TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Hingga hari kelima, Rivaldo Kandouw alias Baim (18) penambang yang jadi korban longsor di PETI Patung, desa Mopait, Kecamatan Lolayan, Kabupaten Bolmong, belum ditemukan.
Meskipun pencarian masih terus dilakukan, namun pihak keluarga korban berharap proses pencarian turut melibatkan unit K-9 dari Polda Sulawesi Utara (Sulut).
Hal ini dikatakan oleh Alva Rondonuwu salah satu keluarga korban.
Kepada Tribunmanado.co.id, Alva mengatakan kemampuan anjing pelacak yang ada di unit K-9 Polda Sulut akan bisa membantu proses pencarian.
"Kami meyakini dengan adanya campur tangan dari tim K-9 Polda Sulut, pencarian akan lebih mudah," ujarnya, Rabu 1 Juli 2026.
Ia menambahkan pihak keluarga sangat berharap agar korban bisa ditemukan.
"Kiranya pak Kapolda Sulut bisa memenuhi permohonan kami ini. Kami hanya ingin Rivaldo segera ditemukan," ucapnya.
Usulan yang sama juga datang dari tim SAR gaungan.
Sejak hari pertama, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Bolmong, BPBD Kotamobagu, TNI, Polri, Tim Rescue PT BDL, relawan penambang, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, masyarakat, serta keluarga korban terus melakukan pencarian secara maksimal.
Berbagai metode telah dilakukan, mulai dari penyisiran manual hingga pengerahan dua unit excavator untuk membuka material longsoran.
Kepala Bidang (Kabid) Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Bolmong Abdul Muin Paputungan mengatakan, kehadiran anjing pelacak diharapkan dapat membantu menentukan titik keberadaan korban sehingga proses evakuasi menjadi lebih efektif.
“Material longsoran sangat besar, terdiri dari tanah, bebatuan, dan batang pohon. Kondisi tanah juga masih labil sehingga menyulitkan proses pencarian. Karena itu, kami meminta dukungan anjing pelacak dari Polda Sulut agar pencarian korban kedua bisa lebih efektif dan tepat sasaran,” ujarnya.
Diketahui, peristiwa longsor tersebut terjadi pada pada Kamis 25 Juni 2026 sekitar pukul 21.13 WITA.
Saat itu, kedua korban bersama sejumlah rekan sesama penambang sedang beristirahat di sebuah camp atau yang biasa disebut daseng di area tambang.
Tiba-tiba material longsoran dari tebing diatas lokasi tambang meluncur dan menimbun area tempat mereka berada.
Sejumlah penambang berhasil menyelamatkan diri, namun Alif Tamimu alias Alipo (18) dan Rivaldo Kandow alias Baim tidak sempat menghindar sehingga terseret dan tertimbun material longsor.
Pada Minggu 28 Juni 2026 tim SAR gabungan berhasil menemukan Alif Tamimu dalam kondisi meninggal dunia.
Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Sementara pencarian terhadap Rivaldo Kandow terus berlanjut hingga hari ini.
Sebelumnya, Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi turun langsung meninjau proses pencarian di lokasi.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh tim SAR gabungan yang bekerja tanpa mengenal lelah.
“Kami mengapresiasi dedikasi seluruh tim SAR gabungan yang terus bekerja keras menemukan para korban," tegasnya.
"Pemerintah Kabupaten Bolmong akan terus memberikan dukungan hingga proses pencarian korban kedua selesai. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk mendoakan agar korban segera ditemukan,” kata Yusra.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus mendampingi keluarga korban dan memastikan seluruh proses pencarian berjalan maksimal dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas. (Nie)
Baca juga: Hari Kelima Pencarian Rivaldo Kandouw, Korban Longsor di PETI Mopait Bolmong Masih Nihil
(TribunManado.co.id/Nie)
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini