Pengamat Politik Fernando Emas menilai penolakan terhadap kunjungan mantan Presiden RI, Joko Widodo, di sejumlah daerah merupakan hal yang wajar dalam dinamika politik.
"Kalau saya melihat adanya penolakan di beberapa daerah itu sesuatu yang wajar. Memang setiap pemimpin tidak ada yang diterima 100 persen," kata Fernando.
Menurutnya, aksi penolakan tidak perlu disikapi secara berlebihan karena justru dapat menjadi perhatian publik.
Fernando menilai, kondisi tersebut berpotensi menguntungkan Partai Solidaritas Indonesia atau PSI karena membuat partai tersebut semakin dikenal masyarakat.
"Malah jadi makin populer ke PSI. Tinggal bagaimana strategi PSI dan Jokowi. Awalnya masyarakat menerima informasi negatif, malah bisa berbalik mendukung PSI," pungkasnya