TRIBUN-SULBAR.COM, PASANGKAYU - Seekor buaya muara berukuran besar kembali terlihat muncul di Sungai Baloli, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, Rabu (1/7/2026).
Kemunculan predator tersebut membuat warga sekitar kembali waspada.
Pasalnya, Sungai Baloli merupakan salah satu lokasi yang kerap didatangi masyarakat untuk memancing, baik siang maupun malam hari.
Baca juga: Anak Buaya Masuk Jala Nelayan di Pasangkayu, Dievakuasi Damkar lalu Dibawa Nelayan
Baca juga: Gegerkan Warga, Anak Buaya Ditemukan di Saluran Drainase Masjid Madaniah Pasangkayu
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun-Sulbar.com, buaya tersebut tampak berenang perlahan di permukaan sungai.
Ukurannya diperkirakan jauh lebih besar dibandingkan buaya yang biasanya terlihat di sekitar Jembatan Baloli.
Tubuhnya tampak kekar dengan warna kulit hitam pekat yang mendominasi hampir seluruh bagian tubuh.
Ciri tersebut terlihat seperti karakteristik buaya muara dewasa.
Dari kejauhan, punggungnya yang lebar sesekali muncul ke permukaan air sebelum kembali tenggelam.
Kemunculan buaya berukuran besar itu pun menjadi perhatian warga sekitar.
Sebagian warga memilih menjauh dari bibir sungai karena khawatir hewan tersebut mendekati area yang sering digunakan masyarakat untuk beraktivitas.
Salah seorang warga, Agung, mengatakan buaya tersebut memiliki ukuran jauh lebih besar dibandingkan buaya yang biasa muncul di Sungai Baloli.
"Ukurannya luar biasa besar. Warnanya juga hitam pekat. Jauh lebih besar dibanding buaya yang biasa muncul di sekitar Jembatan Baloli," kata Agung saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).
Menurutnya, kemunculan buaya tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat berada di sekitar sungai.
Ia mengungkapkan, Sungai Baloli selama ini dikenal sebagai salah satu lokasi favorit warga Pasangkayu untuk memancing.
Tidak sedikit pemancing yang datang pada malam hari untuk mencari ikan.
Karena itu, Agung mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat memancing malam hari atau berada terlalu dekat dengan bibir sungai.
"Kami harap warga lebih berhati-hati. Jangan lengah, apalagi kalau memancing malam karena buaya ini memang habitatnya di sungai tersebut," ujarnya.
Warga juga diimbau tidak berenang, mandi, maupun beraktivitas terlalu dekat dengan tepian Sungai Baloli, terutama saat kondisi gelap atau ketika debit air meningkat, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Sulbar.com, Taufan