Gelar FGD RIPPM di Beltim, PT Timah Serap Aspirasi untuk Sinkronisasi Program Pemberdayaan
Ardhina Trisila Sakti July 01, 2026 03:24 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG - Satu per satu kepala dinas, camat hingga kepala desa dari seluruh Kabupaten Belitung Timur memasuki Auditorium Zahari MZ, Desa Padang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Rabu (1/7/2026).

Mereka bertujuan menghadiri Focus Group Discussion (FGD) Konsultasi Publik Pembaharuan Dokumen Rencana Induk Pengembangan & Pemberdayaan Masyarakat (RIPPM) PT Timah Tbk untuk wilayah Kabupaten Belitung Timur. 

Acara dibuka oleh sambutan dari Sekretaris Daerah Belitung Timur, Erna Kunondo. Setelah itu, dilanjutkan sambutan dari Head Onshore Mining Area Belitung Timur PT Timah Tbk, Okta Pratomo. 

Dalam sambutannya, Okta menyebut kegiatan FGD ini merupakan wadah untuk menyerap aspirasi, masukan, serta pandangan dari berbagai pihak.

Ia menyoroti peran pemerintah daerah sebagai stakeholder utama, serta para perangkat desa yang memiliki peran strategis dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Belitung Timur.

"Kami menyadari sepenuhnya bahwa penyusunan dokumen RIPPM ini yang akan kita susun dengan secara komprehensif dan tepat sasaran tidak dapat dilakukan secara sepihak," kata Okta. 

Okta menambahkan, diperlukan sinergi, kolaborasi, serta keterbukaan dari seluruh pemangku kepentingan agar program yang dirancang bersama-sama benar-benar bisa menjawab kebutuhan masyarakat, tepat sasaran, dan sejalan pada arah pembangunan daerah Belitung Timur.

Melalui forum ini, PT Timah Tbk berharap akan terbangun diskusi yang konstruktif, terbuka, dan solutif.

Target akhirnya adalah menghasilkan sebuah rumusan kebijakan dan program yang tidak hanya berkelanjutan, tetapi juga memberikan dampak dan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan di Beltim. 

"Langkah tegas disatukan dalam tujuan, suara kita dipadukan dalam keselarasan. Mari kita bangun diskusi yang berkesinambungan," ungkap Okta. 

Acara kemudian memasuki inti yang menghadirkan dua narasumber. Pemapar pertama adalah Dede Abdul Hasyir, seorang Dosen sekaligus Peneliti dari Universitas Padjadjaran (Unpad). 

Dalam sesinya, Dede membedah secara ilmiah mengenai implementasi 8 pilar utama dalam Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) yang meliputi pendidikan, kesehatan, pendapatan riil, kemandirian ekonomi, sosial budaya, lingkungan hidup, kelembagaan komunitas, hingga infrastruktur.

Materi kedua dilanjutkan oleh perwakilan dari PT Timah, Reza. Dalam pemaparannya, Reza memberikan gambaran mengenai realisasi beberapa program PPM yang telah dijalankan oleh PT Timah Tbk di lapangan selama ini. 

Setelah pemaparan materi, agenda berlanjut ke sesi tanya jawab. Sesi diisi berbagai tanggapan, pertanyaan, dan masukan kritis dari para undangan serta perangkat desa yang hadir. 

Setelah itu, rangkaian acara pun resmi berakhir.

Berharap pada Program Masyarakat Kecil

Satu di antara tanggapan datang dari Kepala Desa Mekar Jaya, Syamsudin. Ia meminta agar ke depan, alokasi dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Timah tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi, melainkan juga menyentuh isu kesehatan di tingkat desa.

Syamsudin menilai, pelaksanaan FGD yang diinisiasi oleh PT Timah ini sebenarnya sudah cukup bagus.

Melalui forum ini, Pemdes bisa mendapatkan informasi yang jelas mengenai program-program apa saja yang akan dilaksanakan oleh PT Timah kedepan.

"Acaranya cukup bagus, terutama desa-desa mendapatkan informasi-informasi dari PT Timah terkait program-program yang akan dilaksanakan melalui CSR-nya," ujar Syamsudin usai kegiatan. 

Namun, Syamsudin menitipkan harapan besar. Ia berharap dokumen RIPPM yang baru nanti bisa melahirkan program yang dampaknya langsung mengenai masyarakat kecil. 

Satu di antaranya adalah persoalan kesehatan anak. Ia membeberkan fakta di lapangan bahwa saat ini hampir seluruh desa di Belitung Timur sedang menghadapi tren kenaikan angka stunting.

Syamsudin menilai, bantuan korporasi dinilai masih dominan mengalir ke pembangunan fisik dan pelaku usaha mikro.

"Harapan kami nanti PT Timah di samping memberikan bantuan langsung ke UKM-UKM, tentunya harus juga menyentuh ke anak-anak balita," ungkapnya. 

Hal ini dinilai Syamsudin sangat penting demi peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan jaminan kesehatan masa depan generasi muda di Beltim. Pihak desa pun siap berkolaborasi terkait hal ini. 

Beralih ke sektor ekonomi, Syamsudin mengatakan kontribusi CSR PT Timah di desanya sudah berjalan, khususnya dalam menyasar sektor Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Bantuan tersebut diakui memberikan dampak positif dan diharapkan terus berjalan ke depan. 

"Mudah-mudahan nanti bisa ditingkatkan jumlah UKM yang mendapatkan bantuan dari PT Timah," pungkasnya. 

(Posbelitung.co/Kautsar Fakhri Nugraha)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.