TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Warga Jakarta yang gemar memberi makan kucing liar kini diimbau tidak lagi melakukannya secara sembarangan. Pemprov DKI Jakarta mulai menyediakan titik-titik khusus 'traktir kucing' di ruang publik agar aktivitas memberi makan tetap memperhatikan kebersihan lingkungan sekaligus mendukung pengendalian populasi kucing.
Program terbaru itu kini hadir di Pasar Santa, Jakarta Selatan, melalui kolaborasi PD Pasar Jaya dengan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan.
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Francine Widjojo, menyambut baik hadirnya program tersebut. Menurutnya, penyediaan tempat khusus memberi makan kucing merupakan langkah nyata menuju Jakarta yang semakin ramah terhadap hewan.
"Ini inisiatif yang sangat baik dari Pemprov DKI Jakarta," ujar Francine dalam keterangannya, Selasa (30/6/2026).
Tak hanya menyediakan dua titik traktir kucing, Pasar Santa juga menjalankan program sterilisasi kucing liar untuk mengendalikan populasinya.
Tempat traktir kucing itu telah diresmikan pada 24 Juni 2026. Peresmian dihadiri Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan Ridho S. Yudyantoro, Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan KPKP Irawati Harry Artharini, Manager Area 11 Pasar Jaya Dewi Ratna Furi, Kepala Pasar Santa Shiva Ramadhania, serta Francine Widjojo.
Agar masyarakat tidak lagi memberi makan kucing di sembarang lokasi, pengelola pasar juga memasang banner dan stiker edukasi yang mengarahkan warga menggunakan titik traktir yang telah disediakan.
Lokasi tempat traktir kucing berada di area pintu masuk Pasar Santa, tepatnya di dekat Tuku dan Kawaki Roastery.
Menurut Francine, program serupa sebenarnya sudah lebih dulu diterapkan Pemprov DKI Jakarta.
Sejak 2022, fasilitas tempat traktir kucing telah tersedia di lingkungan MRT Jakarta. Kemudian pada 2025, konsep tersebut juga diterapkan di sejumlah halte Transjakarta.
"Tahun 2025 ada tiga tempat traktir kucing di Halte TransJakarta Kebayoran, Velbak, dan Kuningan Madya. Juga satu tempat traktir kucing di Stasiun KRL Kebayoran," katanya.
Tak hanya itu, pada Maret 2026, Francine juga menginisiasi pembangunan 10 titik traktir kucing di Kompleks Manggala Wanabakti Kementerian Kehutanan. Peresmian dilakukan langsung oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni yang sekaligus membuka program sterilisasi kucing gratis di kawasan tersebut.
Francine berharap fasilitas serupa dapat terus diperbanyak di berbagai ruang publik sehingga Jakarta semakin layak menjadi kota global yang juga ramah terhadap kesejahteraan satwa.
"Saya berharap akan lebih banyak lagi tempat traktir kucing di ruang publik agar Jakarta menjadi kota global yang ramah hewan," ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penyediaan tempat traktir harus dibarengi dengan edukasi kepada masyarakat agar tetap menjaga kebersihan lingkungan.
Ia menyarankan warga menggunakan wadah berbahan kertas saat memberi makan dan mengutamakan makanan kering atau kibble, sehingga area publik tetap bersih dan nyaman digunakan bersama.
Selain menyediakan tempat khusus memberi makan, Francine juga mendorong Pasar Jaya bersama Sudin KPKP Jakarta Selatan menjalankan program Trap-Neuter-Return (TNR) atau tangkap, steril, lalu kembalikan ke habitatnya.
Menurutnya, penyediaan tempat traktir tanpa program sterilisasi hanya akan membuat populasi kucing liar terus bertambah.
Saat ini, pendataan jumlah kucing yang belum disteril di Pasar Santa tengah dilakukan. Setelah proses pendataan selesai, seluruh kucing yang masuk kuota akan mengikuti program sterilisasi gratis yang difasilitasi Sudin KPKP Jakarta Selatan.
Francine mengatakan, kuota sterilisasi gratis di Jakarta juga terus meningkat setiap tahun. Dari sekitar 9.000 ekor kucing pada 2024, jumlahnya naik menjadi 21.000 ekor pada 2025, dan kembali bertambah menjadi 22.000 ekor pada 2026.
Menurut dia, akses layanan kesehatan hewan juga akan semakin mudah karena tahun ini Pemprov DKI Jakarta menyiapkan enam Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) serta lima Mobil Layanan Veteriner (Moyanvet) yang akan melayani masyarakat di berbagai wilayah Ibu Kota.