Dosen UMMAH Aceh Jadi Pemateri PKM Internasional di Malaysia
Eddy Fitriadi July 01, 2026 09:38 PM

 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Seorang dosen Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH), Bireuen, Dr. Alfiandi Zikra, SH MH tampil sebagai salah seorang pemateri dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) internasional di Malaysia.  

Humas UMMAH, Fohan Muzakir, M.Sos kepada.Serambinews.com,  Rabu (1/7/2026) menjelaskan kegiatan berskala Internasional ini berlangsung selama dua hari, dari tanggal 29 hingga 30 Juni 2026, bertempat di kawasan bersejarah Kampung Bharu, Kuala.Lumpur, Malaysia. 

Program pengabdian ini mengusung tema besar "Smart Islamic Cultural Community for Modern Malay Urban Villages: Integrating Social, Health, Education, and Digital Economy".

Dikatakan, Fohan Muzakir, kehadiran akademisi dari Universitas Muhammadiyah Mahakarya Aceh (UMMAH) mempertegas komitmen institusi untuk memperluas jangkauan kerja sama global dan melaksanakan Tri.Dharma Perguruan Tinggi di tingkat internasional. 

“Melalui forum seminar UMMAH tidak hanya berbagi keilmuan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi strategis dengan berbagai lembaga dan komunitas lokal di Malaysia.” jelas Fohan Muzakir, M.Sos. 

Keterlibatan Dr. Alfiandi.Zikra, SH.,MH dalam forum ini menjadi bukti nyata perluasan rekam.jejak akademik internasional UMMAH, khususnya di Malaysia. 

Selama beberapa tahun terakhir, UMMAH terus konsisten membangun jembatan akademik di Negeri Jiran melalui berbagai kolaborasi riset, pertukaran pengajar, dan pengabdian masyarakat lintas negara.

Baca juga: Pekerja Asal Bireuen Meninggal di Malaysia, Haji Uma dan Komunitas Aceh Bantu Pulangkan Jenazah

Kehadiran dosen UMMAH di pusat komunitas Melayu Kuala Lumpur ini semakin memperkuat UMMAH sebagai mitra strategis dalam pembangunan komunitas Islam modern di Asia Tenggara. terang Fohan Muzakir, M.Sos.

Dr Alfiandi Zikra dalam paparannya dihadapan peserta seminar menekankan pentingnya membangun ekosistem komunitas urban Melayu yang modern namun tetap kokoh memegang nilai-nilai keislaman. “Modernisasi kampung urban harus disokong oleh integrasi empat pilar utama meliputi aspek sosial, kesehatan, pendidikan dan ekonomi digital.” ucap Dr. Alfiandi Zikra.

Kampung Bharu merupakan simbol penting permukiman.tradisional Melayu di jantung ibu kota Malaysia. Transformasi menuju komunitas Islam yang cerdas (smart community) mengharuskan kita memanfaatkan teknologi digital tanpa sedikit pun menanggalkan akar budaya dan spiritualitas Islam, ungkap Dr. Alfiandi. (*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.