3 Kepsek jadi Saksi Pemerintah di Sidang MK, Sebut MBG Tak Ganggu Gaji Guru dan Belajar Siswa
Facundo Chrysnha Pradipha July 01, 2026 03:23 PM

TRIBUNNEWS.COM - Tiga kepala sekolah (kepsek) menjadi saksi untuk pihak pemerintah dalam sidang uji materi penggunaan anggaran pendidikan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu (1/7/2026).

Mereka adalah Kepsek SMPN 34 Kota Bekasi, Arif Purnama; Plt Kepsek SDN 2 Margomulyo Lampung, Suwaidi; serta Kepsek TK Kartika Nawa, Malang, Jawa Timur, Nur Azizah.

Sementara gugatan yang disidangkan bernomor 40/PUU-XXIV/2026, 52/PUU-XXIV/2026, dan 55/PUU-XXIV/2026.

Mulanya, Arif menyebut bahwa program MBG mulai dilakukan di sekolah yang ia pimpin pada Agustus 2025 dengan jumlah penerima manfaat yaitu siswa sebanyak 1.069 orang.

Setelah adanya program prioritas Presiden Prabowo Subianto ini, Arif mengatakan tidak menimbulkan masalah bagi guru seperti penerimaan gaji dan tunjangan.

"Berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya selaku kepala sekolah, pelaksanaan program MBG tidak mengurangi penghasilan. Seluruh guru di sekolah kami baik yang berstatus sebagai PNS maupun PPPK tetap menerima gaji dan tunjangan secara penuh dan tepat waktu setiap bulan sejak program MBG berjalan," katanya dalam sidang tersebut dikutip dari YouTube Mahkamah Konstitusi RI.

Baca juga: Target Layani 3,5 Juta Penerima Manfaat MBG, Polri Susun Buku Menu MBG Rasa Bhayangkara Nusantara

Tak cuma guru, Arif juga menyebut gaji yang diterima tenaga honorer di sekolahnya turut tidak mengalami pemotongan.

Selain itu, dia mengungkapkan rekrutmen guru PPPK di sekolahnya tetap berjalan seperti biasa layaknya sebelum ada program MBG.

"Demikian pula rekrutmen guru PPPK sekolah kami tetap berjalan sebagaimana mestinya melalui pemerintah daerah yaitu sebanyak 15 guru dan staf tata usaha," jelasnya.

Arif juga mengungkapkan adanya program MBG tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar (KBM) siswa.

Dia menjelaskan hal tersebut lantaran menu MBG disalurkan ke siswa pada pukul 12.00 WIB atau saat jam istirahat kedua.

"Jumlah jam pelajaran per minggu dan jadwal mengajar guru tidak mengalami perubahan sejak ada program MBG karena penyiapan MBG bukan dilakukan oleh guru tetapi (staf) tata usaha," ujarnya.

Arif mengatakan program MBG telah memberikan manfaat bagi siswa seperti menambah fokus belajar serta berkurangnya siswa mengantuk saat jam siang hari.

Selain itu, sambungnya, MBG juga telah meningkatkan tingkat kehadiran siswa ke sekolah.

Pada kesempatan yang sama, Plt Kepsek SDN 2 Margomulyo, Suwaidi, juga menyebut bahwa program MBG telah memberikan dampak positif.

Dia mengatakan program tersebut dimulai sejak Februari 2026 dengan penerima manfaat sejumlah 64 siswa.

Senada dengan Arif, Suwaidi juga mengatakan bahwa program MBG tidak memengaruhi besaran gaji maupun tunjangan bagi guru.

"Berkaitan dengan penghasilan dan kesejahteraan guru berdasarkan pengamatan dan pengalaman saya selaku kepala sekolah, pelaksanaan program MBG di sekolah kami tidak mengurangi penghasilan guru baik yang berstatus PNS maupun PPPK maupun honorer," katanya secara daring.

Baca juga: Jateng Dorong Desa Jadi Pemasok Pangan MBG untuk Gerakkan Ekonomi Lokal

Suwaidi juga mengatakan bahwa KBM tidak terpengaruh meski adanya distribusi makanan MBG.

Pasalnya, siswa memakan MBG pada pukul 09.30 WIB atau saat jam istirahat pertama.

"Sehingga tidak memotong jam pelajaran yang telah dijadwalkan. Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan tanpa ada perubahan jadwal sejak ada program MBG," katanya.

Suwaidi juga mengatakan bahwa sekolahnya tetap menerima sarana dan prasarana pendidikan dari pemerintah seperti laptop dan televisi pintar bersifat interaktif.

Dia turut mengatakan ada dampak positif bagi siswa dari adanya program MBG seperti lebih aktif saat KBM.

Selain itu, sambungnya, tingkat kehadiran siswa mengalami peningkatan setelah adanya program MBG.

"Rata-rata kehadiran siswa yang meningkat dari sebelumnya 90 persen menjadi 97 persen setelah adanya program MBG," katanya.

Testimoni terakhir pun disampaikan oleh Kepsek TK Kartika Nawa, Malang, Jawa Timur, Nur Azizah.

Dia mengungkapkan program MBG pertama kali dimulai di sekolahnya pada Desember 2025 dengan penerima manfaat sejumlah 189 siswa.

Setali tiga uang dengan dua kepsek sebelumnya, Azizah mengatakan bahwa program MBG tidak memengaruhi gaji tenaga pendidik di sekolahnya.

Hal tersebut lantaran gaji tenaga pendidik di TK Kartika Nawa berasal dari uang Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) yang dibayarkan.

"Dan di sekolah kami tidak ada guru honorer dan tidak ada guru PPPK," katanya.

Azizah juga mengungkapkan bahwa adanya program MBG tidak mengganggu KBM di sekolahnya karena telah diatur melalui guru piket.

Baca juga: Mendag Budi Ungkap Penyebab Harga Telur dan Daging Ayam Anjlok, Penyerapan MBG Menurun

Ia menjelaskan siswa baru memakan MBG pada saat jam makan siang.

"Mengenai sarana dan prasarana pendidikan, di sekolah kami tetap berjalan dan dilakukan pemenuhan maupun renovasi sebagaimana mestinya untuk upaya pemenuhanannya," tuturnya.

Azizah mengungkapkan program MBG memiliki dampak positif bagi siswa seperti meningkatkan konsentrasi dan semangat belajar.

"Karena kebanyakan siswa kami tidak membawa bekal dan juga terkadang banyak yang bilang tidak sarapan. Jadi program ini bisa juga menciptakan ruang belajar yang lebih kondusif karena kebutuhan dasar peserta didik sudah terpenuhi," katanya.

(Tribunnews.com/Yohanes Liestyo Poerwoto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.