Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna
TRIBUNPRIANGAN.COM, PANGANDARAN - SMK Negeri 1 Pangandaran menegaskan statusnya sebagai Sekolah Maung akan membawa perubahan dalam sistem pendidikan.
Perubahan tersebut mulai dari penyusunan kurikulum hingga pola pembelajaran yang diklaim lebih adaptif dan berorientasi pada peningkatan kualitas lulusan.
Kepala SMK Negeri 1 Pangandaran, Oo Kosidin, mengatakan terdapat perbedaan mendasar antara sekolah Maung dengan sekolah reguler.
Menurutnya, konsep sekolah Maung dirancang untuk mempercepat lahirnya sumber daya manusia unggul melalui pembaruan sistem pendidikan dan akses terhadap berbagai pengembangan program.
"Tentu ada perbedaan. Hadirnya Sekolah Maung akan memberikan warna lain dalam dunia pendidikan. Tujuannya menciptakan manusia unggul dengan proses perubahan yang lebih cepat," ujar Oo dihubungi Tribun Jabar melalui WhatsApp, Rabu (1/7/2026) pagi.
Baca juga: Sekolah Maung Fokus Penguatan Program Pendidikan, SMK Negeri 1 Pangandaran Tak Bahas Biaya
Ia mengatakan, satu perubahan yang akan dilakukan adalah penyusunan ulang kurikulum agar lebih sesuai dengan arah pengembangan Sekolah Maung.
Dalam waktu dekat, pihak sekolah bersama unsur terkait dijadwalkan melakukan pembahasan kurikulum di Bandung.
"Besok kami akan berkumpul di Bandung untuk menyusun kurikulum. Kurikulumnya akan ditata kembali, begitu juga program pembelajaran dan progres pengembangannya," katanya.
Menurut Ia, pembaruan tersebut diharapkan melahirkan karakter dan kekhasan tersendiri bagi sekolah Maung sehingga mampu memiliki keunggulan dibanding sekolah pada umumnya.
Tentu, perbedaan pun akan terlihat pada penerapan disiplin serta proses pembelajaran di lingkungan sekolah.
"Mulai dari kedisiplinan hingga pembelajarannya akan berbeda dengan sekolah biasa," ucap Oo.
SMK Negeri 1 Pangandaran merupakan satu dari 13 SMK Sekolah Maung di Jawa Barat yang diharapkan dapat menjadi model penguatan mutu pendidikan dan meningkatkan daya saing peserta didik di tingkat lebih tinggi. (*)