Memalukan, Warga Kutawis Purbalingga Ramai-ramai Jarah Telur Korban Kecelakaan
khoirul muzaki July 01, 2026 08:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA- Sebuah pikap pengangkut telur ayam menjadi sasaran penjarahan oleh puluhan warga setelah mengalami kecelakaan lalu lintas di Desa Kutawis, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga, pada Minggu (28/6/2026) kemarin. 


Kejadian terjadi sekira pukul 16.00 WIB, tepatnya di dekat tanjakan Jembatan Kali Kacangan.


Telur yang tidak pecah, seluruhnya habis diambil oleh warga.


Pengalaman itu dialami oleh Arif (50) selaku pemilik telur yang sedang bersama karyawannya, Romadhon (23).


Arif bercerita, pikapnya terguling setelah menghindari kendaraan Avanza hitam yang melaju kencang dan sedikit menengah.


Saat itu kondisi pikupnya terjungkal hingga miring dan dia belum bisa keluar. 


"Kami masih di dalam kabin. Warga datang katanya mau menolong tapi nyatanya pada ngambilin telur sampai habis," katanya kepada tribunbanyumas.com, Selasa (30/6/2026).


Arif mengatakan, setengah jam kemudian dia dan karyawannya baru ditolong oleh warga keluar dari pintu kiri.


Saat di naik ke atas pikap, dia menyaksikan telur-telurnya sudah diambil semua.


Tidak hanya satu dua kilogram, bahkan ada yang membawa satu peti.


"Saat itu saya gak bisa ngomong apa-apa karena masih shock habis kecelakaan. Saya pikir mereka hanya mau mewadahi lalu dipinggirkan. 


Tapi yang terjadi malah ada yang bilang, alhamdulillah panen telur dan sebagainya," ungkapnya. 


Rugi Puluhan Juta


Arif menyayangkan, tidak ada warga yang mengingatkan atau melarang agar telur-telurnya tidak diambil.


Justru saat keesokan harinya dia datang ke TKP, kepala dusun mendapatkan pengakuan dari warga telur-telur tersebut diikhlaskan oleh pemiliknya.


Sedangkan warga yang ditemuinya justru menyalahkannya karena tidak melarang saat di TKP.


"Kata pemuda di sana, jenengan kalau kecelakaan harusnya bilang ke warga, jangan diambil, dikumpulkan saja. Pasti warga nurut," ujarnya.


Arif menjelaskan, telur yang sedang diangkutnya ada sebanyak 133 peti atau sekira 1,33 ton dengan nilai Rp 26 juta. 


Pengalamannya, dengan kondisi kecelakaan yang tidak kecepatan tinggi, telur yang pecah diperkirakan di bawah 50 persen.


Dia memperkirakan nilai harga telur yang utuh masih sekira Rp 13 juta, atau maksimal Rp 10 juta.


"Tapi kemarin telur yang tidak pecah habis semua. Yang tersisa di pikup hanya cangkang-cangkang telur yang pecah," jelasnya. 

Pasrah

Arif mengungkapkan, dia tidak berharap banyak atas kerugian yang dialami, harapannya warga yang masih memiliki hati nurani agar mengembalikan telurnya.


Dia pun sangat berterimakasih telah ditolong oleh warga saat mengalami kecelakaan. 


Dia mengaku tidak ingin berkonflik dengan warga di daerah tersebut karena setiap hari pasti melintasi lokasi.


"Tidak apa-apa ambil satu atau dua kilogram. Tapi tolong yang membawa sampai satu dua peti agar dikembalikan, saya juga hanya masyarakat yang sedang usaha," katanya. 


Arif mengatakan, ada dua orang yang sudah menghubunginya untuk membayar telur yang diambil, sekira Rp 260 ribu.


Dia juga berkomunikasi dengan desa, infonya kepala dusun akan membantu berkomunikasi agar warga yang mengambil telur bisa dikembalikan.


"Semoga ada kabar baik dan saya tidak mengalami kerugian. Karena telur tersebut juga untuk saya jual ke pasar-pasar, seperti di Pasar Sokaraja atau Pasar Purwokerto," jelasnya. (fba)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.