TRIBUNJAMBI.COM – Laka maut di jalur Lintas Batanghari–Sarolangun, Provinsi Jambi kembalikan memakan korban jiwa akibat keganasan truk batu bara yang melintas di jalan umum.
Hanya berselang lima hari setelah insiden berdarah yang menewaskan seorang pengendara motor bernama Deri, kini peristiwa tragis serupa kembali terulang di wilayah yang sama.
Seorang remaja asal Muara Jangga bernama Ridwan dilaporkan kehilangan nyawanya secara tragis setelah terlibat kecelakaan lalu lintas (lakalantas) hebat dengan armada truk angkutan batu bara pada Senin malam, 29 Juni 2026.
Beruntunnya insiden mematikan ini memicu gelombang kemarahan warga dan menuntut ketegasan dari pihak berwenang atas operasional angkutan komoditas tersebut.
Aksi ugal-ugalan dan kurangnya pengawasan terhadap angkutan truk batu bara di Jambi kian meresahkan masyarakat.
Kejadian memilukan ini bermula pada Rabu malam, 24 Juni 2026 di kawasan Aur Gading, Jalan Lintas Batanghari–Sarolangun.
Seorang pengendara sepeda motor, Deri, yang merupakan warga RT 05 Muara Jangga, tewas mengenaskan di lokasi kejadian akibat benturan hebat setelah dihantam truk batu bara.
Mirisnya, pascatabrakan maut tersebut, pengemudi truk langsung kabur melarikan diri dan meninggalkan armada truknya yang berwarna hijau dalam posisi miring di pinggir jalan.
Baca juga: Sopir Truk Batu Bara Ditemukan Tewas Berbuih di Tanjung Pauh Jambi
Baca juga: Sopir Mengantuk lalu Banting Setir ke Kiri sebelum Mobil Terguling di Jalan Ness
Hingga Kamis sore, 25 Juni 2026, pihak keluarga korban masih menanti itikad baik dari sopir maupun pemilik kendaraan.
Situasi sempat memanas, bahkan sesama sopir angkutan batu bara ikut memberikan peringatan keras melalui rekaman video warga.
"Pemilik mobil segera menemui keluarga korban untuk mengucapkan belasungkawa dikarenakan jika tidak, maka driver batu bara lainnya bisa saja disanksi tidak boleh melintas sebelum masalah ini diselesaikan," imbau salah seorang sopir angkutan di lapangan.
Belum kering tanah makam Deri, pada Senin malam 29 Juni 2026, petaka kembali terjadi di kawasan Pasar Senin, Muara Jangga.
Ridwan, seorang remaja setempat, menjadi korban nyawa berikutnya setelah sepeda motor yang dikendarainya terlibat kecelakaan maut dengan truk angkutan batu bara lainnya.
Berdasarkan rekaman video amatir berdurasi 35 detik dari yang diunggah oleh akun Instagram @jambihits_id, tergambar jelas situasi mencekam dan kemarahan massa di lokasi kejadian.
Rekaman video memperlihatkan kondisi malam hari di jalur lintas Muara Jangga yang mendadak lumpuh total.
Ratusan warga setempat tampak berkerumun memadati jalan raya dalam kondisi emosi dan panik. Di tengah aspal jalan, terlihat jasad korban tertutup kantong jenazah/terpal putih yang dikelilingi oleh warga.
Baca juga: Satlantas Polres Batanghari Amankan 12 Truk Batu Bara yang Langgar Jalur Operasional
Baca juga: Kumpulan Akun Free Fire Legal dan Gratis Periode Juni, Banjir Skin dan Diamond, Hati-hati Penipuan
Sorot lampu dari kendaraan yang tertahan menciptakan kepulan cahaya di tengah kegelapan, memperlihatkan kemacetan parah armada truk dan kendaraan pribadi dari kedua arah.
Pada detik ke-28, video menampilkan foto mendiang Ridwan semasa hidup mengenakan seragam sekolah dengan dasi rapi, disertai ucapan duka cita mendalam.
"Lakalantas di wilayah Muara Jangga, Pasar Senin Muara Jangga. Woy, ganti-ganti... cepat tahan dulu mobilnya! Jangan berangkat dulu, lakalantas..." teriak warga di lokasi dengan nada tegang dan emosional mendesak agar armada angkutan batu bara lainnya segera dihentikan.
Publik kini menyuarakan jeritan pilu yang mendalam melalui media sosial:
"Entah sudah berapa nyawa yang melayang 😭. Mau sampai berapa ratus nyawa lagi yang melayang?"
Kasus ini tengah menjadi sorotan tajam, dan masyarakat mendesak kepolisian serta Pemerintah Provinsi Jambi untuk mengambil tindakan konkret agar jalan nasional tidak terus menjadi ladang pembantaian massal oleh angkutan batu bara.