FBI Deteksi Lebih dari 1.100 Drone di Sekitar Venue Piala Dunia 2026
TRIBUNNEWS.COM – Ancaman drone menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengamanan Piala Dunia FIFA 2026.
Hingga pertengahan turnamen, otoritas Amerika Serikat mencatat telah mendeteksi 1.139 drone yang terbang di sekitar stadion maupun lokasi terkait penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar tersebut.
Baca juga: Prancis vs Swedia: Mbappe Incar Takhta Baru Jadi Raja Fase Gugur Piala Dunia Lewati 2 Legenda Brasil
Koordinator Gedung Putih untuk Piala Dunia 2026, Andrew Giuliani, mengungkapkan data itu saat berbicara di International Police Cooperation Center (IPCC) yang dikelola FBI di dekat Washington.
"Hingga Minggu malam telah terdeteksi 1.139 drone di lokasi Piala Dunia dan area terkait, dengan lebih dari 300 di antaranya telah dimitigasi," kata Giuliani.
Ia menjelaskan bahwa seluruh drone tersebut berhasil dinetralisir tanpa menggunakan kekuatan mematikan, meski tidak merinci metode yang digunakan aparat keamanan.
Selain melakukan penanganan terhadap drone yang terdeteksi, FBI juga menyita lebih dari 500 unit drone untuk kepentingan penyelidikan.
Agen Khusus FBI Doug Olson mengatakan drone-drone tersebut kini dijadikan barang bukti dalam berbagai investigasi yang berkaitan dengan keamanan penyelenggaraan Piala Dunia.
Penyitaan dilakukan sebagai bagian dari upaya mengidentifikasi pemilik drone, tujuan penerbangan, serta potensi ancaman terhadap keamanan turnamen.
Penggunaan teknologi anti-drone kini menjadi salah satu pilar utama strategi pengamanan Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pemerintah AS disebut telah menginvestasikan ratusan juta dolar untuk memperkuat kemampuan mendeteksi, melacak, dan menanggulangi drone yang memasuki wilayah terlarang di sekitar stadion dan lokasi penyelenggaraan.
Seiring meningkatnya ancaman tersebut, pemerintah juga memperluas kewenangan aparat penegak hukum di tingkat lokal untuk melakukan tindakan seperti mengganggu (jamming) hingga mencegat drone yang tidak berizin.
Selain itu, puluhan personel kepolisian dari 11 kota tuan rumah di Amerika Serikat telah menjalani pelatihan khusus penanggulangan drone di pusat pelatihan FBI.
Meningkatnya kewaspadaan terhadap drone bukan tanpa alasan.
Awal Juni lalu, FBI mengumumkan berhasil menggagalkan dugaan rencana serangan yang menargetkan acara pertandingan bela diri campuran (MMA) di Gedung Putih bertepatan dengan perayaan ulang tahun ke-80 Presiden Donald Trump.
Menurut penyidik, rencana tersebut melibatkan penggunaan drone yang membawa bahan peledak.
Ancaman serupa juga pernah muncul pada ajang olahraga internasional lainnya. Selama Olimpiade Paris 2024, otoritas Prancis mendeteksi lebih dari 350 pelanggaran penerbangan drone di area pertandingan, yang berujung pada 81 penangkapan, berdasarkan laporan Majelis Nasional Prancis.
Pengalaman tersebut mendorong penyelenggara Piala Dunia 2026 menjadikan pengawasan ruang udara sebagai salah satu aspek terpenting dalam sistem keamanan turnamen.