, bisa disimpan pada suhu ruang, tetapi rasanya tetap seperti makanan segar," ujarnya.

Baca juga: Lawson Kirimkan Makanan Siap Saji kepada Warga Terdampak Kebakaran di Manggarai Jakarta Selatan

Puspo menambahkan, keberhasilan teknologi pengolahan tersebut mulai mendapat pengakuan dalam dua tahun terakhir.

Bahkan pada penyelenggaraan haji tahun lalu, hampir seluruh kebutuhan makanan jemaah Indonesia telah menggunakan produk PT HATI.

"Alhamdulillah tahun kemarin hampir 99 persen menggunakan makanan kami, kami optimistis kebutuhan makanan haji akan semakin banyak menggunakan produk Ready to Eat dari PT HATI," ucapnya.

Direktur Utama PT HATI, Sugiri, mengatakan, penerapan Program Manajemen Risiko menjadi salah satu standar penting yang harus dipenuhi industri pangan untuk menjamin keamanan produk.

Baca juga: Satgas Haji Tangani 29 Laporan Polisi, Jadi Catatan Evaluasi Haji 2026

"Concern utama BPOM adalah bagaimana industri pangan mengikuti standar ketat dengan tujuan utama menjaga food safety atau keamanan pangan, karena dampaknya sangat besar apabila makanan tidak aman," kata Sugiri.

Sugiri mengatakan, pendampingan BPOM kepada PT HATI telah berlangsung sejak 2019.

Sementara implementasi sertifikasi PMR mulai dilakukan pada 2024 melalui bimbingan teknis, evaluasi, hingga audit menyeluruh.

Setelah memperoleh sertifikasi tersebut, perusahaan wajib melaporkan implementasi sistem kepada BPOM setiap enam bulan sekali.

Baca juga: Kesuksesan Debut Kementerian Haji dan Umroh 2026 dan Visi Baru Ekosistem Haji Indonesia

Selain itu, menjelang musim haji, BPOM juga melakukan audit langsung ke fasilitas produksi.

"Setiap menjelang haji, BPOM selalu datang melakukan visit saat proses produksi untuk memastikan seluruh proses berjalan aman sebelum produk dikirim ke Arab Saudi," ujarnya.

Penghargaan dari BPOM akan semakin meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk PT HATI.

"BPOM merupakan otoritas negara yang memiliki kompetensi di bidang keamanan pangan, apresiasi ini dorongan bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas, keamanan, rasa, hingga kepuasan jemaah haji," katanya.

Semakin Berkembang

Kepala BPOM, Prof dr Taruna Ikrar, mengatakan, penerapan PMR semakin berkembang sepuluh tahun belakangan, bukan hanya di industri berskala besar, tapi juga UMKM.

"Lewat program ini kami membuat auto-control atau self-control dari industri yang kita atur dari standar keamanan, standar gizi, standar processing, standar proses pengemasannya, dan sebagainya," katanya.

Dari ribuan pelaku industri yang ada BPOM RI memberikan apresiasi ke tujuh perusahaan, salah satunya PT HATI.

Taruna mengatakan ada beberapa pertimbangan dalam menentukan penerima apresiasi.

"Pertama, hitungannya sudah berapa lama melaksanakan program ini, kedua, selama melaksanakan program ini apakah memenuhi ketentuan atau tidak, berikutnya perkembangan kemajuan industrinya," paparnya.

PT HATI setiap tahun melakukan validasi terhadap menu-menu baru yang akan diekspor ke Arab Saudi.

Proses tersebut memerlukan waktu sekitar tiga hingga empat bulan sebelum produk dinyatakan memenuhi standar keamanan pangan.

Untuk musim haji 2026, PT HATI mengirimkan sekitar 2 juta porsi makanan siap saji bagi jemaah haji Indonesia selama puncak ibadah di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).

Produk tersebut dibuat menggunakan bahan baku alami asal Indonesia tanpa bahan pengawet, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pertanian, peternakan, dan industri pangan nasional.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.