Pegawai Setwan Kepri Tak Masuk Kerja 2 Hari usai Namanya Dikaitkan Gagalnya Tim PSW ke Manokwari
Dewi Haryati July 01, 2026 12:07 AM

Sudah dua hari sejak Senin (29/6/2026), Hendra tak terlihat di kantor.

"Sejak Senin kemarin dia sudah tidak masuk kerja lagi. Hari ini saya juga tidak ketemu Hendra," kata Kepala Bagian Umum dan Humas Protokol DPRD Kepri, Isnaini Bayu Wibowo, Selasa (20/6/2026).

Ia mengaku belum mengetahui permasalahan yang sebenarnya.

"Kami belum terima laporan atau pengaduan dari manapun hingga hari ini. Sehingga pimpinan belum mengambil kebijakan," ujarnya.

Secara instansi, pihaknya juga tidak mau terlalu mencampuri urusan Hendra. Sebab itu merupakan urusan pribadi.

"Kalau pun dia dilaporkan ke pihak berwajib terkait kasus hukum, maka kami sifatnya menunggu saja," kata Wibowo. 

Jika itu berpengaruh terhadap status kepegawaiannya, maka akan diproses sesuai koridor atau aturan yang berlaku.

"Hingga saat kami masih menunggu informasi lebih lanjut terkait perkembangan kasus ini," tuturnya.

Tak Ada Masalah di Pekerjaan

Sebelum kasus ini mencuat, ia menyebut Hendra tak memiliki masalah di pekerjaannya.

"Untuk pekerjaan selama ini memang tidak ada masalah, baik-baik saja," ujar Wibowo.

Adapun Hendra saat ini bertugas sebagai Pejabat Fungsional Perencana Muda Bagian keuangan. 

Hendra diketahui sudah berkeluarga, dan sudah lama bekerja di lingkungan Sekretariat DPRD Kepri. 

Informasi yang dihimpun, Hendra telah berdinas di lingkungan Sekretariat DPRD Kepri sejak 2011. Dia sempat bertugas di Bappeda Kepri pada 2022 lalu.

Tidak sampai setahun, Hendra dimutasi kembali ke Sekwan tahun 2023. Kala itu, posisi Sekwan dijabat Martin Maromon. 

Kata Sekwan Kepri

Sekretaris DPRD Kepri, Ika Hasillah menyampaikan, Hendra saat ini belum diketahui keberadaannya.

"Saya tidak tahu urusan ini, karena bukan urusan di Sekretariat DPRD Provinsi Kepri," katanya.

Ia menyebut, kasus yang menyeret nama Hendra ini merupakan masalah pribadi.

"Ini merupakan masalah pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan lembaga Sekretaris DPRD Kepri," tegasnya.

Sejauh ini, sejumlah rekan kerja di Sekwan Kepri belum mau berbicara tentang sosok Hendra.

Mereka memilih diam dan menganggap itu persoalan pribadi Hendra.

Untuk diketahui, Hendra diduga menerima uang dari pihak Rizki Evanti Bersahaja Tour and Travel bernama Vivi senilai Rp700 juta.

Uang itu bagian dari dana Rp1,016 miliar, untuk pembelian tiket keberangkatan tim Pesparawi Kepri ke Manokwari, Papua Barat.

(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.