TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Haji dan Umrah Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pemerintah sedang menyiapkan Bandara Dhoho di Kediri, Jawa Timur, untuk menjadi salah satu titik keberangkatan dan kepulangan jemaah haji.
Menurutnya, Bandara Dhoho layak untuk penerbangan jemaah haji Indonesia.
"Tadi pagi saya dan tim sudah berkoordinasi untuk mencoba mengaktifkan Bandara Dhoho di Kediri, karena pertama bandara itu cukup dan sangat layak untuk penerbangan haji, terutama pesawat-pesawat besar," ujar Gus Irfan dalam konferensi pers daring, Rabu (1/7/2026).
Gus Irfan mengatakan langkah ini untuk mengurangi beban Bandara Juanda serta Asrama Haji Surabaya yang selama ini menjadi embarkasi utama di Jawa Timur.
Langkah ini, kata Gus Irfan, untuk meringankan beban Asrama Haji Surabaya yang selama musim haji bekerja hampir tanpa jeda.
"Yang kedua untuk mengurangi beban Asrama Haji Surabaya, juga mengurangi beban Bandara Juanda yang sangat-sangat padat," katanya.
Dirinya menjelaskan pada penyelenggaraan haji tahun ini Jawa Timur memberangkatkan 116 kelompok terbang (kloter).
Tingginya jumlah kloter membuat aktivitas di Asrama Haji Surabaya berlangsung nyaris tanpa henti.
"Jawa Timur hari ini ada 116 kloter sehingga asrama haji ini hampir tidak pernah beristirahat, tidak pernah berhenti. Kepala UPT sempat tumbang masuk rumah sakit juga karena intensitas yang luar biasa," ungkapnya.
Sehingga pemerintah berencana mengalihkan sebagian operasional haji ke Bandara Dhoho pada penyelenggaraan haji mendatang.
"Insyaallah nanti kita akan kurangi, sebagian kita arahkan ke Bandara Dhoho di Kediri," ujarnya.
Selain itu, Gus Irfan menyebut jumlah jemaah haji asal Jawa Timur pada musim haji tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
"Hampir merata di Jawa Timur ada 77 dari tahun kemarin 107, berkurang 30. Alhamdulillah itu berarti sekitar 28 persen berkurang, tapi itu belum angka yang ideal menurut kami. Kami akan berusaha lebih tingkatkan lagi," pungkasnya.
Kementerian Haji dan Umrah menyatakan persiapan operasional haji 2027 telah dimulai, termasuk melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan haji tahun ini.