Belanda tengah terpukul akibat kegagalan bersejarah di Piala Dunia setelah tersingkir melalui adu penalti melawan Maroko di babak 32 besar. Kini, mantan bintang Oranje Ronald de Boer memprediksi akan terjadi perubahan besar di tim nasional, dengan menyebut kapten Virgil van Dijk dan pelatih Ronald Koeman sama-sama mendekati akhir karier internasional mereka.
Koeman Dipastikan ‘100 Persen’ Akan Hengkang
Setelah kekalahan menyakitkan yang membuat Belanda gagal mencapai perempat final untuk pertama kalinya dalam sejarah panjang mereka, Ronald de Boer meyakini bahwa perubahan kepemimpinan tidak bisa dihindari.
Berbicara kepada talkSPORT, mantan gelandang Ajax dan Rangers itu menyampaikan keyakinannya bahwa Ronald Koeman tidak akan melanjutkan jabatannya setelah turnamen ini, terlebih karena kontrak pelatih berusia 63 tahun tersebut akan berakhir musim panas ini.
“Begini saja, saya rasa dia akan melakukannya sendiri dan menurut saya memang seharusnya begitu karena tekanannya sangat besar,” jelas De Boer. “Dia mengatakan, ‘Saya akan memikirkannya mungkin satu malam atau dua malam,’ tetapi saya yakin dia akan mundur 100 persen. Dia akan melakukannya dengan caranya sendiri karena jika tidak, saya pikir Nigel de Jong, direktur teknis federasi, yang akan mengambil langkah itu. Kami membutuhkan semangat baru dalam tim Belanda ini, dan dimulai dari pelatih, saya pikir itu akan terjadi.” Pelatih itu sendiri telah mengakui sedang mempertimbangkan posisinya setelah kekalahan melalui adu penalti tersebut.
Van Dijk Diperkirakan Akan Pensiun dari Tim Nasional
Dampak kekalahan itu tidak hanya berhenti di kursi pelatih, karena kapten berusia 34 tahun, Virgil van Dijk, juga diperkirakan akan mengakhiri kariernya bersama tim nasional.
Meski dikenal sebagai pilar utama lini pertahanan, De Boer merasa pemain Liverpool itu mungkin menilai dirinya sudah tidak memiliki banyak hal lagi yang bisa diberikan di level internasional. Dengan turnamen besar berikutnya adalah Euro 2028 — saat Van Dijk akan berusia 37 tahun — pergantian generasi tampaknya tidak terhindarkan.
“Saya pikir kita akan segera mendengarnya dan saya juga rasa Van Dijk, yang mengenakan ban kapten dan menjadi kapten luar biasa, mungkin akan mengatakan ‘ini adalah pertandingan terakhir saya’,” tambah De Boer. “Ya, banyak kritik mengenai kepemimpinannya di lapangan, tetapi tetap saja, semua penghormatan untuk Van Dijk karena dia telah menjadi kapten yang hebat, namun terkadang memang waktu untuk pergi itu tiba.”
Taktik Bertahan Jadi Sorotan
Kekalahan dari Maroko tersebut menunjukkan pergeseran drastis dari filosofi sepak bola Belanda yang terkenal, karena Oranje secara mengejutkan menyebut rencana permainan mereka berhasil meskipun hanya mencatat dua tembakan tepat sasaran sepanjang 120 menit pertandingan.
Van Dijk, yang telah mencatat 96 penampilan untuk negaranya, memberikan komentar yang membingungkan banyak pengamat setelah pertandingan. Ia mengatakan: “Sangat sulit untuk menganalisisnya sekarang. Pertandingan yang sangat intens. Saya pikir kami cukup solid dalam bertahan. Mereka tidak benar-benar bisa menemukan pemain bebas di antara lini, jadi rencana permainan berjalan, tentu saja. Saya pikir kami mencetak gol yang bagus. Namun pada akhirnya, di waktu tambahan, kami tertekan. Lalu pertandingan berlanjut ke adu penalti, dan sayangnya, kami tersingkir.”
Akhir dari Warisan Kepemimpinan
Van Dijk mengambil alih ban kapten pada periode pertama Koeman sebagai pelatih dan menjadi sosok sentral dalam kebangkitan Belanda di panggung dunia. Dengan torehan 13 gol untuk negaranya, ia tetap menjadi salah satu bek paling berprestasi dalam sejarah tim, meski karier internasionalnya diwarnai dengan kegagalan tipis dan kekecewaan di turnamen besar, termasuk absen di Euro 2020 karena cedera serta beberapa kali kalah lewat adu penalti.
Menanggapi beban emosional dari kekalahan ini, sang kapten menegaskan bahwa fokus utamanya adalah mendukung rekan-rekannya daripada memikirkan masa depannya sendiri saat itu juga. “Sekarang saya hanya ingin segera masuk ke ruang ganti untuk bersama para pemain. Itu satu-satunya hal yang ada di pikiran saya saat ini,” ujarnya.