Aktivasi IKD untuk Digitalisasi Bansos Digalakkan, 1.263 Warga Denpasar Tak Miliki Ponsel Pintar
Putu Dewi Adi Damayanthi July 01, 2026 09:03 AM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pelaksanaan aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) untuk program piloting digitalisasi bantuan sosial (bansos) di Denpasar masih terus digalakkan. 

Sampai saat ini, baru 2.075 warga yang masuk desil 1 sampai 5 yang melakukan aktivasi IKD. 

Beberapa kendala pun ditemui di lapangan, salah satunya, adanya warga yang tak memiliki ponsel pintar.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Denpasar, Dewa Gde Juli Artabrata, mengatakan, sasaran untuk aktivasi IKD terkait digitalisasi Bansos ini adalah penduduk sesuai data desil 1-5 DTSEN III (2025).

Baca juga: Bupati Adi Arnawa Hadiri Rakor Monitoring Perluasan Piloting Digitalisasi Bansos di Kemendagri

Pihaknya telah melakukan aktivasi IKD untuk bansos digital setelah adanya surat edaran Sekda Bali pada awal Mei lalu. 

Dari 43 desa/kelurahan di Denpasar, ada sebanyak 38.437 warga yang masuk desil 1 sampai 5. 

“Baru satu desa yakni Peguyangan Kangin yang penduduknya masuk desil 1 sampai 5 sudah 100 persen melakukan aktivasi IKD,” paparnya.

Terkait kendala, Dewa Juli menyebutkan, ada sebanyak 1.263 warga yang terdata tidak memiliki ponsel pintar. 

Dan untuk mengatasi hal itu, aktivasi IKD pun akan dibantu agen Perlinsos. 

Selain masalah ponsel, warga yang sudah pindah tempat tinggal juga turut jadi kendala. 

“Sebanyak 636 orang tidak tinggal di alamat yang tercantum, juga jadi kendala kami,” paparnya.

Dan dari pendataan juga, ditemukan sebanyak 483 orang yang masuk desil 1 - 5 telah meninggal dunia. 

Untuk memperluas jangkauan aktivasi IKD, Dukcapil Denpasar menerapkan strategi integrasi layanan. 

Saat ini, setiap warga yang melakukan perekaman KTP elektronik (KTP-el) akan langsung dipandu untuk mengaktivasi IKD di tempat.

Sebelumnya, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar mulai melakukan uji coba digitalisasi bantuan sosial (Bansos) pada Kamis 4 Juni 2026. 

Dalam uji coba pertama, menyasar sebanyak 21 warga di Kelurahan Peguyangan, Kota Denpasar. 

Saat pelaksanaan uji coba ini, kendala yang dialami yakni aplikasi yang masih lelet.

Kepala Dinsos Kota Denpasar, I Gusti Ayu Laxmy Saraswati mengatakan, 21 warga yang ikut uji coba tersebut didampingi oleh 21 orang agen. 

Saat pelaksanaan uji coba ini langsung dipantai tim dari pusat yakni dari Dewan Pengawas Ekonomi Nasional.

“Jadi diuji coba dulu, karena di Denpasar ada empat kecamatan. Kami uji coba di Peguyangan karena IKD-nya yang sudah banyak,” kata Laxmy.

Sebenarnya di wilayah ini terdapat 155 orang yang masuk Desil 1 sampai 5. 

Namun dalam proses uji coba dipilih 21 orang. Setelah uji coba pertama, pihaknya akan terus melakukan uji coba selanjutnya dengan menyasar wilayah lainnya.

Untuk bisa melakukan uji coba ini, warga wajib telah melakukan aktivasi IKD. 

Dengan aktivasi IKD ini, juga akan memudahkan Dinsos dalam melakukan penanganan sosial seperti masalah ketelantaran sosial. 

Selain itu, dengan IKD ini, masyarakat juga tak bisa berbohong terkait kepemilikan aset. 

“Ternyata punya aset tanah, punya aset motor, juga tahu berapa daya listriknya. Sehingga datanya jadi real, tidak bisa bohong,” paparnya. (sup)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.