Changan Sesuaikan Strategi Bisnis Jika Insentif Kendaraan Listrik Terus Ditunda
Choirul Arifin July 01, 2026 12:19 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penundaan pemberian insentif pembelian kendaraan listrik oleh pemerintah berpotensi mengubah keputusan konsumen membeli mobil listrik. 

Changan Indonesia menilai dampak tersebut akan dirasakan seluruh pelaku industri otomotif nasional sehingga persaingan antarmerek tetap berlangsung dalam kondisi seperti sekarang.

Pemerintah sebelumnya menyiapkan insentif untuk 200.000 unit kendaraan listrik, yang terdiri atas 100.000 mobil listrik dan 100.000 motor listrik.

Setelah beberapa kali tertunda untuk mematangkan perhitungan fiskal, program stimulus tersebut kemudian dimundurkan mulai berlakunya ke bulan Agustus dari sebelumnya akan dimulai di Juni 2026.

CEO Changan Indonesia Setiawan Surya mengatakan, perusahaannya akan menyesuaikan strategi bisnis apabila insentif kembali tertunda atau bahkan tidak jadi diberikan.

"Dampaknya sih kita menyesuaikan saja ya. Kalau kalau memang insentif itu nggak ada kan berat. Insentif itu buat semuanya. Jadi semua merek juga nggak dapat. Jadi sama," tutur Setiawan Surya di acara Media Gathering di One Satrio  Jl. Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).

SUV TERBARU CHANGAN - Changan Indonesia memperkenalkan SUV elektrifikasi Deepal S05 REEV dan BEV untuk pasar Indonesia di acara Media Gathering di One Satrio, Jl. Mega Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).(Tribunnews/Lita Febriani).
SUV TERBARU CHANGAN - Changan Indonesia memperkenalkan SUV elektrifikasi Deepal S05 REEV dan BEV untuk pasar Indonesia di acara Media Gathering di One Satrio, Jl. Mega Kuningan Jakarta Selatan, Selasa (30/6/2026).(Tribunnews/Lita Febriani). (Tribunnews.com/Lita Febriani)

Changan menilai, ketidakpastian mengenai insentif memang berpotensi membuat sebagian konsumen menunda pembelian kendaraan listrik. 

Namun faktor kebutuhan tetap menjadi penentu utama keputusan membeli. Saat konsumen memerlukan kendaraan segera, biasanya tidak akan menunda lagi.

"Mungkin bisa jadi ada, mungkin ya, karena kalau kita balik lagi ke data saja, pasti ada pengaruh tapi balik lagi ke kebutuhan. Kalau orang butuh nggak nunggu lagi, pasti beli juga, ujungnya beli juga gitu loh," ujarnya.

Baca juga: Insentif EV Mundur, GAC Akui Konsumen Sempat Tunda Pembelian

Ketidakjelasan mengenai kelanjutan insentif telah berlangsung cukup lama, sehingga masyarakat sebaiknya tidak lagi terlalu bergantung pada program tersebut dalam mengambil keputusan pembelian.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.