TRIBUNKALTARA.COM – PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara ( UID Kaltimra ) terus memastikan keberlanjutan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui Program Kebun Gizi Lansia di Kelurahan Sempaja Utara, Samarinda.
Program yang diinisiasi oleh Srikandi PLN UID Kaltimra bersama Rumah Zakat pada tahun 2025 tersebut, kini menunjukkan perkembangan yang positif dengan menghadirkan manfaat sosial, pangan, hingga ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Berawal dari upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pemberdayaan perempuan serta lansia melalui budidaya sayuran hidroponik, Kebun Gizi Lansia kini berkembang menjadi ruang produktif yang mampu menghasilkan nilai ekonomi untuk mendukung keberlanjutan program.
Selain membudidayakan pakcoy, kelompok pengelola juga mulai mengembangkan tanaman tomat serta budidaya ikan lele sebagai sumber pendapatan tambahan.
Baca juga: YBM PLN UID Kaltimra Salurkan Bantuan Pendidikan ke 68 Pelajar, Wujud Kepedulian ke Generasi Penerus
Salah satu pengurus Kebun Gizi Lansia, Lusi, mengungkapkan bahwa program ini terus berkembang seiring meningkatnya kemampuan dan semangat para anggota dalam mengelola kebun secara mandiri.
“Alhamdulillah, saat ini kami tidak hanya menanam pakcoy, tetapi juga mulai mengembangkan tomat dan budidaya lele.
Untuk tomat merupakan tanaman baru yang sedang kami coba.
Hasil panen yang diperoleh sebagian kami manfaatkan untuk kegiatan sosial dan kebutuhan masyarakat, sementara sebagian lainnya dijual untuk membantu biaya operasional seperti pembelian bibit, pupuk, dan kebutuhan perawatan kebun,” ujar Lusi.
Ia menjelaskan bahwa kelompok pengelola rata-rata mampu menjual sekitar 50 ikat pakcoy setiap bulan.
Setelah dua kali panen awal dibagikan kepada para lansia dan masyarakat sekitar, hasil panen berikutnya mulai dipasarkan untuk mendukung keberlangsungan program.
“Untuk budidaya lele, hingga saat ini kami sudah berhasil menjual sekitar 100 kilogram.
Walaupun sempat menghadapi kendala karena ada ikan yang mati, alhamdulillah hasilnya cukup baik dan memberikan tambahan pemasukan bagi kelompok.
Kami berharap program ini terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” tambahnya.
Keberhasilan program ini juga tercermin melalui kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan di lingkungan sekitar, salah satunya Program Jumat Berkah Berbagi Sayur.
Sayuran yang dibagikan kepada lansia dan warga kini berasal dari hasil panen Kebun Gizi Lansia, menjadikan program ini tidak hanya berfokus pada produksi pangan, tetapi juga memperkuat semangat gotong royong dan kepedulian sosial di masyarakat.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi dan Umum PLN UID Kaltimra, Muchamad Meiryandi, mengatakan bahwa perkembangan Kebun Gizi Lansia menjadi bukti bahwa program pemberdayaan yang dirancang secara berkelanjutan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“PLN percaya bahwa keberhasilan sebuah program TJSL tidak hanya diukur dari pelaksanaannya, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu terus tumbuh dan memberikan manfaat jangka panjang.
Kebun Gizi Lansia di Sempaja Utara menjadi contoh bagaimana kolaborasi dan pemberdayaan masyarakat dapat menciptakan ketahanan pangan sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan,” ujar Meiryandi.
Baca juga: PLN UID Kaltimra Ajak Pelanggan Catat Meter Mandiri, Manfaatkan Fitur Swacam PLN
Menurutnya, keterlibatan aktif para perempuan dan lansia dalam mengelola kebun hingga mampu menghasilkan pendapatan menunjukkan bahwa program ini telah berkembang menjadi wadah pemberdayaan yang berkelanjutan.
“Kami sangat mengapresiasi semangat para pengelola dan anggota kelompok yang terus menjaga keberlangsungan program ini.
Dari yang awalnya berfokus pada pemenuhan kebutuhan gizi, kini berkembang hingga menghasilkan nilai ekonomi yang dapat mendukung operasional secara mandiri.
Harapannya, manfaat yang dirasakan masyarakat dapat terus bertumbuh dan menginspirasi pengembangan program serupa di wilayah lainnya,” tutup Meiryandi.
Melalui Program Kebun Gizi Lansia, PLN UID Kaltimra terus berkomitmen menghadirkan program TJSL yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Tidak hanya mendukung akses terhadap pangan sehat dan bergizi, program ini juga mendorong kemandirian ekonomi, memperkuat peran perempuan dan lansia, serta menciptakan lingkungan yang lebih produktif dan berdaya.
(*)