Bintang Inggris 'Siap Berjuang' untuk Thomas Tuchel Saat Jordan Pickford Soroti 'Kebersamaan' di Skuad Piala Dunia
Hendra Wijaya July 01, 2026 07:38 PM

JANGAN LEWATKAN SEDETIK PUN DARI PIALA DUNIA


Bintang-bintang Inggris 'siap berjuang' demi Thomas Tuchel sementara Jordan Pickford menekankan pentingnya 'kebersamaan' dalam skuad Piala Dunia.


Jordan Pickford menyerukan semangat juang yang membara menjelang babak gugur Piala Dunia, dengan menyatakan bahwa skuad Inggris siap untuk "berperang" demi pelatih mereka, Thomas Tuchel. Tim Tiga Singa berusaha melanjutkan momentum positif dari fase grup saat mereka bersiap menghadapi laga 32 besar yang penuh tekanan melawan Republik Demokratik Kongo di Amerika Utara.


Tuchel bawa mentalitas 'perang' ke dalam skuad Inggris


Kiper Everton, Pickford, mengungkapkan intensitas tinggi yang telah ditanamkan Tuchel sejak mengambil alih kursi kepelatihan. Meski keputusan taktis pelatih asal Jerman itu menuai sorotan, para pemain tampak sepenuhnya mempercayai metodenya menjelang fase krusial turnamen ini.


"Keyakinan, kebersamaan. Saya rasa kami sudah memiliki itu sebelumnya, tetapi manajer memberikan keyakinan yang lebih besar kepada kami," jelas Pickford ketika ditanya tentang suasana di bawah arahan Tuchel. "Pertemuan-pertemuan yang dilakukan manajer dengan kami terasa seperti kami siap untuk berperang. Dia menanamkan kepercayaan itu pada kami. Ada berbagai pertemuan taktis yang terasa seperti ‘ya, ini waktunya bertarung’. Kami semua memiliki tujuan yang sama, kami semua menginginkan hasil akhir yang sama, dan skuad yang dipilihnya ini, kami semua dalam semangat tinggi dan berada di momen terbaik dalam karier kami."


Krisis cedera hantam lini pertahanan


Meskipun suasana tim tetap positif, Tuchel kini menghadapi masalah besar di lini pertahanan akibat serangkaian cedera. Posisi bek kanan, yang dulunya menjadi salah satu posisi paling kuat bagi Inggris, kini menjadi titik lemah setelah Reece James, Tino Livramento, dan Jarell Quansah mengalami cedera. Kondisi ini membuat Tuchel harus mengandalkan Djed Spence sebagai satu-satunya opsi yang tersedia untuk mengisi sisi kanan pertahanan.


Tuchel mengakui bahwa situasi ini jauh dari kondisi ideal, dengan menyebut adanya "perlombaan ketat" bagi para pemain belakangnya untuk segera pulih. Dengan para pemain senior seperti Kyle Walker dan Kieran Trippier yang sudah tidak lagi memperkuat tim nasional, absennya pelapis berpengalaman menambah tekanan besar bagi anggota skuad yang tersisa.


Kendati demikian, Pickford tetap yakin bahwa "kebersamaan" dalam tim akan membantu mereka melewati tantangan taktis apa pun di babak gugur nanti.


Pertumbuhan pribadi dan kekuatan mental


Kepercayaan diri Pickford tidak hanya berasal dari suasana tim; kiper berusia 30 tahun itu juga fokus memperkuat sisi mentalnya untuk menghadapi tekanan berat Piala Dunia.


"(Ini) tentang banyak pertumbuhan yang sedang saya jalani untuk menjadi versi terbaik dari diri saya sendiri," ujar Pickford kepada ITV Sport. "Kami punya target, saya bekerja bersama orang-orang tertentu, dan ini tentang menjadi versi terbaik dari diri saya dan ke mana hal itu bisa membawa saya. Kami tahu perjalanan yang bisa terjadi, dan kepercayaan terhadap hal itu penting, serta tetap menjadi diri saya sendiri." Persiapan pribadi ini bisa menjadi kunci penting, terutama jika cedera di lini belakang membuatnya harus bekerja lebih keras di bawah mistar.


Siap hadapi tantangan Republik Demokratik Kongo


Ujian terdekat bagi pasukan Tuchel adalah laga 32 besar melawan Republik Demokratik Kongo, yang lolos setelah mengalahkan Uzbekistan. Meski Inggris diunggulkan di atas kertas, Pickford mewaspadai ancaman dari tim asal Afrika tersebut dan menegaskan bahwa Tim Tiga Singa siap menghadapi segala kemungkinan.


"Kami ingin memenangkan pertandingan dalam 90 menit, tetapi kami akan siap sebagai tim, sebagai satu kesatuan, sebagai Inggris, untuk melakukan apa pun yang diperlukan demi meraih kemenangan," tegas Pickford. "Jika pertandingan harus berlanjut ke adu penalti atau perpanjangan waktu, kami memiliki kemampuan, kami punya pemain pengganti yang siap, dan tingkat kebersamaan kami sangat tinggi — itulah yang kami perjuangkan di sini. Kami tahu Kongo adalah tim yang kuat, kami tahu berapa banyak tim asal Afrika yang berhasil lolos ke babak berikutnya. Mereka adalah bangsa yang bangga."

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.