SURYA.CO.ID - Kasus kematian Ruly (50), Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bangkalan yang jasadnya ditemukan di dalam mobil di Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, Jawa Timur masih menyisakan teka-teki.
Pihak keluarga mulai mengungkap sejumlah gelagat tidak biasa dan firasat sang suami sebelum korban ditemukan tak bernyawa.
Salah satu petunjuk yang kini didalami polisi adalah isi percakapan terakhir di ponsel korban. Kabar terbaru menyebutkan, tim penyidik berhasil membuka enkripsi ponsel milik Ruly untuk melacak jejak digital terakhirnya.
Suami korban mengungkapkan adanya kejanggalan pada Sabtu pagi (20/6/2026).
Melalui sebuah pesan singkat (chat) yang dikirim dari ponsel Ruly, suami merasakan ada sesuatu yang tidak beres.
Berdasarkan kebiasaan selama ini, Ruly hampir tidak pernah berkomunikasi melalui teks jika ada keperluan penting, melainkan langsung menelepon.
"Itu juga janggal, karena jarang chat biasanya langsung telepon. Tapi menurut suaminya, karakter ketikan di pesan itu seperti ketikan Bu RY, tapi kami juga tidak bisa memastikan siapa yang sebenarnya mengirim pesan," ujar kuasa hukum keluarga korban, Risang Bima Wijaya, Kamis (25/6/2026) dikutip dari Kompas.com.
Misteri siapa pengirim pesan tersebut diharapkan segera terungkap setelah polisi berhasil membedah ponsel korban menggunakan metode scientific crime investigation.
"Alhamdulillah ponselnya sudah bisa dibuka, insyaallah dari sana nanti ada petunjuk-petunjuk baru," tambah Risang.
Baca juga: Identitas Pria Berkacamata di Kasus Kematian Ruly Pejabat Bangkalan Terkuak Berkat Sandal Hotel
Selain kejanggalan komunikasi, rekaman CCTV di area Bandara Juanda memperkuat dugaan adanya keterlibatan pihak lain.
Mobil dinas Toyota Kijang Innova berpelat merah M 1090 GP terpantau memasuki parkiran pada Sabtu sore pukul 16.00 WIB.
Namun, pengemudi mobil tersebut bukanlah Ruly, melainkan seorang pria misterius yang mengenakan masker.
Di saat yang sama, kursi penumpang depan tampak direbahkan ke belakang, posisi yang sama saat jenazah RY ditemukan beberapa hari kemudian.
Keluarga menduga Ruly sudah meninggal dunia bahkan sebelum mobil tersebut sampai di bandara.
"Kami menduga, ibu RY ini saat dibawa ke bandara sudah dalam kondisi meninggal. Dugaan kami, lokasi tersebut cuma untuk menaruh jenazah saja," kata Risang menegaskan.
"Ada yang berusaha menutupi peristiwa dari kematian RY, itu fakta dari CCTV," tambahnya.
Kecurigaan keluarga semakin menguat setelah mendapati sejumlah barang berharga milik korban hilang secara misterius.
Perhiasan emas yang biasanya dikenakan Ruly, mulai dari gelang di kedua tangan, kalung, hingga cincin di jari kanan, tidak ditemukan di lokasi kejadian.
Kondisi fisik korban saat ditemukan pun dinilai tidak wajar, di mana kerudung terpasang rapi namun korban tidak mengenakan seragam dinasnya.
Guna memastikan penyebab pasti kematian, apakah akibat tindak pidana pembunuhan atau faktor lain, keluarga telah resmi melapor ke Polsek Sedati dan menyetujui tindakan autopsi.
"Langkah hukum ini diambil agar aparat dapat mengusut tuntas penyebab kematian korban," pungkas Risang.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih menunggu hasil pemeriksaan medis dari tim forensik sembari melakukan pengejaran terhadap sosok pria bermasker yang terekam membawa mobil korban ke Bandara Juanda.