Detik-detik Mencekam Evakuasi Gadis 18 Tahun yang Disekap Pacarnya, Pelaku Diburu
Noval Andriansyah July 01, 2026 09:40 PM

Tribunlampung.co.id, Kendari - Operasi penyelamatan seorang remaja putri berinisial NA (18) yang diduga menjadi korban penyekapan dan rudapaksa di kawasan Gunung Jati, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, berlangsung mencekam.

Baca juga: Wanita Korban Penyekapan Mantan Pacar Alami Luka Lecet hingga Trauma, Diduga Dirudapaksa

Proses evakuasi korban diwarnai aksi anarkistis berupa serangan brutal yang dilancarkan oleh sekelompok pemuda setempat terhadap aparat kepolisian.

Akibat hujan batu dan hantaman benda tumpul dalam insiden tersebut, empat personel kepolisian dilaporkan mengalami luka-luka di bagian tubuh, serta satu unit mobil patroli dinas mengalami kerusakan parah akibat hancur dilempari batu.

Para perusuh tersebut diduga kuat merupakan komplotan pemuda sejawat sekaligus rekan-rekan dari MA (20), kekasih korban yang menjadi dalang utama penyekapan.

Memanfaatkan situasi yang kacau balau saat penyerangan terjadi, MA berhasil meloloskan diri dan mengelabui petugas di lapangan.

Merespons perlawanan premanisme tersebut, Kapolresta Kendari, Kombes Pol. Edwin Louis Sengka, langsung naik pitam. Ia melayangkan ultimatum keras dan meminta buronannya itu untuk tidak mencoba-coba sembunyi lebih lama lagi.

“Identitas lengkap pelaku sudah kami kantongi di kantong meja penyidik. Pelaku sebaiknya segera menyerahkan diri secara kooperatif."

"Jika tidak, ya tentu kita lakukan tindakan tegas dan upaya penangkapan paksa, tunggu saja tanggal mainnya,” ucap Kombes Pol. Edwin Louis Sengka dengan nada tinggi dan tegas, Senin (29/6/2026), dilansir TribunnewsSultra.com.

Disekap Pacar Sendiri dan Diancam Pemerasan Video Asusila

Kombes Edwin menjelaskan bahwa kasus dugaan rudapaksa berbalut penyanderaan ini berhasil diendus setelah tim lapangan bergerak cepat menembus barikade wilayah Gunung Jati pada Minggu (28/6/2026), demi menyelamatkan korban NA yang dikabarkan tidak bisa keluar dari cengkeraman pelaku.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis serta visum et repertum di rumah sakit, kondisi fisik maupun psikologis korban sangat memprihatinkan akibat tindakan keji kekasihnya sendiri.

Selain mengalami kekerasan seksual secara berulang selama masa penyekapan, korban berada di bawah tekanan psikologis yang sangat berat karena pelaku mengantongi video asusila mereka.

“Korban mengalami sejumlah luka memar pada bagian fisik serta trauma psikis yang mendalam akibat tindakan rudapaksa pelaku. Ditambah lagi, di saat kejadian, korban terus diintimidasi dan diancam bahwa video rekaman saat mereka melakukan hubungan badan akan disebarluaskan ke media sosial jika korban mencoba kabur atau berteriak,” urai Kapolresta Kendari.

Saat ini, NA telah ditempatkan di rumah aman (safe house) dan berada di bawah pengawasan serta pemulihan trauma intensif dari Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Kendari.

Sementara itu, Tim Buser 77 bersama satuan intelijen tengah dikerahkan secara masif untuk melacak keberadaan MA ke sejumlah titik pelarian, termasuk memetakan para pemuda yang nekat menyerang mobil patroli polisi saat proses evakuasi berlangsung.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.